Seleksi Beastudi Etos Bandung Gelombang 2

Assalamu’alaikum wr. wb.

Postingan sebelumnya telah diperbarui, ada beberapa hal yang diralat dan dipertegas, mohon dibaca  kembali dengan seksama.

Beastudi Etos kembali membuka pendaftaran seleksi bagi teman-teman yang sudah diterima di jurusan yang direkomendasikan di universitas wilayah Bandung (ITB dan UNPAD), dengan rincian kuota:

  1. Asrama di Bandung
    Dua ikhwan (ITB atau UNPAD Dipati Ukur)
    Dua akhwat (ITB atau UNPAD Dipati Ukur)
  2. Asrama di Jatinangor
    Dua akhwat Unpad Jatinagor (HANYA AKHWAT SAJA)

Berikut daftar jurusan yang direkomendasikan

  1. Institut Teknologi Bandung
    Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknologi Industri, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Sipil dan Lingkungan, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Sekolah Farmasi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.
  2. Universitas Padjajaran
    Ilmu Hukum, Pendidikan Kedokteran, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Administrasi Negara, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Sastra Inggris, Teknik dan Manajemen Industri Pertanian, Teknologi Industri Pangan.

Adapun fasilitas yang diberikan

  1. Uang saku Rp 450.000/bulan
  2. Akomodasi asrama selama tiga tahun
  3. Pembinaan empat domain (agama, sosial, pengembangan diri, dan akademik)

Berkas-berkas persyaratan

  1. Form biodata (bisa di download disini, untuk hal 4 bagian universitas isi jurusanyang telah ditempati )
  2. Fotokopi raport semester 1-5
  3. Surat keterangan tidak mampu
  4. Surat keterangan penghasilan orang tua
  5. Kartu keluarga
  6. KTP/Kartu Mahasiswa/kartu identitas lainnya
  7. Pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar
  8. Foto rumah (semua ruangan)
  9. Tulisan tentang perjalanan kisah hidup
  10. Sertifikat prestasi (jika ada)

Timeline

  1. 6-20 Agustus, pengumpulan berkas persyaratan
  2. 21 Agustus, seleksi tulis dan wawancara
  3. 22 Agustus-6 September, homevisit

Batas akhir pengumpulan berkas 20 Agustus 2011 cap pos
Alamat kirim : Jalan Ciheulang 89 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung 40134

Keterangan lebih lanjut hubungi CP
Gantina Rahmaputri (087821937797)
Angga Irawan (085759915752)

juga cek website etosbandung.wordpress.com secara berkala.

Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Antara Bandung & Gaza

Rabu (3/8) yang juga bertepatan dengan 3 Ramadhan 1432 H diadakan diskusi tentang kondisi Gaza (Palestina) bertempat di ruang utama masjid Salman ITB. Durasi diskusi kurang lebih 1 jam mulai dari 12.30-13.30 WIB. Berikut ini adalah ringkasan diskusi tersebut yang dikutip dari kultwit (kuliah twitter) akun @ahmadi_nur.

  1. Sebagai narasumber 1, Syeikh Hani Rafiq Awwad, dosen Islamic University of Gaza (IUG) Palestina.
  2. Bliau dtg bersma Syeikh Ahmad Musthofa Al-Qonu, ex gubernur Jabaliya. Skrg beliau menjabat sbg penasihat perdana mentri Ismail Haniya
  3. Syeikh Musthofa mrupakan 1 dr 3 penasihat PM Ismail Haniya. Sempat 17 thn diasingkan oleh Israel sbelum akhirnya kmbali ke Gaza thn 2007
  4. Sebagai narasumber 2, Nur Ikhwan Abadi, relawan Indonesia alumni Universitas Lampung, yg sdh setahun di Gaza guna membangun RS Indonesia
  5. Kedatangan mereka ke Indonesia atas undangan Aqsa Working Group Jakarta dengan bantuan MER-C Indonesia
  6. Mereka mngucapkan salam & terima kasih kpd sluruh msyarakat Indonesia yg jauh2 mau membantu di saat negeri2 arab byk yg hanya terdiam
  7. Kedatangan mreka merupakan slh satu bentuk kecintaan thd sesama saudara satu iman & islam, ingin mmpererat ukhuwah di antara kita
  8. Dua org yg saling mengasihi, berkumpul, & berpisah krn Allah, maka mereka termasuk dlm 7 golongan yg mndapat naungan Allah
  9. Mereka smpat bertemu dg rektorat guna membahas MoU antar ITB & Islamic University of Gaza, slh satunya pertukaran pelajar.
  10. Dr skian ratus mahasiswa asing di ITB, blum ada satupun yg berasal dr Palestina. Beberapa di antaranya berasal dr Libya & Mesir.
  11. Sebaliknya di Islamic Univ of Gaza baru ada 1 mahasiswa Indonesia yg akan masuk ke semester 1
  12. Islamic Univ of Gaza mrupakan univ terbaik ke-14 di jazirah timur tengah, terdiri dr fak kedokteran, kebidanan, sains, syariah, dll
  13. Meski kondisi terblokade, Islami Univ of Gaza tiap tahun mampu meluluskan 4000 mahasiswanya. Tiap angkatannya memiliki nama yg unik.
  14. Nama tiap angkatan di Isalamic Univ of Gaza disesuaikn dg kondisi Gaza saat itu. Ex: angkatan Pembukaan Blokade, Pengaman & Penjaga, dll
  15. Mereka tdk khawatir belajar dg kondisi mencekam. Yg terpenting adalah ‘azimah (tekad yg kuat). Hari ini di bom, esok sudah ramai lagi.
  16. Syeikh Hani Rafiq sempat mmberikan tausiyah ttg puasa, yg menurut Imam Ghazali, terbagi menjadi 3: umum, khusus, khusus bil khusus
  17. Yg pertama, shoum umum: menahan dr makan & minum. Pada umumnya kita melaksanan shoum jenis ini
  18. Yg kedua, shoum khusus: selain menahan dr makan & minum, jg menahan dr hawa nafsu & maksiat
  19. Yg ketiga, shoum khusus bil khusus: slain menahan dr makan & minum, juga menahan dr sgala bentuk kmaksiatan dg spenuh hati (ruh)
  20. Beliau mengajak kita utk ikut membantu mmbebaskan masjid suci ke-3, mmbebaskan tanah suci para nabi dr cengkrama zionis israel
  21. Sebagai bentuk solidaritas & persahabatan, kita akan membangun RS Indonesia di Gaza bagian utara (Beithlehiya)
  22. RS tersebut bernama Indonesia krn memang sumber dananya berasal dr sumbangan masyarakat Indonesia. Update terakhir masih skitar 30%
  23. RS Indonesia di Gaza dijadwalkan selesai tahun depan. Saat Ramadhan pengerjaan dilakukan malam hari pkl 22.00 – menjelang sahur
  24. Kemudian dilanjutkan lg stelah shubuh sampai pukul 9 pagi. Hal ini dkarenakan suhu di siang hari sangat terik, mencapai 45 derajat
  25. Dg adanya RS ini mreka & jg ITB berharap akan ada kerja sama di bidang kesehatan/farmasi. Kedua belah pihak begitu antusias membahasnya
  26. Selain bdg kesehatan/farmasi, mereka berharap ITB jg akan mmbantu di bdg lingkungan sperti instalasi air bersih
  27. Ttg mekanisme bantuan lgsg ke Gaza, saat ini masih mendapat restriksi dr penjajah israel. Solusinya menggunakan jalur kmanusiaan
  28. Misal: menjadi sukarelawan, jurnalis, tim dokter, dan posisi2 lain yg diterima scara internasional
  29. Palestina adalah tanah wakaf umat Islam, sdh menjadi kwajiban kita untuk membantu membebaskannya semampu kita
  30. Deep in my heart I never have any doubt, that Palestine tomorrow will be free, Palestine tomorrow will be free (Maher Zain)

—Teriring doa & salam rindu untuk saudara-saudaraku di Palestina. Semoga Allah memberikanku kesempatan menjejakkan kaki di tanah suci para nabi itu

Kursus Bahasa Spanyol

Tidak pernah terpikir olehku untuk mempelajari bahasa Spanyol. Selama ini aku hanya ingin menguasai 5 bahasa: Inggris, Arab, Jepang, Prancis, dan Sunda. Belakang baru menyadari kalau bahasa Spanyol sangat penting, terutama jika tinggal di benua Amerika. Bahasa Spanyol merupakan bahasa resmi negara yang paling banyak digunakan di dunia. Di Amerika latin, hanya Brasil yang tidak menggunakan bahasa Spanyol.

Sekarang ada kecenderungan untuk belajar bahasa Spanyol, menggeser keinginan belajar bahasa Prancis. Bahasa Spanyol setidaknya lebih mudah dipelajari dibanding bahasa Prancis. Salah satu faktor kemudahannya adalah pengucapan yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Selain itu, disiarkannya La Liga dengan menu spesial “El Classico” antara Real Madrid vs Barcelona menambah ramai aroma Spanyol di negeri ini. Bandingkan dengan bahasa Prancis yang sengau-sengau gimana gitu, kaya orang lagi kumur-kumur (*kata salah  seorang dosen yang pernah kuliah di Prancis hanya dengan persiapan belajar bahasa seminggu). Tapi justru itulah daya tarik bahasa Prancis, terdengar seksi ceunah. Selain itu, dalam sejarah siaran sepak bola di Indonesia, sepertinya tidak pernah menyiarkan liga Prancis. Padahal siaran sepak bola merupakan salah satu media promosi bahasa yang cukup efektif. Aku dulu banyak tahu bahasa Italia (*ga banyak juga sih), gara-gara mantengin Lega Calceo yang lagi booming-boomingnya waktu itu. Okay, balik lagi ke topik semula. Intinya, untuk saat ini, mending belajar bahasa Spanyol dulu.

Kebetulan, sekarang lab IC Design PAU kedatangan anggota baru. Jose, dia mengenalkan dirinya. Berasal dari kota &x$%*# (ga inget, panjang soalnya) di pinggiran Madrid. Dia di sini dalam rangka mengerjakan Tugas Akhir (TA) sampai 5 bulan ke depan. Dia tidak sendiri ke Indonesia, ada temennya yang di lab Bioteknologi PAU, ada juga yang di Polban (atau Polman ya?), dan di Indosat. Mereka pernah rame-rame berkunjung ke lab IC Design tempo hari. Yang kuingat hanya dia dan temennya, Sergio. Sedangkan tiga (atau dua ya?) cewe tidak sempat aku berkenalan.

Momen yang paling ditunggu kami adalah saat jam makan siang. Selain kita bisa menyantap makan, kita juga bisa dapat kursus bahasa Spanyol gratis dari dia. Lumayan, untuk sekedar bertanya “apa kabar”, “selamat siang”, “sampai jumpa”, dan ungkapan sehari-hari udah tahu. Sayang tidak tiap hari kursus ini buka, tergantung kedatangan dia dan berkumpulnya kami. Kita lebih sering ngobrol pake bahasa inggris. Ga papa lah. Anyway, ternyata dia betah tinggal di Indonesia, suka dengan makanan Indonesia (*asal jangan yang pedas, padahal kebanyakan pedas), suka juga dengan keramahan orang Indonesia. Paling yang buat dia kesal adalah transportasi yang suka macet, makanya dia mutusin untuk jalan kaki aja.

Sekian dulu, semoga besok kursusnya buka 🙂

—buenas noches y adiós

Tentang Biaya Masuk Ke ITB

Berikut ini ada info tentang biaya masuk ke ITB yang belakangan ini begitu santer diperbincangkan. Info ini diambil dari milis, semoga bermanfaat.

Teman-teman,

Beberapa teman menyampaikan concern soal biaya masuk ITB yang di beritakan sama rata sebersar Rp. 55 juta. Kemarin saya menanyakan hal ini kepada Pak Rektor. Berikut ini adalah klarifikasinya.

Sesuai tanggung jawabnya, ITB berupaya menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dengan kualitas yang baik, dan membuka peluang kepada semua calon mahasiswa terbaik, dari semua golongan ekonomi untuk bisa kuliah di ITB.

Tahun ini 100 % penerimaan melalui SNMPTN dimana 60 % melalui jalur undangan dan 40 % melalui ujian tertulis. Pada penerimaan melalui jalur undangan, akan dilihat rangking dan konsistensi raport siswa disamping standar sekolahnya. Saat ini ITB punya data dalam 5 tahun terakhir sekolah mana saja yg siswanya pernah diterima/masuk ke ITB dan bagaimana prestasi mahasiswa dari sekolah2 yg bersangkutan. Melalui cara ini diharapkan ITB akan memperoleh calon mahasiswa terbaik.

Bila mahasiswa dinyatakan lulus maka ITB akan melihat penghasilan orang tua untuk menentukan subsidi yang perlu diberikan oleh ITB. Jadi tidak dilihat penghasilannya dulu baru diterima. Prosesnya sederhana, mendaftar seperti biasa nanti ada formulir dengan beberapa pilihan yang perlu diisi. Pilihanya :

  • diatas Rp. 55 juta sebutkan berapa ……..
  • Rp. 55 juta,
  • minta subsidi :  a) 25 %      b) 50 %     c) 75 %     d) 100%
  • beasiswa pendidikan
  • beasiswa pendidikan dan biaya hidup

Pilihan di atas akan diverifikasi dengan penghasilan kedua orang tua. Untuk mendapatkan beasiswa pendidikan / beasiswa pendidikan dan biaya hidup, surat keterangan kurang mampu dari departemen sosial biasanya diminta.

Semoga dengan cara di atas tujuan untuk membuka peluang kepada semua calon mahasiswa terbaik dari semua golongan ekonomi untuk bisa kuliah di ITB dapat terealisasi.

Salam hangat penuh semangat.

Betti Alisjahbana