Serial Cinta Anis Matta

Seperti angin membadai… kau tak melihatnya, tapi merasakannya. Begitulah cinta, ia ditakdirkan menjadi kata tanpa benda. Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Demikianlah cinta.

Cinta ditakdirkan menjadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar. Tak terlihat, hanya terasa. Tapi dahsyat.

Cinta seperti api yang menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Hanya bisa menari saat ia mengunggun. Seperti itulah cinta…

Cinta adalah kata tanpa benda. Mutiara bagi ribuan makna. Wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Tapi ia jelas, sejelas matahari.

Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan. Bukan definisi. Ia disentuh sebagai sebuah situasi manusiawi…

Cinta merajut semua emosi manusia… begitu agung tapi juga terlalu rumit… begitulah cinta. Cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan…Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara murka dan dendam…

Iman itu laut, cintalah ombaknya… Iman itu api, cintalah panasnya… Iman itu angin, cintalah badainya…

Continue reading “Serial Cinta Anis Matta”

Antara Khawatir dan Sedih

Khawatir dan sedih adalah dua dari sekian banyak gejolak rasa yang ada dalam jiwa-jiwa manusia.ย  Sering kali ia menghampiri kita, meski kita tak pernah mengharapnya. Ia adalah fitrah, yang selalu timbul dan tenggelam bersamaan dengan gerak riak kehidupan. Dan Al-Quran, sebagai sebaik-baik petunjuk, sudah lah tentu memiliki bahasan tentang dua rasa itu. Mari kita simak bersama…

Syaikh Nouman Ali Khan saat membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 38 mendefinisikan khawatir sebagai sebuah rasa yang muncul karena persepsi kita akan masa depan atau sesuatu yang belum terjadi. Sedangkan sedih adalah sebuah rasa yang timbul tersebab persepsi kita akan masa lalu atau sesuatu yang telah terjadi. Misalnya, saat kita sebagai pelajar, pada umumnya merasa khawatir ketika menjelang ujian, dan sering kali merasa sedih setelah ujian. Tergantung seberapa serius persiapan kita sebelumnya (dan juga faktor keberuntungan kali ya :D)

Di dalam Al-Quran, kata khawatir (ุฎูŽูˆู’ู) muncul sebanyak 124 kali dalam 7 bentuk kata yang berbeda. Sedangkan kata sedih (ุญูŽุฒูŽู†) berulang 43 kali dalam 3 bentuk kata yang berbeda. Dari sejumlah bilangan tersebut, ada 12 kali pengulangan yang menyajikan kata khawatir dan sedih dalam redaksi yang beriringan.

ูˆูŽู„ุง ุฎูŽูˆู’ููŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุญู’ุฒูŽู†ููˆู†ูŽ

โ€œTidak ada kehawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hatiโ€

Continue reading “Antara Khawatir dan Sedih”