Menangislah Untuk Syam

أبكي على الشام ـ الشيخ مشاري العفاسي

أبكي على شام الهوى بعيون مظلومٍ مناضل… وأذوب في ساحاتها بين المساجد والمنازل

ربّاه سلّم أهلها وأحمي المخارج والمداخل… واحفظ بلاد المسلمين عن اليمائن والشمائل

مستضعفين فمن لهم ياربي غيرك في النوازل… مستمسكين بدينهم ودمائهم عطر الجنادل

رفعوا الأكف تضرعوا عند الشدائد والزلازل… يارب صن أعراضهم ونفوسهم من كل قاتل

وقفوا دروعا حرة دون البنادق والقنابل… نامت عيون صغارهم واستيقظت نار المعاول

لا عاش قاتلهم ولادامت له يوماً انامل… وعليه أصبح حوبةً دمع الثكالى والارامل

لله رب المشكتى رب الأواخر والأوائل… والله فوق المعتدي فوق الأسنّة والسلاسل

وغداً يكون لامتي صرح تزينه المشاعل… وغداُ إذا الحق اعتلى حتماً سيُزهق كل باطل

كلمات : د. عبدالمحسن الطبطبائي
أداء وألحان : مشاري راشد العفاسي

Antara Khawatir dan Sedih

Khawatir dan sedih adalah dua dari sekian banyak gejolak rasa yang ada dalam jiwa-jiwa manusia.  Sering kali ia menghampiri kita, meski kita tak pernah mengharapnya. Ia adalah fitrah, yang selalu timbul dan tenggelam bersamaan dengan gerak riak kehidupan. Dan Al-Quran, sebagai sebaik-baik petunjuk, sudah lah tentu memiliki bahasan tentang dua rasa itu. Mari kita simak bersama…

Syaikh Nouman Ali Khan saat membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 38 mendefinisikan khawatir sebagai sebuah rasa yang muncul karena persepsi kita akan masa depan atau sesuatu yang belum terjadi. Sedangkan sedih adalah sebuah rasa yang timbul tersebab persepsi kita akan masa lalu atau sesuatu yang telah terjadi. Misalnya, saat kita sebagai pelajar, pada umumnya merasa khawatir ketika menjelang ujian, dan sering kali merasa sedih setelah ujian. Tergantung seberapa serius persiapan kita sebelumnya (dan juga faktor keberuntungan kali ya :D)

Di dalam Al-Quran, kata khawatir (خَوْف) muncul sebanyak 124 kali dalam 7 bentuk kata yang berbeda. Sedangkan kata sedih (حَزَن) berulang 43 kali dalam 3 bentuk kata yang berbeda. Dari sejumlah bilangan tersebut, ada 12 kali pengulangan yang menyajikan kata khawatir dan sedih dalam redaksi yang beriringan.

وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Tidak ada kehawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati

Continue reading “Antara Khawatir dan Sedih”

Sakit Itu…

Alhamdulillah, ada kultwit tentang #sakit oleh kang @salimafillah saat #sakit itu bertamu ke raga ini. Serasa pas banget. Seperti apa kultwit tersebut, sila simak berikut ini:

  1. #Sakit adalah bagian dari musibah yang telah Allah ukur kadarnya tuk dihadiahkan pada hamba-hamba terpilih yang mampu menanggungnya.
  2. #Sakit, sebagaimana tiap ujian, bukan menguji kemampuan sebab telah ditakar sesuai daya tahan. Ia menguji kemauan memberi makna.
  3. Maka dia yang mampu memberi makna terbaik bagi #Sakit, kemuliaannya diangkat & membuat malaikat yang selalu sehat itu tertakjub.
  4. Sungguh mempesona Mas @_pepeng yang pernah memaknai #Sakit & musibah: “Tugas kita meng-HADAP-i, biar Allah yang meng-ATAS-i!”
  5. #Sakit adalah jalan kenabian Ayyub yang menyejarah. Kesabarannya diabadikan jadi teladan semesta. Hari ini kita bercermin padanya.
  6. #Sakit orang mulia bersebab kemuliaan; Asy Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.
  7. Nabipun #Sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup segigit pertama melalui celah gigi yang patah di perang Uhud.
  8. Tetapi bahkan mereka yang penyebab #Sakit-nya tak semenakjubkan para luhur itu, tetap punya peluang mulia dengan memaknainya.
  9. #Sakit itu dzikruLlah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering & syahdu menyebut asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.
  10. #Sakit itu istighfar. Mereka yang sedang disapanya lebih mudah teringat dosa-dosa lama, mengakuinya, & bertaubat mohon ampun.
  11. #Sakit itu Tauhid. Mereka yang parah dicengkamnya pasti dituntun tuk ber-kalimat thayyibat, mengesakanNya dalam lisan & rasa.
  12. #Sakit itu Muhasabah. Dia yang sakit punya lebih banyak waktu tuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.
  13. #Sakit itu Jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan tuk terus berikhtiar, berjuang bagi kesembuhannya.
  14. #Sakititu ilmu. Dalam menjalani pemeriksaan, konsultasi ke dokter, dirawat, & berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.
  15. #Sakit itu Nasehat. Yang sakit ingatkan si sehat tuk jaga diri. Yang sehat hibur si penderita agar bersabar. Allah cinta keduanya.
  16. #Sakit itu silaturrahim. Yang jarang datang di saat si bersangkutan sehat wal afiat, tiba-tiba menjenguk dengan senyum & rindu mesra.
  17. #Sakit itu perekat ukhuwah. Kawan lama nan tak bersua bertahun lamanya, tiba-tiba berjumpa di waktu membezuk kolega lainnya.
  18. #Sakit itu belajar. Berbaring setengah duduk memungkinkan tekun cerap ilmu tekun lewat buku, kalimat terucap, maupun gambar gerak.
  19. #Sakit itu membaca, menulis, berkarya. Habiburrahman El Shirazy @k_abik goreskan Ayat-ayat Cinta saat terbaring patah kakinya.
  20. #Sakit itu dijamin cinta Allah dalam sabarnya; sabar tetap ibadat, sabar tak bermaksiat, sabar tahan derita, sabar menunda capaian..
  21. #Sakit itu gugur dosa. Barang haram terselip tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan nan mungkin berdosa dinyerikan & dicuciNya.
  22. #Sakit itu mustajab doanya. Sampai-sampai Imam As Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh mereka.
  23. #Sakit itu salah satu keadaan yang menyusahkan syaithan; diajak maksiat tak mampu-tak mau, dosa lalu malah disesali lalu diampuni.
  24. #Sakit itu membuat sedikit tertawa & banyak menangis; satu perilaku keinsyafan yang disukai Nabi & makhluq-makhluq langit.
  25. #Sakit meningkatkan kualitas ibadah; ruku’-sujud lebih khusyu’, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyat-doa jadi lebih lama.
  26. #Sakit itu memperbaiki akhlaq; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut & tawadhu’.
  27. #Sakit membuat kita lebih serius mengingat & mempersiapkan kematian. Dia yang merasa dekat maut menghargai waktunya dengan baik.
  28. Demikian Shalih(in+at) bincang sekelumit tentang sakit. Semoga Allah tolong kita menjadi hamba penuh syukur di segala keadaan 🙂

Bagi yang ingin berkunjung ke beranda website beliau, sila mampir di salimafillah.com