Nur Ahmadi

Sejak kecil sampai remaja tinggal di desa Jatisari, Kebumen, Jawa Tengah. Setelah tamat dari SMA N 1 Kebumen tahun 2006, melanjutkan studi di jurusan Teknik Elektro, STEI ITB, dengan peminatan ke arah elektronika.

Saat S1, sempat bekerja part time di Education Laboratory sebagai tutor Fisika untuk SMA dan Verstatile Silicon Technology sebagai IC Designer. Di tingkat 4, berkesempatan menimba ilmu di University of South Carolina, Amerika Serikat melalui program IELSP dari IIEF. Selama kuliah sangat terbantu oleh Dompet Dhuafa melalui program beastudi Etos dengan fasilitas biaya hidup, asrama, dan pengembangan diri.

Tahun 2011-2013 menjalani program master di Dept. of Communication and Integrated Systems, Tokyo Institute of Technology dengan beasiswa Monbusho/MEXT. Awal musim semi tahun 2013, memulai kehidupan rumah tangga dan tinggal di Yokohama. Setelah wisuda, kembali ke Indonesia dan bekerja di Pusat Mikroelektronika dan STEI ITB sampai Maret 2016.

Saat ini sedang menjalani program doktoral di Dept. of Electrical and Electronic Engineering, Imperial College London, UK dengan beasiswa LPDP. Bidang riset yang diminati adalah VLSI/IC Design, Signal Processing, Communication & Biomedical Technology.

30 thoughts on “Nur Ahmadi

    1. neng kono mung 2 wulan thok pak, jane pengen luwih suwe tp ga oleh (jatahe mung semono)
      okeh, ane link blog ente jg gan…
      *tak aminke wae dongane, podo2 gan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s