Mohon Bantuan

Sore tadi (8/4) saya ditemani kawan saya buru-buru ke Rumah Sakit dr Sardjito untuk mengantarkan amanah bantuan yang dihimpun kawan saya untuk Bapak Mulyadi. Pak Mulyadi adalah seorang penarik becak di desa Tamanwinangun RT 04/04 Kebumen, Jawa Tengah. Allah sedang menguji Pak Mulyadi dengan lahirnya putri beliau yang lahir tanpa memiliki dinding perut. Rencananya, bayi beliau akan diberi nama Puput Putriana. Usianya kini baru 23 hari dan masih dirawat intensif di Ruang Perinatal, gedung GBST, Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta. Setelah kesana kemari mencari informasi tentang keberadaan beliau, akhirnya saya bertemu beliau di lantai 2 gedung tersebut. Setelah memperkenalkan diri, saya pun langsung menjelaskan maksud kedatangan saya.

Mulailah Pak Mulyadi bertutur tentang ujian yang sedang beliau hadapi. Bayinya kini berusia 23 hari. Tepatnya lahir pada 15 April 2011 silam. Tak seperti bayi pada umumnya, bayi Pak Mulyadi lahir tidak dalam keadaan normal. Tak seperti bayi pada umumnya, tangannya cacat dan perutnya tak berdinding. Ketika lahir, perut bayi Pak Mulyadi transparan, tak berkulit/dinding. Untuk menyelamatkannya, Pak Mulyadi segera melarikan putri bungsunya ke RSUD Kebumen. Di sana, banyinya dirawat selama 12 hari namun karena ketiadaan peralatan, RSUD Kebumen merujuknya ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta enam hari yang lalu.

Walaupun bayinya dirawat sejak enam hari lalu, bayi pak Mulyadi tak kunjung dioperasi. Bayinya masih dirawat secara intensif hingga siap dioperasi. Siap di sini berarti siap secara medis dari sisi bayinya, dan juga seara finansial, mengingat profesi Pak Mulyadi yang hanya seorang penarik becak dii Kebumen. Penghasilan Pak Mulyadi per hari sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 saja. Kini Pak Mulyadi dan istri beliau, ibu Rojiatun, hanya pasrah menghadapi ujian yang menimpanya. Pak Mulyadi telah menginap 12 hari di RS Kebumen dan 6 hari di RS dr Sardjito, meninggalkan ketiga putra-putrinya di rumah yang berharap cemas akan kondisi adik bungsunya.

Saya sungguh tersentuh mendengar penuturan pak Mulyadi tentang kondisi bayinya. Tak cukup hanya tak berdinding perut, tangannya juga cacat. Saya tak sanggup membayangkan jika berada di posisi Pak Mulyadi. Penarik becak yang penghasilannya tak menentu, hanya sekitar 15 sampai 20 ribu tiap hari, punya anak empat. Satu orang kelas 1 SMA, satu orang kelas 6 SD, satu orang kelas 1 SD, dan yang terakhir harus terlahir dengan perut transparan tak berdinding. Astaghfirullah. Telah 23 hari pak Mulyadi tak mengayuh becaknya, yang artinya, beliau tak lagi menafkahi keluarganya. Belum lagi ditambah bayang-bayang biaya operasi yang mahal.

“Mungkin sudah jadi nasib saya ditimpa nasib seperti ini, mas. Saya pasrah”. Itu yang saya ingat dari perkatan beliau dengan senyum yang seakan hambar. “Sampai sekarang (23 hari usia bayi), belum ada yang membantu saya”, lanjut pak Mulyadi. Ya, bagaimana mungkin seorang penarik becak mampu membiayai operasi dinding perut anaknya yang mahal? Belum lagi ketiga anaknya di rumah yang juga butuh makan dan biaya sekolah karena ayah mereka terpaksa menganggur? Tak cukup itu saja, bagaimana caranya pak Mulyadi makan sehari-hari selama menunggu di Jogja? Ahh, pertanyaan-pertanyaan itu yang saat ini membayangi pikiran saya. Rasanya ada kata yang melebihi kata ‘sedih’ untuk menggambarkan keadaan pak Mulyadi. Kini, bayi pak Mulyadi yang baru berusia 23 hari  menunggu operasi agar nyawanya bisa diselamatkan.

Dan saya mengajak kawan-kawan semuanya untuk bisa membantu meringankan beban pak Mulyadi. Agar anak bungsu beliau bisa hidup selamat, agar pak Mulyadi bisa kembali ke anak-anaknya, dan kembali menarik becak di Kebumen. Bantuan diharapkan dalam bentuk dana, karena biaya operasi dinding perut yang mahal dan mustahil pak Mulyadi mampu mengadakan uang untuk biaya operasi anaknya. Mari-mari meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa ujian. Pak Mulyadi sangat mengharap bantuan agar anaknya tetap dapat hidup di dunia. Bantuan berupa dana bisa disalurkan melalui:

Bank Mandiri, no.rekening 137 000 672 173 8 atas nama Muhammad Nikmatul Mu’minin Fadly
Bank BCA, no.rekening 169 188 4711 atas nama Muhammad Nikmatul Mu’minin Fadly
Informasi : 0856 9381 3790 (Fadly)

Apapun dan berapapun bantuan yang Anda berikan sungguh akan sangat meringankan beban pak Mulyadi dan ibu Rojiatun beserta keempat anak beliau.  Semoga amal Ibadah bapak/ibu dibalas oleh Allah SWT, Amiin…

—diambil dari milis

5 thoughts on “Mohon Bantuan

  1. 😦
    semoga Alloh memudahkan segala urusan Pak Mulyadi & membalas segala kebaikan dg balasan kebaikan yang berlimpah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s