Ada Cinta Dalam Diam

“Kak, maw buat psen dan kesan nggak buat ortu? Klo iya, smsin skrg kesini, ntar kita kasih ke ortu kakak waktu acara siang?”, sms dari LO itu seakan membangunkanku dari ‘tidur’ yang panjang. Selama ini aku terlelap dalam karakter diamku. Aku sendiri bingung apakah ini karena warisan atau hanya karena pergaulan saja. Tapi yang aneh, kakak dan adikku juga mempunyai sifat yang cenderung sama: pendiam, pemalu, kurang ekspresif. Mungkin karena memang lingkungan keluarga yang membentuk kami menjadi seperti itu. Tidak heran, komunikasi kami cenderung biasa saja, tidak seperti keluarga tetangga yang begitu dekat. Apa karena kami semua laki-laki? Sepertinya tidak juga, soalnya keluarga tetangga juga banyak laki-lakinya, tapi mereka bisa begitu dekat.

Sejauh yang aku ingat, aku belum pernah menyatakan secara langsung pesan/kesanku pada Ibu. Selama ini hanya pesan tidak langsung yang sering aku sampaikan ke teman-temanku, tentang betapa ‘sempurna’nya Ibu bagiku. Padahal ingin sekali rasanya menyampaikan rasa itu secara langsung, tapi entah kenapa serasa ada sesuatu yang aneh jika hendak mengatakannya. Entah kenapa tiba-tiba mulut ini tak bisa berkata sewajarnya, tak mau mengikuti keinginan hati yang menggebu. Tidak hanya kepada Ibu, kepada kakak dan adik juga terdeteksi gejala yang sama. Sangat berat untuk memulai komunikasi yang ‘cair’. Oleh karena itulah, aku lebih suka berkomunikasi dengan tulisan. Lebih suka sms daripada telpon.

Aku masih memandangi pesan pendek di layar HPku. Mungkin inilah saatnya aku menyampaikannya. Meski masih belum bisa secara langsung, tapi aku harap pesanku ini bisa mewakili apa isi hati. Bahwa ada cinta dalam diam, layaknya diamnya Habibie dan Ainun yang selalu memancarkan cinta. Meski terpisah ruang waktu dan terhijab oleh aktivitas masing-masing, energi cintanya selalu menguatkan satu sama lain. Begitu juga doa dan harapku untuk Ibu…

Meski tak mampu mengungkap lewat laku
Ada cinta dalam diamku
Meski tak bisa mengurai lewat kata
Ada cinta dalam air mataku
Kepada Allah kutitipkan cinta ini
Untukmu yang berhati lembut

—hanya seberkas gundah di keheningan malam

11 thoughts on “Ada Cinta Dalam Diam

  1. memang terasa rada aneh ketika kita pengen mengucapkan begitu banyak cinta kepada orang tua kita. Saya juga ingin mengucapkan begitu banyak cinta kepada orang tua saya di kampung tetapi ketika saat itu tiba, bibir ini terasa tak bisa digerakkan. Salah satu solusinya sih mungkin dengan memberi hadiah..
    he he jadinya “ada cinta lewat hadiah”

  2. @mas fifin: salah satu solusi yg mumpuni, “ada cinta lewat hadiah”🙂
    @lilis: berarti klo ini namanya, “ada cinta lewat sms”, hehe😀

  3. samaaa, kalo udah di depan orang tua, mau ngomong “terima kasih” aja susah, rasanya ga pantes gitu ngomongnya. kata “maaf” juga susah terucap, kenapa ya? bingung juga…

  4. ehm…stlah mbaca tulisan ini, sprtinya bgtu jg kluarga sy. Pdhal sy 2 bsaudara perempuan smua. Tp krn ibu sy sakit sjk sy msh SMA jd nya kurang bnyk ngbrol, takut mbebani. Kalaupn dgn bapak, hal2 pnting sj.

    Lalu ktka masuk dan mngenal kluarga mas fifin…beda skali, kluarganya mmg lbh care, rame, dan tradisi ngbrol begitu lekat.

    Yah…lingkungn yg mbentuk stiap karakter…

  5. @mita: wah ternyata mengalami hal yg sama, kirain sy doang😀
    @mba dwi: iya, sebenernya sy jg pengen bgt ngobrol/curhat dg ibu, adik, kakak, ato mbah tp klo udah di dpan mereka, malah ngobrolin yg lain. makanya sy siasatin dg sms/surat/email, soalnya sy bisa berpikir dulu tanpa melihat ekspresi mereka yg terkadang membuat sy “gerogi’😀

  6. Tak semua perasaan cinta dpt terucapa dalam kata bnyk yg di smpan dlm hati krn itu lebih baik ,,,nice artikel bro i like it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s