Teruntuk Sahabatku

Saat hati ini merindu akan hadirmu, saat raga ini harus terpisah oleh dimensi ruang dan waktu, semoga barisan syair ini bisa menjadi penawar rindu itu…

Kepada sahabatku

Di kegelapan yang hitam pekat ini

aku menatapmu dengan mata hatiku

aku datang dari jauh menuju fajar baru

dengan cita-cita yang mengharu biru kalbu

untuk mengangkat panji Islam kembali

seperti dahulu

—Sebagian diambil dari buku Bagaimana Menyentuh Hati karya Abbas As-Siisi

Bukankah hati kita telah lama menyatu

Dalam tali kisah persahabatan ilahi

Genggam erat tangan kita terakhir kalinya

Hapus air mata meski kita kan berpisah

Selamat jalan teman

Tetaplah berjuang

Semoga kita bertemu kembali

Kenang masa indah kita

Sebiru hari ini

—Dikutip dari lirik Sebiru Hari Ini karya Edcoustic

2 thoughts on “Teruntuk Sahabatku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s