Kursus Bahasa Spanyol

Tidak pernah terpikir olehku untuk mempelajari bahasa Spanyol. Selama ini aku hanya ingin menguasai 5 bahasa: Inggris, Arab, Jepang, Prancis, dan Sunda. Belakang baru menyadari kalau bahasa Spanyol sangat penting, terutama jika tinggal di benua Amerika. Bahasa Spanyol merupakan bahasa resmi negara yang paling banyak digunakan di dunia. Di Amerika latin, hanya Brasil yang tidak menggunakan bahasa Spanyol.

Sekarang ada kecenderungan untuk belajar bahasa Spanyol, menggeser keinginan belajar bahasa Prancis. Bahasa Spanyol setidaknya lebih mudah dipelajari dibanding bahasa Prancis. Salah satu faktor kemudahannya adalah pengucapan yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Selain itu, disiarkannya La Liga dengan menu spesial “El Classico” antara Real Madrid vs Barcelona menambah ramai aroma Spanyol di negeri ini. Bandingkan dengan bahasa Prancis yang sengau-sengau gimana gitu, kaya orang lagi kumur-kumur (*kata salah  seorang dosen yang pernah kuliah di Prancis hanya dengan persiapan belajar bahasa seminggu). Tapi justru itulah daya tarik bahasa Prancis, terdengar seksi ceunah. Selain itu, dalam sejarah siaran sepak bola di Indonesia, sepertinya tidak pernah menyiarkan liga Prancis. Padahal siaran sepak bola merupakan salah satu media promosi bahasa yang cukup efektif. Aku dulu banyak tahu bahasa Italia (*ga banyak juga sih), gara-gara mantengin Lega Calceo yang lagi booming-boomingnya waktu itu. Okay, balik lagi ke topik semula. Intinya, untuk saat ini, mending belajar bahasa Spanyol dulu.

Kebetulan, sekarang lab IC Design PAU kedatangan anggota baru. Jose, dia mengenalkan dirinya. Berasal dari kota &x$%*# (ga inget, panjang soalnya) di pinggiran Madrid. Dia di sini dalam rangka mengerjakan Tugas Akhir (TA) sampai 5 bulan ke depan. Dia tidak sendiri ke Indonesia, ada temennya yang di lab Bioteknologi PAU, ada juga yang di Polban (atau Polman ya?), dan di Indosat. Mereka pernah rame-rame berkunjung ke lab IC Design tempo hari. Yang kuingat hanya dia dan temennya, Sergio. Sedangkan tiga (atau dua ya?) cewe tidak sempat aku berkenalan.

Momen yang paling ditunggu kami adalah saat jam makan siang. Selain kita bisa menyantap makan, kita juga bisa dapat kursus bahasa Spanyol gratis dari dia. Lumayan, untuk sekedar bertanya “apa kabar”, “selamat siang”, “sampai jumpa”, dan ungkapan sehari-hari udah tahu. Sayang tidak tiap hari kursus ini buka, tergantung kedatangan dia dan berkumpulnya kami. Kita lebih sering ngobrol pake bahasa inggris. Ga papa lah. Anyway, ternyata dia betah tinggal di Indonesia, suka dengan makanan Indonesia (*asal jangan yang pedas, padahal kebanyakan pedas), suka juga dengan keramahan orang Indonesia. Paling yang buat dia kesal adalah transportasi yang suka macet, makanya dia mutusin untuk jalan kaki aja.

Sekian dulu, semoga besok kursusnya buka🙂

—buenas noches y adiós

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s