Lari Pagi (Lagi)

Dua pekan nyaris tanpa olahraga, sebulan lebih ga main futsal, dan parahnya setahun lebih ga lari pagi. Hari ini, pagi ini, untuk pertama kalinya aku kembali menginjakkan kaki di lintasan lari Saraga. Wah, jadi berpikir seperti pemain bola yang comeback setelah lama bergulat dengan cedera. Ada rasa bahagia, juga gerogi apakah masih kuat mengelilingi sekian putaran tanpa berhenti. Daripada terus memikirkan, mending talk less do more. Lariii!!!

Sabuga di sabtu pagi

Ternyata baru 3 putaran (atau 2 ya?), nafas udah ngos-ngosan ga karuan. Kaki udah mulai pegel-pegel. Wah, capek juga nih. Istirahat dulu ah. Koridor selatan saraga menjadi tempat pilihanku mengatur kembali aliran nafas yang begitu deras berhembus. Sesekali melihat dari kejauhan barisan orang yang bergerak seirama dengan musik yang nge-bit. Senam. Terlihat begitu nikmat, sayang aku ga suka senam. Di belakang barisan senamers, ada sejumlah bapak-ibu yang sedang memeragakan sesuatu. Mirip senam tapi lebih lemah gemulai. Apakah ini yang dinamakan yoga? Entahlah, aku ga terlalu mengerti. Di sisi lain, ada mas-mas yang begitu semangat ber-shit up ria. Meski begitu, pemandangan pagi ini masih didominasi para pelari pagi (*mungkin lebih tepat pejalan pagi). Mereka semua terlihat menikmati sabtu pagi ini. Aku masih terduduk sibuk mengamati simfoni pagi sabuga, yang sudah lama tak kulihat. Begitu banyak kepingan hidup yang seharusnya bisa dinikmati, tidak hanya berkutat dengan komputer dan lab. Okeh, from this time, lets enjoy the life!

Kebetulan ada temen yang menyapa dan mengajak kembali berlari. Ayo, siapa takut. Berapa puteran pun aku layani. Memang, sebenernya tadi berhenti bukan karena cape berlari, tapi lebih karena bosan berlari sendiri. Kalau ada temen, berapa puteran pun ga akan berasa, karena berlari sambil ngobrol ke sana ke mari, curhat ini curhat itu, jadi enjoy pokokna mah. Terbukti, tiga puteran ga berasa apa-apa. Namun, karena waktu sudah memanggil untuk segera pulang, sampai di situ pulalah agenda lari pagi kali ini. Kami pun berpisah, mengambil jalan pulang masing-masing.

Lontong kari sapi

Tidak afdhol rasanya pulang dengan perut kosong. Mampirlah sejenak  ke tempat jajanan pagi. Lontong kari menjadi menu pilihan, menyisihkan kupat tahu. Inilah dua jajanan yang paling banyak ditawarkan untuk mengisi perut. Bagiku, keduanya sama saja. Biar adil biasanya digilir. Jika sebelumnya kupat tahu, maka sekarang lontong kari. Dan sebaliknya. Alhamdulillah, hak perut sudah aku penuhi. Sekarang giliran memenuhi hak badan: mandi😀

Mudah-mudahan pekan depan bisa lanjut lagi dan semoga ada yang menemani🙂

2 thoughts on “Lari Pagi (Lagi)

    1. hahaha…iya, biasanya pagi2 udah berkutat dg koding, tiba2 bingung mau ngapain, ya udah deh lari pagi😀
      *ternyata selain bikin sehat badan, jg sehat pikiran (refreshing), hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s