Yang Telah Lalu

Kepala terasa mulai berat: antara ngantuk  dan mumet. Sudah berhari-hari melakukan debugging tidak juga menemukan hasil. Ternyata benar apa kata Brian Kernighan, debugging is twice as hard as writing the code in the first place. Masih mending jika kita sendiri yang membuat desain itu, paling tidak kita kebayang kemungkinan-kemungkinan lokasi dimana bug tersebut bersembunyi. Jika kita hanya sebagai tim verifikasi, diperlukan metode, pendekatan, tool, dan jam terbang yang mumpuni kalau mau menemukannya secara cepat. Selain itu diperlukan juga komunikasi yang baik antara desainer dan verificator.

Daripada terus berkutat pada kepenatan, mending sejenak beristirahat. Sekedar mendengarkan lagu, keluar ruangan untuk menghirup udara segar, atau bisa juga tidur! Kali ini aku lebih memilih untuk melihat-lihat album foto yang telah lalu. Lumayan, bisa menumbuhkan senyum dan menghilangkan masalah, meski hanya sebentar. Album ini mengingatkanku akan saat-saat merantau di negeri orang. Penuh kesan! Banyak pelajaran yang bisa diambil. Mungkin suatu saat aku akan menuliskan sebagian kisah penuh hikmah tersebut. Untuk sekarang, cukup lihat foto dulu aja…

Teman sekamar @room 308 Cliff Appartement
Belajar bikin nasi goreng plus dadar telor @room 304
Oleh-oleh sebelum mudik

—ingin menulis banyak apa daya mumet dan ngantuk mendera

6 thoughts on “Yang Telah Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s