Yang Terbaik Bagimu

Penjiwaan terhadap lagu sangat bergantung dari kondisi hati saat mendengarkannya. Satu lagu yang sama bisa menghasilkan ekpresi yang berbeda. Kadang datar-datar saja, kadang gembira, atau ekstrimnya berurai air mata. Variabel lain yang berpengaruh adalah lingkungan sekitar. Sangat susah bagi kita untuk menangis, di saat teman-teman sekitar kita tersenyum. Begitu juga sebaliknya.

Ada satu lagu yang sudah sangat populer di telinga kita. Lagu bertajuk Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) ini dinyanyikan oleh Ada Band featuring Gita Gutawa. Pertama kali diluncurkan ke pasar tahun 2005 lalu, lagu ini bersama 11 lagu lain yang tergabung dalam album Heaven of Love berhasil mengantarkan Ada Band memperoleh penghargaan Quadruple Platinum dengan raihan penjualan melebihi 600 ribu kopi. Apa yang istimewa dari lagu ini? Melodi yang indah sudah jaminan. Lirik yang dalam juga sudah jelas. Apalagi merdu dan harmoni suara Donnie dan Gita, sudah tidak diragukan lagi. Terlepas dari apa yang tadi sudah disebutkan, ada satu hal yang sangat spesial dari lagu ini.

Lagu wisuda! Begitulah salah seorang sahabat menyebutnya. Entah sejak kapan lagu ini dinyanyikan saat malam wisuda jurusan kami. Yang jelas, beberapa malam wisuda terakhir yang aku ikuti, terdengar paduan suara lagu ini yang menggetarkan hati. Aku yang biasanya enjoy saja mendengarkan lagu ini, tiba-tiba larut dalam kesyahduan dan kesenduan. Aku yang biasanya sulit untuk menangis, hari itu tidak kuat menahan butiran air mata yang ingin terjatuh. Betapa tidak, meski ada suara fals yang mengiringi, kebersamaan dalam bernyanyi di hadapan orang tua begitu mengharukan. Malam dimana mereka secara resmi dilepas dari kampus impian (ada yang 4 tahun pas, lebih sedikit, atau lebih banyak) merupakan saat-saat yang tak terlupakan. Tidak terbayang olehku. Meski aku hanya sebagai penonton, aku bisa larut dalam keharuan itu. Bagaimana jika aku yang ada di antara mereka, berada di depan orang tua tercinta? Mungkin tidak kuasa diri ini untuk menahan isak tangisnya.

Momen indah itu semakin dekat. Momen yang sangat ditunggu-tunggu mahasiswa tingkat lanjut yang sedang berjuang dengan tugas akhirnya. Momen untuk melepaskan beban untuk sementara. Sejenak beristirahat, untuk mengemban tugas berikutnya dalam melewati episode-episode kehidupan. Itu juga yang sedang kuhadapi. Untuk pertama kalinya aku akan membawa keluargaku keluar dari kampung halamannya. Melihat warna lain dunia. Meski tidak lama, semoga bisa menguatkan ikatan cinta di antara kami. Sebagai tambahan bekal bersua kembali  di surga-Nya kelak. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s