Bidadari Surga Dalam Mihrab Cinta

Suatu waktu aku sedang berselancar di dunia maya, menjelajah blog demi blog sahabat, dan mencari informasi baru dari berbagai penjuru bumi. Dan terdamparlah aku di sebuah blog kawan dekat. Darinya aku mendapatkan link blog istrinya. Nah, ada yang menarik di salah satu tulisannya yang bertajuk Bidadari-Bidadari Surga di Bumi Cinta. Hmm…dari judulnya, terasa sudah tidak asing lagi. Benar saja. Dua judul novel best seller oleh beliau dirangkai menjadi satu kesatuan yang indah. Bidadari-Bidadari Surga adalah buah karya Tere Liye keluaran tahun 2008, sedangkan Bumi Cinta ditulis oleh Habiburrahman El-Sirazy awal tahun ini.

Kang Abik memang sudah begitu melekat di hati para pecinta novel. Dengan di-film-kannya Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, namanya juga dikenal oleh hampir semua kalangan, termasuk kelompok Sufi (Suka Film). Bahkan rencananya 23 Desember 21010 ini Dalam Mihrab Cinta akan kembali menggebrak dunia perfilman kita. Tidak sabar untuk segera menontonnya. Terus terang dari segi cerita, DMC ini lebih aku sukai dibanding pendahulunya, AAC atau KCB. Di sana terasa lebih dekat dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama di Indonesia. Bandingkan dengan AAC dengan Fahri-nya, atau KCB dengan Azzam-nya yang hampir sempurna sebagai seorang laki-laki. Mereka menjadi dambaan banyak wanita, sebagai sosok pendamping idaman. Di DMC kali ini, Syamsul sebagai pemeran utama lebih “manusiawi” dengan pernah terjerumusnya ke dalam jurang kemaksiatan, yaitu sebagai pencopet (meskipun awalnya dipaksa). Kalau di dua novel (satu film) sebelumnya, kita dibuat terpesona dengan keindahan alam negeri seribu satu menara, di film ini kita disuguhi pesona khas Indonesia: Pesantren tradisional di wilayah Jawa Timur. Masing-masing mempunyai kelebihan tersendiri, tinggal dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Cover Film Dalam Mihrab Cinta

Jika Kang Abik sudah begitu tersohor, bagaimana dengan Tere Liye? Jujur, aku sendiri belum begitu mengenalnya. Hanya sering mendengar dan membacanya sekilas. Dari namanya saja, terasa aneh, seperti bukan nama asli. Menurut referensi, arti dari tere liye adalah untukmu (untuk ibu, ayah, kakak, adik, sahabat, tetangga, tapi di atas segalanya, hanya untuk-Mu). Namun dari sisi kemampuannya menulis, tidak perlu diragukan lagi. Novel-novelnya selalu laris di pasaran. Banyak yang berpedapat bahwa novelnya sederhana tapi begitu menyentuh, mampu menghadirkan tokoh dan suasana yang hidup, mengajak kita untuk lebih memaknai hidup dengan bersyukur. Ketulusan, itu lah kuncinya. Ia lah wasilah pembuka hati. Semoga (Insya Allah) novel-novel karya bisa difilmkan, sebagai oase penyejuk iman ditengah padang film horor bin porno yang kian menjamur di negeri kita.

Karya-Karya Tere Liye

Akhirnya, atas rekomendasi teman tersebut, aku pun bergegas mencari novel-novel karya Tere Liye. Tidak butuh waktu lama, alhamdulillah sekarang sebagian novel tersebut sudah ada di tanganku. Minimal sudah ada, meskipun belum sempat di baca J. Sepertinya ini sudah jadi kebiasaanku, mempunyai dulu. Membacanya bisa kapan saja, terutama saat mood itu datang, hehe😀 Apalagi sekarang juga TA dan proyek menuntut perhatian lebih dari ku. Harus mulai berlatih membagi waktu dan perhatian nih😛

15 thoughts on “Bidadari Surga Dalam Mihrab Cinta

  1. masing2 dari kang abik maupun Tere Liye memiliki bahasa dan gaya yang khas, bahasa yang indah yang mencoba menyampaikan berbagai makna dari balik cerita yang digubahnya,,

    untuk bisa mencapai tahap ini kayanya harus ada niatan dan ikhtiar khusus, semoga bagi barang siapa yang bermaksud menjadi para pejuang dakwah dengan pena, Allah memudahkan jalan mereka

    ^_^

  2. wah kalau saya penggemar sejati novelnya kang abik…
    novel2 terbarunya selalu saya buru plus juga filmnya tentu saja,
    meskipun filmnya tidak seindah novelnya tetap saja akan memberikan sesuatu yang berbeda ^_^

    wah bulan desember ini ya film dalam mihrab cinta??
    wahhhh jadi ndak sabar buat nonton!!

    untuk tere liye memang saya belum pernah membaca novelnya (meski istri sangat menyukainya)
    jadi ndak bisa komentar deh ^_^

  3. wah, kita ternyata 1 madzhad😀
    sy baru mau membaca novel2nya tere liye berkat saran dari istrinya mas fifin🙂
    Iya, ato mau nonton bareng anak VS ato Xirka? Mereka pada mau ga ya nonton film indo, biasanya nontonnya hollywood😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s