Artefak Hidupku

Garasi asrama Etos begitu kotor dan berantakan. Sejak kepindahan dari Tubagus ke Sekeloa bulan Juli lalu, garasi ini menjadi tempat bertumpuknya segala macam barang. Ada pakaian kotor, audio atau video CD, peralatan elektronik, dsb. Namun, yang paling menyita memori ruangan adalah banyaknya buku dan dokumen warisan alumni Etos. Akhirnya, sabtu pagi pasca halaqah, dikerahkanlah pasukan asrama untuk membersihkannya. Beberapa aturan mainnya seperti ini:

  1. Buku bekas jangan dijual apalagi dibuang. Kumpulkan jadi satu dan letakkan di lemari buku di ruang tamu.
  2. Majalah bekas sekiranya masih bermanfaat, silakan digunakan lagi. Jika tidak ada yang membutuhkan, dijual saja.
  3. Kumpulan kertas (tugas, ujian, fotokopian, dll) dijual saja, kecuali jika ada yang membutuhkan.
  4. Tumpukan CD (backup data kuliah, nashid, film, dll) dikumpulkan jadi satu saja. Jangan dijual (dijual juga ga laku).
  5. Untuk pakaian kotor, lebih baik diserahkan ke laundry karena sepertinya masih bagus. Beberapa di antaranya adalah jakit himpunan ITB. Lumayan juga kalau dijual, pasti banyak peminatnya😀
  6. Barang lain yang sudah tidak berguna, dienyahkan saja (taruh di trash bag).

Aku coba mengorek-orek tumpukan buku. Berharap menemukan beberapa buku yang hilang sejak kepindahan asrama Juli lalu. Waktu itu aku tidak bisa ikut pindahan karena masih berada di negeri-nya Obama. Tumpukan demi tumpukan aku periksa dengan teliti, namun tak jua menemukan hasil. Beberapa buku/dokumen berharga yang hilang tersebut adalah:

1. Diari/Agenda

Berisi mimpi-mimpi yang kutuliskan sejak awal tingkat 1. Juga berisi ringkasan tausyiah, training, atau seminar yang pernah aku ikuti. Dan yang terpenting, di sana aku selipkan potongan kertas berisi impianku yang aku tulis saat kelas 3 SMA bersama teman satu lingkaran perjuangan. Itulah potongan saksi sejarah atas terwujudnya impianku. Aku ingin sekali melihatnya kembali, terutama saat futur (demotivasi) menghampiri.

2. Buku Diari Budi Raharjo

Buku ini baru saja aku beli. Bercerita tentang ide dan tulisan dari seorang yang luar bisa. Bisa disebut pakar IT, trainer, blogger, entrepreneur, dsb. Namun, sebagai mahasiswa Elektro ITB, aku lebih sering memanggilnya dosen. Beliau salah satu dosen yang kukagumi dan menginspirasi. Untuk itulah aku membeli buku diarinya. Sayang, belum sempat membacanya buku itu sudah raib. Aku hanya sempat membaca salah satu bagian buku tentang Silicon Valley dan bagaimana perkembangan India dan China (IC). Apakah aku harus membelinya lagi? Hmmm….sepertinya perlu pikir-pikir lagi dulu.

3. Sertifikat

Beberapa sertifikat juga hilang. Ada sertifikat trainer Strategi Sukses Di Kampus (SSDK), Salman Basic Training (SBT), dan training/seminar yang lain. Untung saja, ijazah SMP-SMA sudah dibawa pulang ke rumah lagi. Coba kalau hilang juga, bisa berabe urusannya.

Aku terdiam saat melihat satu dua barang di antara tumpukan yang lain. Dengan senyum, ingatanku pun terlempar ke beberapa tahun silam, saat pertama kali mendapatkan barang itu. Itulah artefak hidup, yang mengingatkanku akan masa laluku. Untuk barang yang pertama, aku dapatkan dari P3R Salman ITB. Ketika itu aku menjadi ketua Buka Bareng Se-ITB. Merupakan ucapan terima kasih dan selamat hari raya Idul Fitri 1428 H. Sedangkan barang yang kedua, aku dapatkan dari LPI Dompet Dhuafa Republika seseaat setelah sampai di Bogor dalam rangka Temu Etos Nasional 2007. Itulah identitasku, bahwa aku adalah Etoser 2006.

Kenang-kenangan dari P3R Salman ITB 1428 H
Etoser Bandung 2006

Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok (Hasan Al Banna)

2 thoughts on “Artefak Hidupku

  1. seringkali memang barang barang tertentu membuat kita tersenyum senyum sendiri mengenang masa masa lalu yang kadang lucu, unik, menyedihkan ataupun menyenangkan…
    termasuk tulisan tulisan di blog, mungkin suatu saat (2 tahun lagi) bakal tersenyum sendiri membaca tulisan kita hari ini.
    oke keep writing bro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s