Tentang Cinta

Sambil menunggu para hadirin dan tamu undangan hadir, ku buka HTC Touch Diamond-ku. Senyum langsung terkembang melihat sinyal internet kenceng. Yes, teriakku dalam hati. Tidak heran juga sih mengingat YPKP terletak di dekat pusat kota Bandung. Tanpa buang waktu dan pikir panjang, sekali sentuh, internet explorer langsung terbuka. Seperti biasa, email adalah nomor satu. Ga ngecek email sehari saja, rasa adanya sesuatu yang hilang dalam hidup ini (lebayyy). Wah, banyak sekali email yang masuk hari ini, termasuk email yang masuk ke kotak spam😛

Ternyata sebagian besar inbox terisi oleh email milis, entah itu milis beasiswa, jurusan, universitas, atau milis organisasi lainnya. Mataku kemudian mencoba bergerak cepat memilah dan memilih email mana yang berisi hal yang penting. Dan, ternyata hanya pesan biasa. Penting sih, tapi tidak penting banget. Pas melihat ke kategori Facebook, terlihat 40an email yang belum terbaca. Hmmm…sehari saja 40 pesan Facebook muncul. Apa ya isinya? Biasanya yang bikin penuh itu pesan dari thread di message atau note seseorang dengan banyak tag. Dan benar saja. Terlihat nama-nama aneh yang mengirim message ke inbox FB ku. Karena penasaran tentang apa, akhirnya situs yahoo pun sejurus kemudian berubah menjadi FB.

Ternyata tentang Cinta. Thread tentang cinta memang selalu bikin rame. Apalagi bagi mahasiswa tingkat tinggi (baca: akhir), topik yang satu ini bisa mengalihkan dunia TA-nya (lebayyy lagi nih). Namun, artikel yang satu ini memang bagus, menginspirasi. Cerita tentang sayyidina Ali yang berjuang keras melawan ego pribadinya untuk mendapatkan cinta sejatinya, Fatimah putri Rasulullah SAW. Beliau dengan lapang mempersilakan sahabatnya Abu Bakar Ash-Shidik dan Umar Bin Khatab untuk meminang Sang Putri tersebut. Beliau menyadari dengan sepenuh hatinya bahwa di antara mereka lah yang lebih pantas mendapatkan pendamping pujaannya. “Dengan segala yang dimiliki dan dipersembahkan mereka untuk Islam, apalah aku ini jika dibandingkan dengan mereka”, Ali berujar dalam hati. Kendati demikian, ternyata Rasulullah menolak lamaran Abu Bakar dan Umar secara berurutan. Ali pun bingung, sahabat sekelas Abu Bakar dan Umar saja ditolak. lalu siapa lagi yang berhak menjadi menantunya? Utsman kah? Sa’ad bin Mu’adz kah? Dan banyak nama berkelebat dalam pikirannya. Ali masih belum berani menyatakan perasaannya pada Rasulullah. Namun, berkat desakan teman-temannya, akhirnya Ali pun memberanikan diri menghadap Rasulullah dan menyampaikan niatannya mengkhitbah bidadari dambaannya itu. Dan apa jawaban Rasulullah? Ahlan wasahlan. Jawaban yang sempat tidak dimengerti oleh Ali -sebelum akhirnya dijelaskan oleh teman-teman yang mendesaknya- menjadi bukti suci apa itu Cinta.

Cinta tidak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan, itulah keberaninan. Atau ia mempersilakan, itulah pengorbanan. Cinta tidak pernah lepas dari dua kata itu. Ambil kesempatan, atau mempersilakan. Keberanian atau pengorbanan.

Sapa hadirin yang datang, tiba-tiba mengejutkanku dari tatapan khusyuk ke layar segi empat mini-ku. Oh…ternyata teman-teman dari satu jurusan, ada juga yang satu lab, dan satu perusahaan. Wah…mereka datang bareng, kompak euy. Jadi pengen. Sebagai pantia (yang tidak sepenuhnya panitia), aku harus datang pagi-pagi dan sendiri. Tidak apa-apalah. All izzz well🙂

NB: Untuk sahabatku sekaligus guruku: barakallahulakuma wabaraka ‘alaikuma wajama’a bainakuma fi khoir. Semoga antum bisa membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, bersama istri tercinta.

4 thoughts on “Tentang Cinta

  1. ya, memang smua butuh usaha, ga ada ceritanya kita diam tiba2 jodoh datang…
    klo pun ternyata tiba-tiba ada yg mendekati kita, itu pasti karena usaha2 sebelumnya yg baik kita sadari atau tidak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s