Jalan-Jalan ke Waduk Sempor

Setelah acara silaturahmi dengan temen-temen sekelas SMA selesai, aku diajak amad buat ikut jalan-jalan ke waduk Sempor. Waduk ini sering aku dengar, selain waduk Wadas Lintang tentunya, yang sama-sama ada di kabupaten Kebumen. Karena penasaran, dan berpikir kapan lagi bisa jalan-jalan dengan mereka selain pas lebaran (itu juga kalau lebaran pada mudik), aku mengiyakan. Namun, karena motor yang kutunggangi mau dipakai kakak, aku harus balik dulu dan nyari boncengan. Akhirnya Alipun menemaniku pulang, dan memboncengiku selama perjalanan ke Sempor.

Sempor terletak di kecamatan Sempor, sebelah utara kecamatan gombong, kabupaten Kebumen. Jika ditempuh dengan motor dari pusat kota Kebumen, mungkin butuh waktu sekitar 1 jam. Sesampainya di sana, yang terlihat adalah hamparan air yang dikelilingi oleh gunung beserta hijaunya pepohonan. Di saja juga terlihat sejumlah keluarga yang sedang rekreasi, pasangan yang sedang berpacaran, dan beberapa orang yang sedang memancing. Di dekat waduk, ada bangunan PLTA Sempor. Memang sudah diketahui umum bahwa waduk biasanya selain digunakan sebagai pengatur air (irigasi) juga sebagai pembangkit listrik.

Di sana kami tidaklah lama. Mungkin hanya sekitar setengah jam. Waktu dihabiskan dengan menikmati pemandangan alam dan mengabadikannya dengan kamera. Setelah itupun, kita bergegas meninggalkan Sempor dan kembali ke rumah masing-masing. Namun, tidak afdhol rasanya jika belum menikmati kuliner khas Sempor. Untuk itulah, kami menyempatkan diri mampir di Rumah Makan Pak Muh, tidak terlalu jauh dari waduk Sempor. Mungkin hanya ditempuh dalam tempo 10 menit pake motor. Tatanan tempatnya bisa dibilang nyaman. Katanya masakannya pun enak. Bisa terlihat dari pengunjung yang cukup memadati seisi saung-saung kecil di dalamnya. Menu pun datang. Kita pesen paketan cumi, ikan nila, cah kangkung, ikan guramai, kepiting (sayang sudah habis). Paling yang bikin kesel adalah nunggunya. Lama banget untuk ukuran perutnya yang sudah lapar, hehehe.

Akhirnya datang juga. Tanpa pikir panjang, kita langsung mengambil piring, nasi, dan lauknya. Karena kita pesennya paketan, masing-masing dari kita bisa mencicipi semua jenis makanan. Makan dengan tangan secara lesehan plus doa sebelumnya ditambah lagi kondisi perut sedang lapar, membuat makan kali itu begitu nikmat. Apalagi kita makannya bareng-bareng dengan teman yang sudah lama ga ketemu (bisa disebut keluarga juga). Bahkan di antara kita ada yang nambah. Aku sebenernya pengen nambah karena memang mulut masih bersemangat, namun ternyata perut sudah berkata tidak. Yah, mungkin karena terbiasa makan sedikit, jadi baru makan dikit aja udah terasa kenyang.

Sekian dulu jalan-jalan dan wisata kulinernya, kita sambung lagi lain waktu. Tidak lupa terima kasih kuucapkan untuk rekan-rekan Matrix ’06. Semoga kita sukses dan bahagia di jalan kita masing-masing. Amiin.

Waduk sempor di kala sore

Geng Matrix yang suka jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s