Open Recruitment Beastudi Etos Bandung Tahun 2010

Frequently Asked Questions (FAQs)

1. Apakah Beastudi Etos itu?

Beastudi Etos adalah beasiswa SDM yang mengelola biaya pendidikan, pembinaan, dan pelatihan, serta pendampingan mahasiswa. Saat ini tersebar di 9 wilayah dan 11 PTN dengan penerima manfaat sebanyak 874 orang, terdiri dari 397 penerima manfaat aktif dan 477 alumni. Penerima manfaat Beastudi Etos selanjutnya disebut sebagai Etoser.

2. Apa saja yang bakal didapatkan?

  • Penggantian biaya masuk PTN
  • SPP semester I dan II
  • Uang saku Rp 450.000,00 per bulan selama 3 tahun
  • Akomodasi asrama selama 3 tahun
  • Pelatihan Pengembangan Diri (Self Development Training)

3. Siapa saja yang boleh mendaftar?

Mahasiswa/mahasiswi angkatan 2010 ITB atau UNPAD yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sedang tidak menerima beasiswa lain, serta berasal dari jurusan/fakultas sebagai berikut:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)

STEI, FTI, FTTM, SF, FTMD, FTSL, FITB, SAPPK

  • Universitas Padjajaran (UNPAD)

Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Studi Pembangunan, Hukum

4. Apa saja tahap seleksinya?

  • Seleski administratif
  • Seleksi wawancara

5. Bagaimana cara pendaftarannya?

Mengisi formulir pendaftaran dan syarat wawancara yang dapat didownload di etosbandung.wordpress.com

6. Dokumen apa saja yang harus dipersiapkan?

  • Formulir pendaftaran dan syarat wawancara
  • Surat keterangan tidak mampu dan slig gaji/surat keterangan penghasilan dari ketua RT atau DKM setempat
  • Fotokopi raport SMA, STTB, Kartu Keluarga, KTP dan KTM
  • Foto 4×6 sebanyak 2 lembar
  • Foto rumah (tampak keseluruhan dan bagian dalam)
  • Surat berisi rencana hidup (life plan) ke depan

7. Kemana formulir pendaftaran dikirimkan?

Semua dokumen dikumpulkan dalam satu map dan dikirimkan via pos atau datang langsung ke Asrama Beastudi Etos, Jalan Ciheulang 89 Sekeloa Bandung 40134

8. Kapan deadline pengumpulannya?

Pengumpulan formulir pendaftaran dibuka sampai tanggal 8 Oktober 2010

9. Dimana bisa mendapat informasi lebih lengkap?

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi website etosbandung.wordpress.com atau lpi-dd.net, dapat juga dengan menghubungi Nur Ahmadi (085659117725) atau Iin Parlina (085720328546), email: etosbandung@yahoo.com

10. Dimana letak asramanya?

Asrama Putra: Jalan Ciheulang 89 Sekeloa Bandung 40134

Asrama Putri: Jalan Cisitu Baru 29 Dago Bandung 40135

Jalan-Jalan ke Waduk Sempor

Setelah acara silaturahmi dengan temen-temen sekelas SMA selesai, aku diajak amad buat ikut jalan-jalan ke waduk Sempor. Waduk ini sering aku dengar, selain waduk Wadas Lintang tentunya, yang sama-sama ada di kabupaten Kebumen. Karena penasaran, dan berpikir kapan lagi bisa jalan-jalan dengan mereka selain pas lebaran (itu juga kalau lebaran pada mudik), aku mengiyakan. Namun, karena motor yang kutunggangi mau dipakai kakak, aku harus balik dulu dan nyari boncengan. Akhirnya Alipun menemaniku pulang, dan memboncengiku selama perjalanan ke Sempor.

Sempor terletak di kecamatan Sempor, sebelah utara kecamatan gombong, kabupaten Kebumen. Jika ditempuh dengan motor dari pusat kota Kebumen, mungkin butuh waktu sekitar 1 jam. Sesampainya di sana, yang terlihat adalah hamparan air yang dikelilingi oleh gunung beserta hijaunya pepohonan. Di saja juga terlihat sejumlah keluarga yang sedang rekreasi, pasangan yang sedang berpacaran, dan beberapa orang yang sedang memancing. Di dekat waduk, ada bangunan PLTA Sempor. Memang sudah diketahui umum bahwa waduk biasanya selain digunakan sebagai pengatur air (irigasi) juga sebagai pembangkit listrik.

Di sana kami tidaklah lama. Mungkin hanya sekitar setengah jam. Waktu dihabiskan dengan menikmati pemandangan alam dan mengabadikannya dengan kamera. Setelah itupun, kita bergegas meninggalkan Sempor dan kembali ke rumah masing-masing. Namun, tidak afdhol rasanya jika belum menikmati kuliner khas Sempor. Untuk itulah, kami menyempatkan diri mampir di Rumah Makan Pak Muh, tidak terlalu jauh dari waduk Sempor. Mungkin hanya ditempuh dalam tempo 10 menit pake motor. Tatanan tempatnya bisa dibilang nyaman. Katanya masakannya pun enak. Bisa terlihat dari pengunjung yang cukup memadati seisi saung-saung kecil di dalamnya. Menu pun datang. Kita pesen paketan cumi, ikan nila, cah kangkung, ikan guramai, kepiting (sayang sudah habis). Paling yang bikin kesel adalah nunggunya. Lama banget untuk ukuran perutnya yang sudah lapar, hehehe.

Akhirnya datang juga. Tanpa pikir panjang, kita langsung mengambil piring, nasi, dan lauknya. Karena kita pesennya paketan, masing-masing dari kita bisa mencicipi semua jenis makanan. Makan dengan tangan secara lesehan plus doa sebelumnya ditambah lagi kondisi perut sedang lapar, membuat makan kali itu begitu nikmat. Apalagi kita makannya bareng-bareng dengan teman yang sudah lama ga ketemu (bisa disebut keluarga juga). Bahkan di antara kita ada yang nambah. Aku sebenernya pengen nambah karena memang mulut masih bersemangat, namun ternyata perut sudah berkata tidak. Yah, mungkin karena terbiasa makan sedikit, jadi baru makan dikit aja udah terasa kenyang.

Sekian dulu jalan-jalan dan wisata kulinernya, kita sambung lagi lain waktu. Tidak lupa terima kasih kuucapkan untuk rekan-rekan Matrix ’06. Semoga kita sukses dan bahagia di jalan kita masing-masing. Amiin.

Waduk sempor di kala sore

Geng Matrix yang suka jalan-jalan

Silaturahmi Matrix ’06 SMA N 1 Kebumen

Ahad, 3 Syawal 1431 H (12 September 2010), bertempat di kediaman Akhmad Nur Hidayat (ANH), berkumpulah sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai MATRIX ‘06. Kelompok yang pada awal berdirinya terdiri dari 40 orang dengan komposisi 20 putra dan 20 putri ini, berkumpul dengan satu tujuan pokok dan beberapa tujuan turunan (jadi ingat pas belajar bab besaran mata pelajaran fisika). Tujuan pokoknya adalah silaturahmi setelah sekian lama terpisah secara fisik oleh perbedaan wilayah perjuangan meraih mimpi masing-masing (meski pada hakikatnya selalu terhubung secara maya). Harapannya dengan silaturahmi ini, banyak manfaat yang bisa didapat, dari sekedar mengetahui kabar terbaru dari teman, sharing pengalaman dan informasi, atau rencana kegiatan selanjutnya, yang pada akhirnya berharap semoga tali kekeluargaan ini tetap kuat. Berbicara mengenai tujuan turunan, ini akan bervariasi tergantung pribadi masing-masing. Jadi tidak akan dibahas di sini, dan silakan tanyakan kepada yang bersangkutan J

Aku yang juga termasuk sebagai anggota aktif MATRIX ’06 (klaim pribadi ^_^), sudah dipastikan hadir di acara tahunan ini. Tidak terasa sudah 5 kali aku mengikutinya sejak pertama kali digulirkan tahun 2006, tahun ketika kita dinyatakan lulus sebagai siswa SMA dan diamanahkan sebagai mahasiswa di perguruan tinggi masing-masing. Tahun ini tidak seramai tahun lalu pas di rumah Rendi, paling tidak dari sisi yang hadir. Meski tidak ingat benar jumlahnya, aku taksir kemarin yang hadir sekitar 20 orang berbanding 30 orang tahun lalu. Namun, bagi saya pribadi, yang penting bukanlah kuantitas yang penting kualitas. Sedikit tapi kompak jauh lebih baik daripada banyak tapi berantakan. Semoga saja di tahun-tahun ke depan kita semakin kompak.

Acara kemarin hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Acara dibuka oleh pembawa acara Ali, disusul sambutan dari sohibul bait Amad, kemudian sharing pengalaman dari perwakilan yang sudah kerja, sudah lulus, sudah ke luar negeri, dll. Sejurus kemudian datanglah soto dan es krim yang sudah ditunggu-tunggu oleh khalayak. Sambil menyantapnya, acara sudah tidak formal lagi (dari awal sebenarnya juga tidak formal :P). Canda dan tawa terdengar dari berbagai sudut ruangan KBIT Ulil Albab yang kita gunakan. Lama tak bersua membuat kita rindu untuk saling bercengkerama dan bercanda.

Satu hal yang terlupa adalah pembagian kenang-kenangan berupa jam dinding terbuat dari keramik bertuliskan MATRIX ’06 dan sederetan 40 nama penghuninya. Melihat nama-nama yang terpampang di jam persegi itu, terutama untuk beberapa nama, membuatku penasaran bercampur rindu. Sudah hampir 4 tahun aku tidak pernah melihat dan menyapanya lagi, meski hanya lewat dunia maya. Apakah mereka baik-baik saja? Apakah mereka merasakan kerinduan yang sama dengan kita? Terkadang memang dengan hanya mendengar kabarnya baik-baik saja, kita sudah merasa bahagia. Apalagi bisa bersua langsung. Itu merupakan kebahagiaan yang luar biasa (seperti itu pulalah –bahkan jauh lebih besar- perasaan orang tua terhadap kita). Aku hanya berdoa semoga aku bisa bertemu dengan mereka yang sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Minimal pada saat pernikahan mereka.

Berbicara tentang pernikahan, kemarin juga dibahas desain piala bergilir dan tetap bagi kita yang akan menikah. Hal ini semakin mendesak karena sekarang memang sudah dekat waktunya bagi kita untuk menyempurnakan agamanya (terutama bagi yang sudah bekerja). Sekarang, baru 2 orang di antara kita yang sudah menikah (bahkan punya momongan), yang semuanya berasal dari kaum hawa. Belum ada di antara kita, kaum adam, yang sudah mempunyai pendamping hidup. Menurut data dari beberapa intelijen, akan ada yang menikah dalam waktu dekat. Siapakah dia? Tunggu saja tanggal mainnya. Bagi PJ pembuatan piala, harap segera diselesaikan 😀

Kondisi TKP (cukup kondusif dan nyaman)

Yang tak kan terlupa