Ketika Pertolongan Allah Datang

Di dalam Al-Quran, makna pertolongan Allah dapat ditemui dalam dua jenis: نَصْرُ اللَّهِ dan نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ. Makna yang pertama berarti pertolongan Allah yang di dalamnya sama sekali tidak ada saham (turut andil) manusia. Pertolongan tersebut mutlak 100% langsung berasal dari Allah. Contohnya, jantung yg berdetak. Kita tidak bisa mengatur kapan jantung berdetak dan kapan jantung berhenti. Semua itu Allah yang mengatur. Makna yang kedua berarti pertolongan Allah yang didalamnya ada usaha manusia. Pertolongan tersebut turun karena memang ada sebab yaitu usaha dari manusia. Contohnya, lulus ujian. Kita akan lulus ujian atau bahkan mendapat nilai yang sangat baik karena pertolongan Allah lantaran kita telah belajar tekun sebelumnya.

Kata pertolongan Allah di dalam Al-Quran disebut sebanyak 37 kali dan kesemuanya itu berkaitan dengan tiga hal:

1. Ujian

Allah akan memberikan ujian kepada manusia untuk mengetahui siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan berjihad. Ujian ini adalah suatu hal yang fitrah dan semua orang pasti pernah mengalaminya. Semakin kuat iman dan tinggi ilmu seseorang, semakin berat pula ujiannya. Sederhananya, ujian bagi siswa SMP tentu lebih mudah dibanding siswa SMA, dan lebih mudah lagi dibanding mahasiswa. Tentunya Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita. Jadi jangan pernah menyerah, mengeluh, dan teruslah berpikir positif atas apa yang terjadi.

2. Sabar

Ketika berbicara sabar, maka sudah semestinya syukur juga disebut. Kata sabar dan syukur bagaikan pasangan serasi yang tidak terpisahkan. Ketika seseorang ditimpa musibah maka dia akan mentok di sabar, dan ketika seseorang diberi nikmat maka dia akan mentok di syukur. Sungguh indah akhlak manusia bila ia bisa bersabar saat mendapat musibah dan mampu bersyukur saat mendapat anugerah.

3. Puncak

Pertolongan Allah akan turun saat ujian yang dirasakan hamba-Nya mencapai puncak. Kita bisa melihatnya dari sirah-sirah nabi. Kita tahu bahwa Nabi Ibrahim tidak ditolong Allah ketika beliau diadili karena menghancurkan patung-patung berhala. Namun, pertolongan Allah datang ketika ujian mencapai puncaknya, yaitu saat beliau dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala. Dan seketika api itu menjadi dingin dan beliau pun selamat. Begitu juga dengan kisah Nabi Musa saat Allah menyelamatnya ketika pengejaran Firaun terhadapnya begitu gencar. Firaun begitu juga pengikutnya ditenggelamkan Allah di laut merah. Dengan begitu Nabi Musa dan umatnya bisa selamat memasuki wilayah yang sekarang dikenal dengan Palestina.

Jadi, ketika kita sedang mengalami sebuah ujian, maka bersabarlah dan berusaha mencari solusinya. Jika nantinya ujian itu sudah mencapai puncaknya dan kita sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, maka insya Allah pertolongan-Nya akan segera datang.

*disarikan dari isi khutbah Ust. Aam di Masjid Salman 20 Agustus 2010/10 Ramadhan 1431 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s