Tips Interview Fulbright Scholarship

Fulbright Scholarship merupakan salah satu beasiswa paling presitius di dunia. Beasiswa ini dicetuskan pertama kali oleh senator Amerika Serikat J. William Fulbright pada tahun 1946. Sampai tahun 2010, tercatat sudah 3000 penerima yang terdiri dari kalangan student, scholar, teacher, professional, scientist dan artist yang tersebar di 155 negara. Dan 40 di antaranya berhasil mendapatkan penghargaan terkemuka, Noble Prize. Tiap tahun begitu banyak orang yang memperebutkannya, namun hanya sebagian dari sedikit saja yang berhasil medapatkannya. Salah satu bagian terpenting skema penyeleksian beasiswa Fulbright selain essay adalah interview. Berikut ini adalah beberapa tips yang dikutip dari milis beasiswa, semoga bermanfaat bagi para pencari beasiswa Fulbright.

1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Interview-nya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.

2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?

Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.

3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini? Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.

Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.

4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)

Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fulbright.

2 thoughts on “Tips Interview Fulbright Scholarship

  1. Selamat Malam, terima kasih atas infonya, saya ingin bertanya apakah saat ini kandidat yg melamar dan lolos essay, tetapi sedang bekerja bisa mengikuti beasiswa ini? dan biasa kapan kah jadwal interviewnya? karena saya mungkin tidak bisa pergi interview saat jam kerja. terima kasih.

  2. Selamat malam juga. Sy sendiri kurang tau detailnya krn belum pernah mendaftar Fulbright (insya Allah taun depan). Ini ada link yg semoga bermanfaat.
    http://dinautami.com/?p=48
    Untuk interview, setahu sy selalu dilakukan di hari kerja. Klo Anda tidak datang, sudah pasti gugur. Anda bisa konsultasikan hal ini dg pimpinan perusahaan dmn Anda bekerja. Untuk lebih jelasnya, silakan kontak Mba Dina Utami di link tersebut di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s