Simfoni Kehidupan

Sedih…
Tak kan bisa merubah apa yang sudah terjadi
Jua tak berguna untuk masa esok hari
Namun, itulah fitrah manusia
Yang lemah tak berdaya
Ketika apa yang dirasa tidak sesuai dengan yang dicita
Ketika itulah ia selalu datang menyapa

Tangis…
Meski tanpa air mata yang menetes
Meski tanpa isak suara yang mengalir
Dan meski senyum coba tuk menahan
Namun, ia akan tetap hadir, tanpa diminta
Betapa lemahnya manusia
Bahkan ketika diri mencoba mengelak
Ketika itulah ia semakin mendekap

Doa….
Mungkin hanya dengan doa
Dan berharap naungan cinta-Nya
Sedih dan tangis kan hilang terganti
Sedang haru dan bahagia indah merekah
Layaknya sinaran mentari pagi
Menjemput gelap gulitanya malam
Itulah simfoni kehidupan
Bagi tiap-tiap yang memperhatikan

Senja tua di kampus tercinta
Selasa, 1 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s