Elegi Anak Jalanan

Judul: Sejuta Arif
Munsyid: Edcoustic

Kata-katamu tak sempat lama kan lampu merah
Cepat kau menepi menghitung kepingan rupiah
Arif tak peduli walau panas hujan menerpa
Untuk sebuah kehidupan

Anak kecil berlarian di belantara kota
Bernyanyi dengan alat musik sangat sederhana
Arif tak peduli masa kecilnya telah terampas
Bahkan cita-citamu hampa

Sepuluh seratus bahkan seribu
Seratus ribu bahkan sejuta Arif menunggumu
Uluran tanganmu
Demi generasi jauh disana

Pernahkah kau pikir andai kau Arif sebenarnya
Berjuang menepis keangkuhan manusia kota
Arif tak peduli hatinya terbentur prahara
Bahkan cita-citamu hampa

Dari hari ke hari, semakin sering dan banyak terlihat anak jalanan yang mengais uang dengan mengamen di jalanan (bahkan tidak jarang yang sekedar meminta-minta). Begitu miris melihatnya. Bayangkan, anak yang masih sangat kecil, harus tumbuh dengan kondisi seperti itu. Bayangkan, tunas-tunas bangsa ini harus tumbuh dengan mental meminta-minta.

Kadang aku sendiri tenggelam dalam keraguan, apakah harus memberi setiap anak yang meminta-minta ataukah membiarkannya. Aku khawatir jika memberi (dan memang ada anjuran untuk tidak memberi yang tertulis pada pelang di pinggir jalan), mereka akan terlalu bergantung pada pemberian orang, kurang berkembang, dan kurang bekerja keras. Namun, jika tidak memberi, ada pergulatan batin yang merasa iba akan keadaan mereka. Akhirnya, aku pun mengambil sikap untuk memberi jikalau memang pas ada uang di saku. Jika tidak (atau uang terlalu besar), aku lebih memilih untuk tidak memberi. Aku tidak tahu bagaimana seharusnya aku bertindak, namun itulah yang paling cocok dengan nuraniku.

Sebenernya apa sih penyebabnya? Apa dampaknya? Bagaimana solusinya? Dan sederet pertanyaan lain terus terngiang-ngiang di kepalaku. Mudah-mudahan di postingan selanjutnya, aku bisa share apa yang kutahu, kuamati, dan kuharapkan dari persoalan ini. Yang jelas, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, kita juga bertanggung jawab, minimal dengan ikut memikirkan solusinya sejauh yang kita mampu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s