Lirik Tahajjud oleh Hedi Yunus

Di hening malam, kuterjaga

Semata karena kuasamu

Dalam hening malam, kubersujud

Syukuri nikmat atas rahmat-Mu

Oh ya Allah ya Robbi

Sungguh indah, lewati malam-Mu

Kuhadapkan wajah dan hatiku

Tiada kata, malam sunyi sendiri

Yang ada hanyalah kehangatan malam bersama-Mu

Sholatku ibadahku hidup dan matiku

Semata hanya kepada-Mu

Tetaplah berjuang, kawan!

Putus asa tidak jarang menghinggapi kita semua. Ketika apa yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan, ketika asa tidak sesuai dengan realita, ketika itu pula benih-benih putus asa mulai tumbuh di hati kita, kecuali bagi orang-orang yang memang yakin akan ketetapan Allah. Bahwa Ia akan memberikan sesuatu yang terindah pada saatnya. Barang kali saat ini bukanlah yang terbaik bagi kita. Ia lah yang maha mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Tugas kita hanyalah berencana, berikhtiar, berdoa, dan bertawakkal. Mengenai hasil kita serahkan pada-Nya. Janganlah memohon kepada Allah diberi beban yang ringan, tapi mohonlah agar dikaruniai pundak yang kuat untuk menahannya. Janganlah berkata “Wahai Allah, masalahku begitu besar”, cukuplah dengan berkata “Wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar”.

Sebuah nasyid dari Tashiru yang bertajuk “kembali” bisa sedikit memberi kita motivasi dan pengingat bahwa ujian pasti akan selalu datang, kecuali jika nyawa ini sudah dicabut dari raganya. Saat itulah kita terbebas dari segala ujian, namun saat itu jugalah kita mulai ke fase selanjutnya, yang merupakan perhitungan atas apa-apa yang kita lakukan di dunia.

Harapan dari setiap insan, kesenangan serta ketenangan
mengarungi hidup ini tanpa ada cobaan
sayang harapan itu tak pasti karena cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keridhoan dan pertolongan

Selayang Pandang

Kelapa jeruk, cumi tiga rasa, dan tumis kangkung

Syukuran wisuda VS-PAU ITB di D’Cost

Pasca aplikasi visa US di Monas (IELSP Batch 7)

Ruang Rakernas Etos 2010 (Disaster Oasis Jogjakarta)

Simfoni pagi di Disaster Oasis Jogjakarta

Beli oleh-oleh khas Jogja

Menunggang kuda di Tangkuban Perahu Bandung

Etos Bandung dan Etos Padang di Tangkuban Perahu

Ajwa with Carmadon and Nuts Powder

Sekilas melihat bungkusnya, aku mengira itu adalah minyak wangi. Setelah diteliti lebih dekat lagi, tertulis kalimat seperti ini:

“عجوة با لمكسرات والهيل”

“Ajwa with Carmadon and Nuts Powder”

Dari kalimat bahasa arab tersebut, yang kutahu hanya kata ajwa (‘ajwah) yaitu kurma. Sedangkan kata yang lain, dapat dimengerti karena ada terjemahan inggrisnya. Hhhmmm…..dari tampilannya, kayanya enak nih. Tapi, kuurungkan niat untuk memakannya, karena ingin diabadikan dulu dengan kamera yang memang saat itu ketinggalan di Lab. Selain kurma, alhamdulillah, aku juga dapat sebuah mushaf Al-Quran kecil, yang mudah di bawa ke mana-mana. Cukup di taruh di saku baju.

Sebenarnya tanpa diberi oleh-oleh khas arab itupun, aku sudah merasa senang. Apa pasal? Pastinya adalah untaian doa yang dilantunkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dua masjid paling suci di muka bumi. Karena memang ibadah yang dilakukan di kedua masjid tersebut bernilai lebih dibanding masjid lainnya. Barang siapa yang sholat di Masjidil Haram, maka pahalanya dilipatkan sampai 100.000 kali. Sedangkan di Masjid Nabawi, pahalanya dilipatkan 1000 kali. Betapa tidak bahagia orang yang didoakan oleh orang shaleh langsung di kedua masjid suci tersebut. Untuk teh gantina, semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan pahala. Ya, Allah sampaikanlah aku dan keluargaku ke tanah suci-Mu. Amiin.