Stanford, Kampus Impian

Awalnya tidak pernah terlintas dalam benakku kata “Stanford“. Aku tidak tahu apakah itu nama orang, nama kota, atau nama stadion. Mungkin opsi terakhir terasa lebih familiar, pasalnya nama tersebut mirip dengan nama stadion kebanggaan klub sepakbola Chelsea, yaitu Stamford (Bridge), yang terletak di Ibu kota Inggris. Ternyata aku tidak sendirian, teman-temanku pun -penggemar bola- juga beranggapan sama. Lalu, kenapa kata itu sekarang terasa begitu dekat dan sering terngiang-ngiang dalam pikiranku??? Berikut ini awal mula perkenalanku dengan kata tersebut.

Sebenarnya aku sendiri tidak begitu ingat kapan pertama kali aku mendengarnya. Yang teringat hanyalah ketika aku mulai mengenalnya, membacanya, dan tertarik padanya. Kejadian itu bermula saat aku mencari bahan di internet untuk membuat essay yang akan saya ikutkan ke dalam lomba menulis essay ITB, mungkin sekitar pertengahan 2007. Waktu itu, topik yang aku bawa adalah tentang kondisi dan peluang industri elektronika khususnya semikonduktor di Indonesia. Saat sedang asyik googling, aku terdampar di salah satu situs wikipedia yang memuat salah satu tokoh legendaris dan panutan ITB, Prof. Samaun Samadikun. Aku sering mendengarnya dari banyak dosen, namun sekalipun aku belum pernah bertatap muka dengannya. Namun, dari cerita yang sering kudapat, beliau merupakan sosok yang fenomenal, tokoh yang sangat dihormati banyak kalangan. Tidak heran jikalau, beliau dinobatkan sebagai Bapak Elektronika Indonesia, karena memang banyak sekali sumbangsihnya terhadap perkembangan teknologi elektronika Indonesia. Dan salah satu yang menarik dari perjalanan hidup beliau adalah beliau mendapatkan gelar master dan doktornya dari Stanford University. Bahkan ketika itu, beliau berhasil membuat paten, US Patent No 3,888,708 yang bertajuk, “Method for forming regions of predetermined in silicon”. Sejak saat itulah -karena kekagumanku akan sosok beliau- aku tertarik untuk melanjutkan studi di sana dan meneruskan cita-cita beliau mengembangkan pendidikan dan teknologi elektronika nasional.

Ketika itu juga aku tahu dan menyadari bahwa langkah ke sana begitu berat. Persaingan untuk bisa kuliah di sana begitu ketat karena memang Stanford merupakan kampus  terkemuka di USA bersama dengan MIT dan UC Berkeley. Melalui Stanford, lahirlah banyak ilmuwan dunia peraih Nobel dan juga lahirlah perusahaan raksasa dunia seperti Google, Intel, Cisco, NVIDIA, HP, Yahoo, Nike, Sun Microsystems, dll.  Untuk itulah, diperlukan persiapan dini yang ekstra keras agar bisa menembusnya.

Aku mulai memfokuskan bidang keahlian ke arah IC Design and Verification, bidang yang sangat di-support oleh Stanford dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan kerja-sama yang kuat dengan perusahaan elektronika yang berbasis di Silicon Valley. Aku juga sudah mulai mencari semua referensi berkaitan dengan admission process di Stanford. Aku sangat terbantu sekali dengan adanya teman virtual yang sedang mengambil kuliah di Computer Science, Stanford. Dia sering memberiku update info terbaru tentang Stanford, bahan-bahan yang perlu dibaca sebelum mendaftar, atau sekedar memberiku saran dan semangat. Aku juga mulai berkonsultasi dengan banyak dosen dan senior berkenaan dengan proses pendaftaran dan pembiayaan kuliah di USA. Dan memang salah satu hambatan terbesar adalah biaya kuliah yang sangat mahal (untuk ukuranku). Untuk bahasa relatif bisa dilatih, kemampuan juga bisa ditingkatkan, tapi untuk masalah uang, cukup berat menghadapinya. Mungkin salah satu solusinya adalah beasiswa, yang sementara ini belum ada yang bisa menanggung biaya keseluruhan (hanya sebagian). Namun, jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Tugas kita hanyalah berencana dan berusaha sekuat tenaga. Hasil, serahkan saja pada-Nya.

Memorial Hall of Stanford University

Jalan menuju Stanford University

Dan kini aku sudah ber-azzam bahwa minimal sekali dalam hidup ini akan menapakkan kaki di sana, baik hanya kunjungan semata atau sebagai mahasiswanya. Insya Allah, amiin.

9 thoughts on “Stanford, Kampus Impian

  1. *nggak sengaja baca blog-nya nur*

    wow, stanford.. keren banget nur, gw bercita-cita aja ngga berani. hehe.
    semangat ya, semoga kesampean.

    btw beasiswa full bukannya banyak ya? ada fulbright kan. atau, setelah lulus langsung jadi dosen atau minimal asisten akademik, bisa dapet beasiswa dikti (khusus dosen soalnya) utk kuliah di mana aja, termasuk stanford

    1. hoho….ada ai, gimana kabarnya nih???
      iya, cita2 gw emang ke sana. fulbright sbenernya gede, cuma krn stanford biayanya mahal, jadi masih kurang. kecuali klo deket sama prof di sana, bisa dibebaskan ato diringankan biaya kuliahnya.
      Pernah denger yg asisten akademik, tp ga tau maksudnya, emang di elektro ada ya? gw taunya di TI emang ada, temen gw ada yg jadi asisten akademik soalnya.

  2. Nothing is impossible my friend!

    My dream is also Stanford-MBA
    Btw, I’m going to Stanford next year as a participant in a technopreneurship event🙂 wish me a good luck, i failed manage to come this year because my visa is rejected, but the problem is solved and i’ll go next year.

    Then, Cya in Stanford🙂

  3. wouww…really nice!
    may i know what ur YM or FB? i wanna ask something about that university…
    yeah, i also had an experience about visa issuance problem. my visa was delayed for two monts so that i had to go to US alone 2 days ago. Now, i am in University of South Carolina, US, to join summer school for 2 months.

  4. Stanford is my ambition for the next campus. let me tell u. Eventhough, I am still the fourth semester in my campus but I really exited to continue my strata two at Stanford Univiesity. as you know that in my campus now, I have made an English Meeting, namely Stanford English Society. the members are from many various departement, such as english education, economic departement, medicine faculty. all the members wish to continue their education to Stanford. InsyaAllah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s