Munashoroh Palestina di Bandung

Setelah invasi Zionis Israel ke Jalu Gaza Palestina 27 Desember 2008- 18 Januari 2009 lalu, sekarang Israel mencoba memprovokasi kembali Palestina dengan keputusan pembangunan ribuan pemukiman yahudi, pengakuan situs suci dan bersejarah palestina sebagai milik mereka, serta pengrusakan masjid Al-Aqso. Hal ini berlangsung di saat proses perundingan perdamaian sedang diusulkan oleh beberapa Negara yang salah satunya adalah amerika sebagai penyokong terbesar Israel. Kontan saja, gelombang protes menjalar dari palestina sampai ke seluruh penjuru dunia, salah satunya adalah ke Negara dg penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia.

Aksi protes ini digawangi oleh para kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta beberapa pihak yang mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Aksi ini dipusatkan di Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI Jakarta pada sabtu 20 Maret 2010. Sebagai pembicara terakhir dalam orasi di Monas adalah mantan ketua MPR sekaligus mantan presiden PKS, Hidayat Nur Wahid. Dalam orasinya beliau mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung perjuangan rakyat Palestina mempertahankan masjid Al-Aqsho dari cengkraman Zionis Israel.

Gelombang aksi itu juga menjalar keesokan harinya ke beberapa daerah di Indonesia salah satunya Bandung. Aksi di Bandung dimulai dari Jalan Teuku Umar, Dipati Ukur sekitar pukul 07.00 pagi. Rombongan baru mulai berangkat sekitar pukul 09.00 dengan berjalan menyusuri ruas Dipati Ukur dan memutar balik simpang dago ke arah selatan Jalan Juanda. Orasi pertama di lakukan di depan Bandung Indah Plaza (BIP) oleh beberapa ketua DPD PKS Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kab. Sumedang. Massa melanjutkan aksinya ke Gedung Merdeka dengan disemarakkan oleh yel-yel mendukung Palestina dan mengutuk Israel serta diiringi lantunan nasyid Shoutul Harokah dan Izzatul Islam seperti Merah Saga, Bangkitlah Negeriku, Palestina Tercinta, Mujahid Setia, Mujahid Muda, Kami Pasti Kembali, Rabithah dll.

Massa berkumpul di depan BIP untuk mendengarkan orasi

Gedung Merdeka menjadi tempat terakhir berkumpul dan mendengarkan orasi. Ustadz Asep Rodhi menekankan bahwa sebagai muslim sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu saudara seiman seislam kita dimanapun berada. Apalagi jika ada saudara kita yang sedang ditindas dan dijajah secara keji. Sebagai bentuk bantuan itu adalah bantuan dana melalui program minimal “one man one dollar”, bantuan dukungan semangat melalui aksi besar-besaran, dukung pewacanaan media, serta dukungan doa. Aksi ini ditutup dengan untaian doa oleh salah seorang ustadz dan akhirnya massa membubarkan diri secara damai sekitar pukul 12.15 waktu setempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s