Rencana Hidup

Gagal berencana sama saja dengan merencanakan kegagalan”

Ya itulah sepenggal kalimat yang sering didengar, dibaca, bahkan dirasakan oleh sy pribadi ketika menjalani sesuatu. Entah itu ujian, organisasi, pentas seni, atau kematian sekalipun membutuhkan yang namanya perencanaan. Namun, pada tulisan ini sy tidak membahas mengenai perencanaan organisasi atau bahkan perencanaan kematian, tapi sy ingin menceritakan sedikit tentang rencana hidup pribadi.

Berikut ini adalah rencana hidup sy beberapa tahun ke depan yang sy tuliskan dalam bentuk poin-poin biar lebih mudah dipahami/dicerna.

  1. Lulus Insya Allah Juli 2010
  2. Melanjutkan S2 dan S3 di USA
  3. Bekerja di perusahaan Silicon Valley
  4. Kembali ke Indonesia, jadi dosen/peneliti
  5. Mendirikan/Mengembangkan perusahaan

Itulah lima poin penting yg akan menentukan langkah hidup sy ke depan. Lima poin tersebut merupakan sarana, bukan tujuan hidup. Tujuan hidup sesungguhnya adalah jauh lebih besar dari itu dan tidak perlu sy tuliskan di sini. Tujuan yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dari kelima poin di atas ada satu proses lagi yang terselip di antaranya. Proses yg sangat pengting dalam siklus kehidupan manusia, yang mampu mengantarkan kesempurnaan dalam beragama. Ya benar sekali. Nikah. Proses itu insya Allah akan sy selipkan di antara poin 1 dan 2, atau bahkan ekstrimnya ada di atas poin 1. Sekarang masih dalam taraf persiapan pribadi baik secara spiritual, mental, maupun material. Apalagi mengingat tingkat pergaulan di luar negeri yang mengkhawatirkan, proses tersebut menjadi “wajib” untuk menjaga keseharian kita. Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Allah, pastilah Allah akan menunjukkan jalan-jalan yang terbaik. Amiin.