Secure Shell (ssh) Configuration Setting

Secure Shell (ssh) adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data antara dua devais yang terkoneksi oleh jaringan. ssh ini umumnya digunakan pada sistem yang berbasis linux atau unix. Pertama kali sy berkenalan dengan ssh adalah ketika melakukan kerja praktek, kurang lebih 2 bulan yang lalu. Waktu itu sy sama sekali tidak mengerti apa itu ssh, yang sy tahu ssh digunakan untuk me-remote komputer lain dari komputer kita atau sebaliknya. Sintaks penggunaannya melalui console-pun sy hanya mengikuti apa yang diberikan supervisor. Belakangan sy mendapat masalah ketika baru melakukan instalasi opensuse 10.3 dan hendak me-remote server, ternyata muncul pesan “port 22: No route to host”. Terpaksa akhirnya mencari-cari solusi dengan segala cara. Dan diantara segala cara itu, ada 2 yang sering sy pakai:

  1. Tanya ke temen atau senior yg ahli di bidang linux dan jaringan. Opsi ini dipilih karena hemat pikiran, cepat, murah, meriah, pokoke mantep. Namun, ada kelemahannya juga. Opsi ini tidak menjamin karena blum tentu temen atau senior kita juga tahu.
  2. Tanya ke Prof. Google. Klo yang ini dijamin pasti ketemu. Kelemahannya adalah waktunya yang kadang bisa lama, tergantung seberapa ulet dan rajin kita mencari dan pemilihan kata yang tepat pada proses pencarian. Karena di google terlalu lengkap, kadang kita merasa bingung mana sumber yang dapat dipercaya dan secara cepat mengatasi masalah. Klo sudah sampai ke masalah ini, cobalah (pake insting) solusi yang menurut kita terbaik.

Setelah memakai cara pertama mentok, akhirnya dipakai juga cara kedua. Harus berkali-kali buka page baru untuk mendapatkan solusinya. Dan Alhamdullillah akhirnya ketemu juga solusinya. Berikut ini adalah solusi dari permasalahan yang sy hadapi:

  1. Edit konfigurasi file sshd_config, jika memang konfigurasinya belum mengijinkan sistem untuk melakukan proses remote. File tersebut ada di /etc/ssh/sshd_config. Konfigurasi yang sy pake ada di bagian paling bawah.
  2. Setelah konfigurasinya diganti (kadang hanya perlu di-uncomment), komputer di-restart agar settingannya dapat berefek pada sistem.
  3. Jika ssh-nya masih belum jalan (sama seperti yang sy alami), cobalah untuk mengecek koneksinya jaringan internetnya dengan command “ifconfig” (masuk ke root dulu). Jika terlihat ada 2 atau lebih koneksi jaringan misalnya wireless dan wired, maka matikanlah salah satunya dengan command “ifconfig eth0 down”.
          Port 22 
          ListenAddress 0.0.0.0 
          HostKey /etc/ssh/ssh_host_key
          LoginGraceTime 2m
          MaxAuthTries 3
          KeyRegenerationInterval 3600 
          PermitRootLogin no
          IgnoreRhosts yes
          IgnoreUserKnownHosts yes
          StrictModes yes
          X11Forwarding no
          PrintMotd yes
          SyslogFacility AUTH
          LogLevel INFO
          RhostsAuthentication no
          RhostsRSAAuthentication no
          RSAAuthentication yes
          PasswordAuthentication yes
          PermitEmptyPasswords no
          AllowUsers admin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s