Menempuh Studi di Luar Negeri

Setelah lulus S1 akan kemanakah kita? Sebagian dari kita ada yang memilih langsung bekerja (profesional), sebagian lagi memilih jalur wirausaha (entrepreneur), dan yang lainnya memilih melanjutkan studinya. Walaupun masih banyak kemungkinan yang lain seperti langsung menikah, membantu bisnis orang tua, dan lain-lain, tapi sebagian besar orang yang saya tanyai menjawab satu di antara 3 pilihan yang saya sebutkan di atas.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang salah satu opsi setelah lulus S1: melanjutkan studi ke luar negeri. Kenapa ada imbuhan luar negeri? Pertama, secara umum melanjutkan studi di luar negeri lebih susah dibanding di dalam negeri. Kedua, banyak orang yang tidak mempunyai gambaran kuliah di luar negeri. Ketiga, banyak orang yang berminat kuliah di luar negeri. Dan beberapa alasan lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. So, apa sih yang harus kita persiapkan jika ingin melanjutkan studi di luar negeri?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dosen, teman, website, dll), kurang lebih ada 5 poin penting yang harus kita persiapkan, yaitu:

1. Surat Rekomendasi

Sebaiknya kita meminta surat rekomendasi kepada dosen yang sudah dikenal di luar negeri (untuk lebih memudahkan), namun hal itu bukan menjadi suatu kewajiban. Bisa saja transkrip kita biasa atau bahkan jelek, tapi jika kita direkomendasikan oleh dosen yang terkenal, hal itu tidak menjadi masalah.

2. Sertifikat TOEFL/IELTS

Biasanya skor TOEFL yang diminta adalah minimal 550 untuk Paper-Based Test (PBT), 79 untuk Internet-Based Test (IBT), atau 6.0 untuk IELTS. Untuk jurusan/universitas tertentu mensyaratkan skor yang lebih besar dari itu (terutama di USA). Ini juga merupakan hal yang penting karena berhubungan dengan syarat awal masuk suatu universitas.

3. Letter of Motivation atau Statement of Purpose

Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam proses seleksi penerimaan program S2 atau S3 karena inilah yang menggambarkan apa yang akan kita lakukan di universitas tersebut. Sebaiknya ditulis dengan singkat, jelas, dan padat (tidak terlalu bertele-tele).

4. Transkrip Nilai

Jangan khawatir kalau nilai kita pas-pasan karena transkrip bukan merupakan hal yang terpenting. Bisa saja nilai kita minim, tapi kalau persyaratan yang lain kita bagus, maka peluang lulus seleksi akan sangat besar. Namun, akan lebih baik lagi jikalau nilai dalam transkrip kita memuaskan.

5. Test Masuk

Sebagian universitas mengharuskan mengambil tes masuk (GRE, GMAT, dll). Soal yang diberikan disesuaikan dengan jurusan yang akan kita ambil nantinya, tidak peduli S1 kita dari jurusan apa. Sebagian yang lain, tidak mengharuskannya.

Berikut ini saya berikan contoh cuplikan singkat persiapan yang harus dilakukan agar bisa diterima di Stanford University, USA:

Guide to Graduate Admission, Stanford University, 2009-10

Application Preparation

  1. Request that your transcripts be sent directly to the department to which you are applying.
  2. Prepare a list of three recommendres; ask them to submit a letter of recommendation on your behalf before your program deadline.
  3. Prepare a statement of purpose.
  4. If you have not yet taken the GRE General Test and, if applicable, GRE Subject Test, TOEFL, and/or TSE, arrange to take them in time for the Educational Testing Services (ETS) to report your scores by your program’s deadline. If you have taken your test(s), request ETS to send official scores to Stanford University. The Stanford University score recipient number is 4704. Individual department code numbers are not used.
  5. Stanford will communicate with you primarily via email; it is therefore essential that you have reliable email account that you check on a regular basis.
  6. Application materials, once submitted as part of your application, become the property of Stanford University. Materials will not be returned, and copies will not be provided for applicants nor released to other institutions. Please keep a copy for your records.

Untuk masalah beasiswa dan masalah keuangan, Insya Allah akan saya tulis di kesempatan lain. Tunggu saja postingan selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s