Untuk Sang Murobbi

“Bersyukurlah atas nikmat Allah niscaya akan Allah tambahkan, lapangkanlah dada atas segala kesulitan niscaya kemudahan akan datang, maafkanlah kesalahan ikhwah insya Allah surga menanti, ingat akhirat akhi niscaya akan melembutkan hati. Selesaikan segala persoalan akhi semoga Allah mempermudah. Laa tahzan innallaha ma’ana.”

Teringat lagi kalimat-kalimat penuh makna itu. Terbayang lagi senyum hangat sang murobbi. Terbuka lagi lembaran kisah yang sudah beberapa tahun berlalu. Saat-saat penuh kebahagian, saat-saat bisa saling berbagi, menasihati, memberi, hanya karena Allah.

Kini kalimat itu masih terukir jelas dalam inbox HP saya. Tak kan saya hapus meskipun waktu terus berlalu. Biarkan itu menjadi bukti bahwa kita ini satu keluarga. Bahwa saya sangat menghargainya. Bahwa saya sangat berterima kasih karena lewat beliaulah saya mengenal indahnya Islam. Lewat beliaulah saya mengerti indahnya persaudaraan. Nikmatnya kebersamaan dalam cinta kepada Allah.

Untuk Sang Murobbi, terima kasih atas segalanya. Ingin rasanya diri ini berjumpa, mendengarkan sejuknya taushiah darimu. Ingin merasakan lagi damainya hidup ini ketika dekat denganmu. Dari kejauhan, saya hanya bisa berdoa…semoga Allah melimpahkan rahmatnya padamu. Semoga kita masih bisa bertemu. Dan semoga kita akan berkumpul lagi di surga-Nya nanti.

Pilwalkot Bandung Sudah Dekat

10 Agustus 2008 besok akan menjadi ajang pertarungan politik antara 3 calon walikota Bandung. Trendi, Dada-Ayi, dan Nahadi siap berjuang membawa Bandung ke arah yang lebih baik. Siapakah dari ketiganya yang dipercayai masyarakat? Kita lihat saja nanti hasilnya.

Ada beberapa hal yang menarik parhatian saya pada perhelatan pilwalkot Bandung ini. Pertama, saya ingin melihat kiprah calon independen. Apakah Nahadi mampu menarik simpati masyarakat dengan mendulang suara yang besar. Ataukah sebaliknya. Mengingat baru kali ini saya mengamati perkembangan politik di Indonesia. Kedua, saya ingin mengetahui tanggapan masyarakat Bandung terhadap kinerja kang Dada. Kalau memang masyarakat menganggap kang Dada sukses membawa kesejahteraan, pastilah mereka akan memilih kang Dada lagi. Namun, apabila nanti kang Dada gagal menang, saya berasumsi bahwa kinerja kang Dada tidak memuaskan masyarakat Bandung. Rakyat ingin sesuatu yang baru, ingin sebuah perubahan, yang dimulai dari pemimpinnya.

Terakhir, melihat kemenangan Hade (diusung PKS-PAN) pada pilgub kemarin, rasanya peluang Trendi memenangi pilwalkot kali ini cukup besar. Apalagi Bandung merupakan salah satu basis massa PKS. Ditambah lagi calon yang diusung masih muda dan memiliki semangat untuk sebuah perubahan. Beberepa hari ke depan, semua pertanyaan saya pasti akan terjawab. Siapakah sosok yang diharapkan oleh masyarakat untuk memimpin Bandung.

Meski bukan warga bandung asli, saya sangat dekat dengan Bandung dan warganya. Secara saya kuliah di sini dan insya Allah akan tetap tinggal di sini untuk waktu yang lama (ingin jadi dosen/peneliti di kampus saya, syukur2 dapat jodoh orang sini :P). Pokoknya saya berharap bahwa Bandung nanti dipimpin oleh orang yang benar-benar tepat. Orang yang mampu memberi teladan kepada warganya. Orang yang dekat dengan rakyat kecil, bukan hanya dekat dengan orang2 kaya. Orang yang dekat dengan Sang Pencipta. Amiiin.