Tepat Dua Tahun

Hari ini tepat dua tahun sejak pertama kali ia hadir mewarnai kehidupan kami. Masih tergambar jelas dalam ingatan, ketika tangisnya pecah di saat bundanya kian lelah melemah. Haru dan bahagia membuncah diiringi puji-puja padaNya Yang Maha Pemurah.

Hari ke hari, ia tumbuh kembang begitu cepat. Kini, ia sudah bisa bernyanyi berbagai lagu anak. Sudah mampu bertanya dan menjawab tanya. Meski terbilang susah makannya, alhamdulillah sehat raga dan jiwanya.

NailaBapak

Meski ribuan kilo terpisah, Ayah selalu doakan semoga engkau kian tumbuh cerdas dan shalihah. Menjadi anak yang santun dan berbakti, kepada orang tua, masyarakat, dan negara. Semoga kita dibersamakan kembali oleh Allah di sini, di kota pusat peradaban Eropa.

-London, 30 Maret 2016-

Doaku Dalam Namamu

Siang itu, tak akan pernah bisa terlupa dari ingatanku. Ketika untuk pertama kalinya aku mendengar suaramu. Tangismu yang pecah menyimpulkan senyum bahagia di wajah kami, orang-orang yang sudah sangat merindukanmu. Kau tahu Nak, Ibumu telah ikhlas berlelah yang bertambah-tambah selama 37 minggu. Tak nampak ada gurat lelah, bahkan bahagia yang selalu membersamainya.

Saat ini, sudah hampir seharian penuh Ibumu, berjuang di sini, menahan sakit yang begitu sangat, meski tak ada teriak kesakitan. Hanya rintih lirih nama Rabbnya, Allah, yang keluar dari mulutnya. Nafasku tiba-tiba terhenti sesaat, hati gemetar, air mata hampir saja tertetes, saat ibumu berpesan kepadaku di sela rasa sakitnya, “Mas, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Seandainya saja Allah berkehendak lain (memanggilku lebih dulu), tolong ikhlaskan ya. Mohon maaf bila selama ini banyak khilaf”. Dengan nafas yang terasa tercekat di tenggorokan, aku mencoba menenangkannya, bahwa semua insya Allah akan baik-baik saja.

Kini, alhamdulillah, tepat pada Ahad, 30 Maret 2014 pukul 11.01 engkau terlahir dengna normal. Air mata itu tak mampu lagi tertahan, jatuh begitu saja seiring dengan tangisanmu. Terlihat bahagia dari raut wajah ibumu, seakan sakit yang selama ini dirasa sirna dalam sekejap. Dengan nafas yang tersedak haru, di telinga mungilmu terkumandanglah adzan dan iqamat, teruntailah doa semoga engkau terhindar dari segala goda setan yang terkutuk.

Tujuh hari berselang, kebetulan tepat bersamaan dengan ulang tahun Mbah putrimu, kami untaikan doa-doa abadi di dalam namamu:

Naila Hasna Syakira

نائلة  menyiratkan arti orang yang sukses, penuh keberuntungan, dan murah hati

حسناء bermakna indah, baik dalam rupa maupun akhlak

شاكرة berarti orang yang selalu dan pandai bersyukur

Naila
Naila Hasna Syakira

Semoga Allah mengabulkan doa-doa kami yang tersemat dalam namamu. Salam sayang selalu🙂

Menjemput Momentum Kebahagiaan

ITB 18.00 – Pesan masuk ke Whatsapp. Seperti biasa, itu pesan darinya. Jam segini dia selalu bertanya, aku pulang jam berapa dan sholat maghrib dimana. Aku pun menjawab kalau aku akan pulang setelah maghrib, sembari menunggu hujan yang kian deras. Selalu, ia berdoa dan berpesan agar aku berhati-hati di jalan. Terlihat rutinitas yang sederhana, tapi menenangkan, dan mudah-mudahan menjadi keberkahan.

Hari ini tampak seperti biasa, tak ada yang istimewa. Namun, saat dia mengabari bahwa bulek[1]  datang ke rumah, aku merasa ada yang beda.  Apalagi setelah tahu bahwa Ibu sedang membuat gudangan[2], semakin menguatkan bahwa malam ini ada acara khusus. Mendengar begitu, aku langsung mengubah pikiran: segera pulang, meski harus menerjang hujan. Karena aku yakin, inilah salah satu ikhtiar menjemput momentum kebahagian. Momentum yang sejatinya sudah aku rencanakan besok harinya, tiba-tiba harus dimajukan satu hari dengan rencana seadanya. Continue reading “Menjemput Momentum Kebahagiaan”

Setahun Yang Lalu

Tak terasa tepat 1 tahun sudah aku menjalani fase hidup berumah tangga. Hidup berkeluarga tidak semudah dan sesusah yang dibayangkan sebelumnya. Senyum, canda, tawa mewarnai hari-hari kami. Begitu juga dengan sedih, tangis, dan air mata. Namun, dibalik suka dukanya merajut cinta dan cita ini, aku selalu bersyukur dan berkata dalam hati bahwa, aku bahagia dan ridha engkau menjadi pendampingku.

Terima kasih telah selalu menerimaku apa adanya, dan mohon maaf bila belum sempurna membahagiakanmu. Mari kita terus berbenah diri dan menyambut sang buah hati. Semoga kita selalu dinaungi cinta dan ridha-Nya, aamiiin…

Image