Masih berkutat dengan UAS

May 26, 2009 by arun1st

Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak mosting, akhirnya sekarang mosting lagi. Kebetulan ada akses internet gratis di kosan temen (sebut saja namanya dipta, hehe…).  Mau nulis apa ya? Bingung, dan mungkin hal inilah yang kadang-kadang membuatku enggan untuk mosting. Padahal sering terbesit atau terlintas ide-ide yang kayaknya bagus untuk ditulis di blog tapi pas sudah di depan komputer, seakan-akan ide itu begitu sulit untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Kayaknya aku harus sering latihan menulis sehingga terbiasa dan terasa idenya langsung dalam bentuk tulisan.

Sekarang baiknya mending belajar/fokus ke UAS dulu, cuma tinggal dua mata kuliah yang belum UAS. Sistem Embedded dan Devais Semikonduktor! Hanya itu, setelah itu aku bisa “sedikit bernafas” lega dan bisa menikmati hal-hal lain di luar akademik. Yah, mungkin itu saja awal kembalinya aku menulis di blog, insya Allah ke depannya pengin menulis banyak hal terutama di bidang pendidikan: baik itu sharing ilmu tentang elektro yang sudah kudapatkan maupun kondisi pendidikan di negeri ini. Hal ini karena memang aku sangat tertarik dengan dunia pendidikan dan sedikit (atau mungkin banyak) prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia.

Identitas Jerusalem dalam Bahaya

April 17, 2009 by arun1st

Kompas – Jumat, April 17

Oleh Musthafa Abd Rahman

KOMPAS.com — Kelompok Yahudi ekstrem, Kamis (16/4), mencoba menembus kompleks Masjid Al Aqsa di Jerusalem Timur dalam peringatan perayaan hari besar agama Yahudi. Mufti kota Jerusalem Timur (Al Quds) dan Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Akrama Sabri, memberi peringatan keras soal dampak negatif jika kaum Yahudi terus memaksa menembus kompleks Masjid Al Aqsa itu.

Menlu Palestina Riyadh Maliki, Rabu (15/4) di Ramallah, menggelar pertemuan dengan para duta besar dan diplomat asing untuk Palestina. Menlu Maliki menyampaikan bahaya aksi Israel yang terus melakukan proyek Yahudinisasi kota Jerusalem Timur dan rencana kaum Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Maliki menegaskan, Yahudinisasi kota Jerusalem Timur akan membuyarkan proses perdamaian. Kota Jerusalem memang sarat konflik sepanjang sejarah. Kini, hampir tidak ada hari dan bahkan tidak ada jam tanpa aksi Israel melakukan Yahudinisasi Jerusalem Timur.

Ketika rakyat Palestina dan bangsa Arab merayakan Jerusalem Timur sebagai ibu kota kebudayaan, Maret lalu, Israel secara bersamaan meluncurkan proyek Yahudinisasi di kawasan kompleks Masjid Al Aqsa.

Kota Jerusalem Timur adalah kota suci bagi ketiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Kota suci tersebut yang diimpikan rakyat Palestina menjadi ibu kota negara kelak.

Pakar geologi Israel telah bekerja selama 39 tahun untuk penggalian di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa. Meir Ben David, pakar itu, mengungkapkan, menjelang berdirinya negara Israel pada 1948, sesungguhnya pimpinan zionis berbeda pendapat apakah menduduki atau menerima status quo Jerusalem sebagai kota internasional.

PBB, pada 1947, membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu wilayah Arab dan Yahudi. Jerusalem diputuskan sebagai kota internasional di bawah kontrol internasional. Namun, Yahudi ekstrem memilih menduduki kota Jerusalem dan mendapat dukungan lebih besar. Pimpinan zionis saat itu memilih mencapai kesepakatan dengan Jordania dengan membagi Jerusalem. Kemudian Israel menduduki Jerusalem Barat, dan Jordania menguasai Jerusalem Timur. Masyarakat internasional tak mengakui realitas baru kota Jerusalem, kecuali Inggris dan Pakistan.

PBB menolak pemecahan Jerusalem tersebut. Pada 1949, PBB mengecam aksi sepihak Israel yang membalas dengan mendeklarasikan kota Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan lembaga pemerintah dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejarawan Israel, Aharon Lieran, mengungkapkan, pada 14 Mei 1948, militer Israel mendapat tekanan dari sejumlah pemimpin politik dan organisasi untuk menguasai Jerusalem Timur. Pada hari itu, pasukan kolonial Inggris telah meninggalkan kota Jerusalem Timur.

Sejumlah pimpinan politik lain menolak menduduki Jerusalem Timur dan memilih mencapai kesepahaman dengan Jordania. Setelah empat hari, pasukan Jordania tiba di Jerusalem Timur dan sejak itu Jerusalem terbagi antara Timur dan Barat.

PM Israel David Ben Gurion saat itu marah kepada pimpinan militer dan politik Israel karena menolak menduduki Jerusalem Timur. ”Kita akan menangis untuk generasi mendatang karena kita gagal membebaskan Jerusalem Timur,” kata Gurion.

Pada perang Arab-Israel bulan Juni 1967, militer Israel berhasil mewujudkan impian PM Gurion. Jerusalem Timur pun diduduki.

Inilah awal mulainya Yahudinisasi Jerusalem Timur. Empat hari setelah menduduki kota Jerusalem Timur pada 5 Juni 1967, Israel menginstruksikan warga Arab di Distrik Magharaba hengkang untuk memperluas halaman Tembok Ratapan, yang terletak di dinding bagian barat kompleks Masjid Al Aqsa. Kompleks Masjid ini diyakini oleh Yahudi sebagai sisa reruntuhan dari Dinasti Salomon.

Pada 26 Juni 1967, tiga pekan setelah menduduki Jerusalem Timur, Pemerintah Israel menyatukan kota Jerusalem dengan dijadikan sebagai ibu kota negara.

Setelah mengontrol semua Jerusalem, Israel mulai meluncurkan proyek pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Kini, setelah 42 tahun, jumlah penghuni permukiman Yahudi di sekitar kota suci itu mencapai 180.000 jiwa, sama dengan penghuni permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sejak tahun 1967, telah dibangun 29 permukiman Yahudi di kota Jerusalem Timur dan sekitarnya dan 14 permukiman Yahudi di antaranya di bangun di dalam kota suci. Beberapa rumah Yahudi dibangun di tengah distrik Arab di kompleks kota lama. Luas kompleks kota lama itu hanya 1 km persegi yang terdiri dari empat distrik, yakni distrik Islam, Kristen, Yahudi, dan Armenia.

Semula Israel hanya menguasai distrik Yahudi dan kawasan Tembok Ratapan di kota lama Jerusalem Timur. Namun, sejak pertengahan 1970-an, warga Yahudi mulai membeli rumah-rumah warga Palestina untuk mengurangi jumlah warga Arab di kompleks kota lama itu.

Hunian Ariel Sharon

Kini, warga Yahudi telah menguasai 40 persen perumahan yang ada di kota lama. Rumah-rumah itu kini sudah beralih status menjadi rumah orang Yahudi, kantor, dan hotel. Bahkan, mantan PM Israel Ariel Sharon memiliki rumah di tengah distrik Islam di kota lama itu.

Yahudinisasi Jerusalem Timur tidak sebatas di permukaan tanah, tetapi juga di bawah permukaan tanah. Israel kini telah membangun terowongan. Kini telah dibangun kota mini di bawah permukaan kota lama.

Di bawah permukaan kota lama kini terdapat museum-museum dan jalan-jalan yang saling menghubungkan warga Yahudi. Sejak awal tahun 1980-an, Israel mulai melakukan aksi Yahudinisasi pula di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa untuk menguasai rumah-rumah warga Arab di kawasan tersebut.

Israel telah membongkar 88 gedung yang dihuni sekitar 1.500 warga Palestina di Distrik Salwan di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa. Di distrik tersebut terdapat dua kompleks kuburan Islam.

Israel berdalih akan dibangun pusat perbelanjaan dan tempat parkir mobil di Distrik Salwan. Israel juga sudah banyak membeli rumah-rumah Palestina di kawasan lingkaran kompleks Masjid Al Aqsa yang lain, seperti Distrik Sheikh Garah, Jabal Zaitun, dan Mandub Shami.

Antara tahun 2001-2005, Israel telah membongkar 667 rumah Palestina di Jerusalem Timur. Kota Jerusalem Timur kini berpenduduk 410.000 jiwa yang terdiri atas 184.000 warga Yahudi (45 persen) dan 226.000 jiwa warga Arab (55 persen).

Jika masyarakat internasional tak berdaya membendung aksi Yahudinisasi Jerusalem Timur, kota suci itu tinggal menanti akhir hayatnya sebagai kota Arab, alias kehilangan identitas.

If there’s a will, there’s a way

January 1, 2009 by arun1st

Suatu ketika aku sedang membaca Al-Quran surat Al-‘ankabut dan akhirnya terhenti di ayat yang terakhir. Aku sangat tertarik dengan arti dari ayat tersebut karena memang berkenaan dengan kebimbanganku tentang sesuatu yang kuinginkan. Aku merasa ragu apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Tapi ketika aku membaca ayat tersebut, timbulah kepercayaan diri dan optimisme. Pepatah yang mengatakan bahwa jika kita ada kemauan pasti ada jalan, semakin merasuk ke dalam hatiku setelah membaca ayat tersebut. Karena memang di sini Allah sendiri yang menjamin, bahwa jika kita bersungguh-sungguh pasti Allah akan menunjukkan jalan-Nya. Dan kadang jalan itu tidak bisa diduga dan tidak terpikirkan sebelumnya. Untuk yang belum tahu redaksi ayatnya, silakan lihat di bawah ini.

﴿ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴾

Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-‘ankabut : 69)

Jadi, gapailah mimpimu tanpa ragu!

Save Our Palestine!!!

January 1, 2009 by arun1st

Tahun baru 2008 ini (baik itu tahun baru islam maupun tahun baru masehi) diwarnai dengan genangan darah warga Palestine. Zionis Israel dengan tanpa belas kasihan membunuh ratusan manusia tak berdosa dan melukai ribuan lainnya. Hanya dengan alasan ingin memburu kelompok hamas, bom-bom Israel meluncur menghabisi semua yang ada di wilayah yang dicurigai sebagai markas hamas. Anak kecil, wanita, bahkan orang tua tak luput menjadi sasaran pembantaian Israel la’natullah. Dan yang paling membuat sedih, sebal, marah, adalah PBB dan amerika (yang katanya pembela HAM) hanya bisa diam. Dimana hati kalian? dimana otak kalian? Semua orang normal pun akan merasakan kepedihan terhadap pembantaian apalagi terhadap orang yang tidak berdosa.

Kita sebagai orang yang mengaku beriman tidak sepantasnya tinggal diam melihat saudara kita di Palestina yang dizhalimi oleh zionis Israel. Kita sesama muslim bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu bagian tubuh kita ada yang terluka, maka kita juga akan merasa terluka. Oleh karena itu, kita wajib melakukan sesuatu untuk membantu jihad mereka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin itulah pertanyaan yang ada dalam benak kita. Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membantu perjuangan Palestina, di antaranya :

1. Memahami Kondisi dan Problematika Palestina

Kewajiban pertama yang paling fundamental bagi seorang muslim adalah memahami akar masalah Palestina (Al-Quds) bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam. Perebutan kekuasaan yang terjadi di tanah suci itu bukan perebutan antara dua bangsa, Arab dan Israel. Tetapi, perang agama antara Islam dan Yahudi.“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al-Maidah (5): 82]. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia; kecuali pohon gorqhod karena ia adalah pohon yahudi.” (HR Muslim).

Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan akidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

2. Mensosialisasikan Kondisi dan Problematika Palestina kepada yang lain.

Setelah memahami permasalahan dan kondisi Palestina, maka mereka harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia.Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memahamkan pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya terhadap Palestina. Bahwa di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

3. Jihad dengan Harta

Kewajiban selanjutnya bagi umat Islam adalah berjihad dengan harta mereka. Umat Islam harus menyisihkan sebagian rezekinya minimal 1% untuk perjuangan Palestina. Karena jihad di Palestina sangat membutuhkan harta. Dan di sana juga banyak janda, anak yatim, anak sekolah, mahasiswa, orang yang kehilangan rumah dan pencaharian akibat konflik dan perang yang belum diketahui akhirnya. Semua itu sangat membutuhkan uluran tangan umat Islam lainnya yang mampu.

4. Jihad dengan Jiwa

Terdapat perbedaan mendasar dalam sifat perang di Palestina. Bila perang di Palestina dinyatakan sebagai perang antara dua bangsa atau dua negara, maka tidak boleh ada keterlibatan pihak lain di luar dua pihak yang bertikai tanpa ada permintaan untuk terlibat dari salah satu pihak yang berperang. Keterlibatan tanpa ada permintaan untuk terlibat berarti pelanggaran kedaulatan sebuah negara yang bertentangan dengan hukum internasional. Kenyataan yang terjadi adalah bahwa perang di Palestina adalah perang agama antara Islam dan Yahudi yang mengundang keterlibatan semua umat Islam dan kaum Yahudi di seluruh dunia, di setiap bangsa dan negara mana pun. Maka, hukum perang di Palestina adalah jihad fii sabiilillah yang diwajibkan atas setiap umat Islam di seluruh dunia sesuai dengan kondisi mereka di setiap tempat.“Diwajibkan atas kalian berperang sedangkan kalian membencinya. Barangkali kalian membenci sesuatu, tetapi itu baik bagi kalian. Dan barangkali kalian menyukai sesuatu sedangkan itu buruk bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” [Al-Baqarah (2): 216].

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” [At-Taubah (9): 44].

Palestina adalah tanah waqaf umat Islam yang harus dipertahankan sampai kapan pun. Pembelaan kita terhadap Palestina bukan karena mereka orang-orang Arab, melainkan karena mereka adalah muslim dan karena Palestina adalah salah satu dari tiga tempat suci umat Islam yang dimuliakan Allah. Karena itu, permasalahan Palestina harus dijadikan konsentrasi utama umat Islam.

5. Doa

Dan kewajiban yang paling minimal yang harus terus dilakukan oleh setiap umat Islam adalah berdoa. Doa orang beriman kepada saudaranya tanpa sepengetahuan mereka adalah maqbul.

Muhasabah Cinta

January 1, 2009 by arun1st

Suatu pagi, aku sendirian di kamar sedang membaca novel “The Da Vinci Code”. Hanya alunan nasyid dari laptop yang menemaniku. Tiba-tiba pintu kamar diketuk dan masuklah seorang teman. Memang sudah biasa terjadi di asramaku, sesama penghuni berkunjung ke kamar penghuni yang lain.

“Nur, kamu udah punya lagu edcoustic yang baru?”, dia bertanya ketika mendengar lagu edcoustic yang terlantun dari laptopku.

“Yang mana? Judulnya apa? Bagus ga?”, berondongan pertanyaan yang keluar dari mulutku.

“Muhasabah Cinta, bagus ko, coba geura!”, sahutnya langsung dengan logat khas garutnya

“Klo itu aku belum punya, minta dong!” pintaku padanya.

Dia pun langsung mengambil flashdisk-nya dan menyodorkannya padaku. Tanpa pikir panjang, langsung ku-copy-kan ke laptop dan langsung ku-play.

Terdengar melodi pembuka yang terkesan sedih, disusul dengan suara khas edcoustic. Aku sendiri ga begitu tahu album edcoustic yang terbaru. Aku cuma minta ke temen kalau ada lagu-lagu nasyid atau lagu lain yang baru dan bagus. Dan ternyata memang lagu Muhasabah Cinta tersebut begitu menyentuh, baik dari liriknya maupun dari nadanya. Inilah lirik lagu tersebut.

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dari-Mu

Kupasrahkan semua pada-Mu


Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini ku harapkan cinta-Mu


Kata kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung do’a ku

Sakit yang kurasa biar

Jadi penawar dosaku


Butir butir cinta air mataku

Terlihat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya Illahi Muhasabah cintaku


Tuhan kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku dengan-Mu

Sebuah Cerita : Stanford University

January 1, 2009 by arun1st

Leland Stanford Junior University, lebih dikenal dengan Stanford University atau Stanford adalah salah satu universitas swasta yang terbaik di dunia. Stanford terletak kurang lebih 37 mil (60 km) sebelah tenggara San Francisco dan kurang lebih 20 mil (32 km) sebelah barat laut San Jose di Stanford, California. Stanford berdekatan dengan kota Palo Alto di Silicon Valley.

Selain tertarik melanjutkan studi ke sana, saya juga tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Stanford University. Salah satu yang menarik adalah cerita sejarah dibangunnya universitas tersebut meskipun saya sendiri tidak bisa memastikan kebenarannya (saya hanya pernah membaca dari salah satu artikel). Mau tau ceritanya, silakan baca artikel di bawah ini.

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University dan meminta untuk bertemu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung dan udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu dengan pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.

“Beliau hari ini sibuk”, sahut sang sekretaris.

“Kami akan menunggu”, jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Namun ternyata tidak, sang sekretaris itu pun mulai frustasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkannya kepada sang pimpinan.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi” katanya pada sang pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya. Sang pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”

Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, dia bahkan terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang pemimpin Harvard tampak kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalan ke Palo Alto, California. Kemudian mereka mendirikan sebauh universitas yang menyandang nama anak mereka, sebauh peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Akhirnya, Mosting Lagi….

December 5, 2008 by arun1st

Setelah sekian lama ga mosting di-blog, akhirnya sekarang bisa mosting lagi. Padahal sebenarnya dari dulu udah pengen nulis, tapi ga tau kenapa ga jadi-jadi.

Ternyata dengan menulis banyak hal yang bisa kudapatkan. Aku bisa berbagi dengan yang lain, bisa mengurangi beban pikiran, bisa melatih untuk jadi penulis, dll. Kalau aku sendiri sih sampai sekarang menulis karena pas ingin aja, jadi kalau pas ga ingin, ya ga nulis.

Aku lebih senang menulis di buku diary, terutama untuk hal-hal yang bersifat pribadi. Aku merasa hal itu bukan konsumsi  banyak orang, cukuplah aku dan sahabat dekatku.

Untuk semua yang suka menulis, salam kenal dariku. Dan tetaplah semangat untuk menulis………..

Untuk Sang Murobbi

August 4, 2008 by arun1st

“Bersyukurlah atas nikmat Allah niscaya akan Allah tambahkan, lapangkanlah dada atas segala kesulitan niscaya kemudahan akan datang, maafkanlah kesalahan ikhwah insya Allah surga menanti, ingat akhirat akhi niscaya akan melembutkan hati. Selesaikan segala persoalan akhi semoga Allah mempermudah. Laa tahzan innallaha ma’ana.”

Teringat lagi kalimat-kalimat penuh makna itu. Terbayang lagi senyum hangat sang murobbi. Terbuka lagi lembaran kisah yang sudah beberapa tahun berlalu. Saat-saat penuh kebahagian, saat-saat bisa saling berbagi, menasihati, memberi, hanya karena Allah.

Kini kalimat itu masih terukir jelas dalam inbox HP saya. Tak kan saya hapus meskipun waktu terus berlalu. Biarkan itu menjadi bukti bahwa kita ini satu keluarga. Bahwa saya sangat menghargainya. Bahwa saya sangat berterima kasih karena lewat beliaulah saya mengenal indahnya Islam. Lewat beliaulah saya mengerti indahnya persaudaraan. Nikmatnya kebersamaan dalam cinta kepada Allah.

Untuk Sang Murobbi, terima kasih atas segalanya. Ingin rasanya diri ini berjumpa, mendengarkan sejuknya taushiah darimu. Ingin merasakan lagi damainya hidup ini ketika dekat denganmu. Dari kejauhan, saya hanya bisa berdoa…semoga Allah melimpahkan rahmatnya padamu. Semoga kita masih bisa bertemu. Dan semoga kita akan berkumpul lagi di surga-Nya nanti.

Pilwalkot Bandung Sudah Dekat

August 4, 2008 by arun1st

10 Agustus 2008 besok akan menjadi ajang pertarungan politik antara 3 calon walikota Bandung. Trendi, Dada-Ayi, dan Nahadi siap berjuang membawa Bandung ke arah yang lebih baik. Siapakah dari ketiganya yang dipercayai masyarakat? Kita lihat saja nanti hasilnya.

Ada beberapa hal yang menarik parhatian saya pada perhelatan pilwalkot Bandung ini. Pertama, saya ingin melihat kiprah calon independen. Apakah Nahadi mampu menarik simpati masyarakat dengan mendulang suara yang besar. Ataukah sebaliknya. Mengingat baru kali ini saya mengamati perkembangan politik di Indonesia. Kedua, saya ingin mengetahui tanggapan masyarakat Bandung terhadap kinerja kang Dada. Kalau memang masyarakat menganggap kang Dada sukses membawa kesejahteraan, pastilah mereka akan memilih kang Dada lagi. Namun, apabila nanti kang Dada gagal menang, saya berasumsi bahwa kinerja kang Dada tidak memuaskan masyarakat Bandung. Rakyat ingin sesuatu yang baru, ingin sebuah perubahan, yang dimulai dari pemimpinnya.

Terakhir, melihat kemenangan Hade (diusung PKS-PAN) pada pilgub kemarin, rasanya peluang Trendi memenangi pilwalkot kali ini cukup besar. Apalagi Bandung merupakan salah satu basis massa PKS. Ditambah lagi calon yang diusung masih muda dan memiliki semangat untuk sebuah perubahan. Beberepa hari ke depan, semua pertanyaan saya pasti akan terjawab. Siapakah sosok yang diharapkan oleh masyarakat untuk memimpin Bandung.

Meski bukan warga bandung asli, saya sangat dekat dengan Bandung dan warganya. Secara saya kuliah di sini dan insya Allah akan tetap tinggal di sini untuk waktu yang lama (ingin jadi dosen/peneliti di kampus saya, syukur2 dapat jodoh orang sini :P ). Pokoknya saya berharap bahwa Bandung nanti dipimpin oleh orang yang benar-benar tepat. Orang yang mampu memberi teladan kepada warganya. Orang yang dekat dengan rakyat kecil, bukan hanya dekat dengan orang2 kaya. Orang yang dekat dengan Sang Pencipta. Amiiin.

Kawah Putih Ciwidey, Pesona Bandung

August 3, 2008 by arun1st

Sudah sering saya mendengar kawah putih, salah satu tempat wisata unggulan di Bandung. Namun, baru selasa (29/07) kemarin, saya berkesempatan mengunjunginya. Ceritanya berawal dari sms yang masuk dari Gessa MT’06. Dia dan kawan-kawan ingin liburan sekalian ngumpul anak Gamais ‘06. Dari sekian banyak yang diundang hanya 7 orang (ikhwan) yang bisa ikut. Gessa MT, Adi GL, Panji FT, Widi SI, Dirga SI, Yuma SI, dan saya sendiri.

Kita pergi bermodalkan nekad karena memang tidak ada yang hafal jalannya. Peta bandung menjadi sahabat yang setia memandu kami. Beberapa kali sempat salah jalan (he..he..maklum petanya kurang jelas). Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya mobil hitam yang membawa 7 orang itu sampai juga di tempat tujuan.

Subhanallah, pemandangan yang menakjubkan. Segala masalah sekejap hilang, segala resah seketika lenyap . Yang tertinggal hanyalah rasa senang dan syukur menikmati indah ciptaan-Nya.

Kawah putih ini bisa menjadi alternatif tempat wisata mengisi hari libur. Dijamin tidak akan kecewa. Silakan buktikan sendiri :)