Sedikit Pelepas Penat

July 29, 2009 by arun1st

Sebagai manusia, kita pastilah pernah merasakan apa yang biasa disebut suntuk, jenuh, penat, atau apapun namanya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang untuk menghilangkannya, mulai dari istirahat (tidur), bercanda dengan teman, jalan-jalan, dengerin musik, dll.

Yah, untuk menangani masalah yg satu ini sy biasanya dengerin murottal, dengerin nasyid, atau ngobrol/curhat dengan teman dekat. Sy ingin sedikit berbagi nasyid yang biasanya sy dengarkan ketika merasa jenuh, futur, butuh refreshing, dsb. “Penghambaanku” dari StarFive, inilah salah satu judul lagu yang biasanya sy putar. Sambil tiduran di kamar, sambil meresapi apa isi nasyid tersebut, kadang2 sambil berpikir apa yang harus sy lakukan ke depan. Liriknya begitu menyentuh, begitu mengena, karena sy merasa banyak dosa yg telah sy lakukan baik itu yg disengaja maupun tidak. Amal2 ibadahpun masih ternodai oleh urusan duniawi. Ya Allah…, ampunilah dosa2ku, sucikanlah niat ibadahku dari urusan duniawi. Amiin.

Penghambaanku (StarFive)

Dibanyak malam aku berdo’a
Karna diri ini trus merasa
Bagai tanah lumpur yang bernoda
Tiada bersih hanya penuh cela

Dibanyak waktu aku tersadar
Hanya dosa dan dosa terhampar
Meski tetes air mataku mengurai
Tak akan mampu dosa terlerai

Ya Allah hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukan cahaya
Ya Allah Engkau satu yang mampu
PertolonganMu selamatkan aku

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu

Dibanyak hari aku mencoba
Sebut nama untuk mengingatkan
Agar tak mengulang salah-salah yang sama
Salah yang slalu berakhir penyesalan

Memang Penghambaanku belumlah sempurna
Sgala nilai ibadah masih terpatri duniawi
Segala nilai amalan masih terbetik pujian
Ya Allah tetapkan imanku untuk terus dijalanMu

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu, kembali aku

Synthesis and Formality Verification

July 29, 2009 by arun1st

Synthesis

Sintesis adalah sebuah bagian dalam proses verifikasi yang berfungsi menerjemahkan deskripsi RTL ke dalam implementasi gate level. Salah satu software yang bisa digunakan untuk sintesis adalah Design Compiler yang merupakan bagian dari produk Synopsys. Design Compiler menyediakan optimasi constraint-driven dan mendukung berbagai design style. Software tersebut dapat mensintesis deskripsi HDL menjadi technology-dependent, desain gate-level. Design Compiler dapat mengoptimalkan desain kombinasional dan sekuensial untuk speed, area, dan power, serta mendukung desain flat dan hierarkis.

Sintesis

Gambar 1. Overview Design Compiler

Formality Verification

Formality adalah sebuah tool dari synopsys yang digunakan untuk formal verification. Sedangkan formal verification itu sendiri adalah metode untuk mengecek apakah dua desain mempunyai fungsi yang ekivalen tanpa melakukan proses simulasi. Desain yang pertama berperan sebagai desain referensi (desain ideal), desain yang kedua sebagai desain implementasi yang akan dicek.

Formal verification digunakan untuk mengecek bahwa sintesis sudah benar/menghasilkan fungsi yang sama dengan RTL. Jika tidak menggunakan formal verification dan memilih melakukan simulasi netlist untuk memastikan bahwa netlist itu benar, akan dibutuhkan waktu yang lama dan tidak efisien, apalagi jika ditemukan bug. Oleh karena itu, metode formal verification dapat menyelesaikan masalah ini. Untuk menjalankan formality, kita harus membaca desain referensi dan implementasi dan beberapa library. Kemudian kita harus menge-set top-level design sebagai desain referensi sebelum melanjutkan ke desain implementasi.

Formal1

Gambar 2. Alur pembacaan desain pada formality

Formal2

Gambar 3. Ringkasan proses verifikasi desain

Leda Checking

June 26, 2009 by arun1st

Pada kesempatan Kerja Praktek (KP) di Versatile Silicon, salah satu tugas saya adalah melakukan leda checking terhadap desain Verilog. Apa itu leda? Itulah pertanyaan pertama yang muncul dalam otak saya ketika mendapat tugas itu. Untunglah, ada pembimbing yang selalu membantu jika saya membutuhkan dan tentunya ada Prof. Google yang selalu standby 24 jam. Langsung saja, saya bergegas ke laptop dan berselancar di dunia maya mencari bantuan. Setelah membaca beberapa bahan dan melakukan praktek langsung, akhirnya sekarang sudah sedikit tahu apa itu leda.

Leda adalah sebuah alat pengecek sistem-ke-netlist yang mempunyai prepackaged rule untuk mengecek desain Verilog atau VHDL dengan berbagai aturan desain dan coding standar. Leda mengandung optional specifier tool yang dapat kita gunakan untuk mendefinisikan aturan coding kita sendiri menggunakan VeRSL (Verilog Rule Specification Language) dan VRSL (VHDL Rule Specification Language) macro-based rule programming language untuk Verilog dan VHDL. Leda juga mempunyai fitur komplit API yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan netlist rule pada Tcl atau C untuk dijalankan dengan database desain yang terperinci.

Dengan bantuan leda, kita dapat mengetahui bagian pada coding Verilog yang menimbulkan adanya warning/error. Setelah kita tahu adanya bug tersebut, tugas kita selanjutnya adalah melakukan debugging. Tentunya, ketika kita melakukan debugging, kita juga harus mengerti terlebih dahulu masalahnya (dalam hal ini masalah pada coding Verilog). Debugging sangat penting dilakukan, agar dihasilkan code RTL yang handal sebelum diimplementasikan ke dalam ASIC. Berikut ini salah satu contoh error message dan solusinya:

Error message: VER_2_1_4_2 Use bit-wise operators (&, |, ~) instead of logic operators (&&, ||, !), even in single bit operation expressions.

Solution: Replace logical operator (&&, ||, !) with bit-wise operator (&, |, ~).

Cinta Tanpa Definisi

June 26, 2009 by arun1st

Seperti angin memabadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap, ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu, ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua menjadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.

Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari. Mungkin sebab itu Eric Fromm dalam -The Art of Loving- tidak tertarik -atau juga tidak sanggup- mendefinisikannya. Atau memang cinta sendiri yang tidak perlu definisi bagi dirinya. (Serial Cinta, Anis Matta).

Creating Verification Environment Using Shell Scripting

June 18, 2009 by arun1st

Hari ini aku mendapat tugas untuk membuat verification environment menggunakan shell scripting linux. Apaan tuh shell scripting??? Kata itu merupakan kata baru bagiku (meskipun pernah dengar sebelumnya). Karena ini merupakan kewajiban, aku harus mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Langkah pertama, adalah mencari referensi. Kalau sudah ada kata “mencari”, tiada kata lagi selain “google”. Sekarang ini internet (yang biasanya diawali lewat searching di google) merupakan guru yang sangat luar biasa. Segala hal yang kita cari ada di sana terlepas dari benar atau salah.

Dan akhirnya aku dapatkan beberapa referensi diantaranya buku Linux Shell Scripting Tutorial-A Beginner’s Handbook. Dari buku ini aku mulai sedikit memahami apa itu kernel, shell, bagaimana menulis shell script, struktur bahasa shell, fungsi, dll. Walaupun begitu aku masih belum bisa membuat dynamic verification environment including coverage metric. Untuk yang static, sudah berhasil dibuat dengan memanfaatkan contoh yang sudah ada sebelumnya. Karena dalam verifikasi ini digunakan tool modelsim, aku juga harus mengerti bagaimana mengaksesnya via console dan mengerti DO file.

Yang jelas, shell scripting layaknya bahasa pemrograman yang lain. Hanya sintaksnya yang berbeda dan karena console based, jadi harus terbiasa dengan command-command yang ada di linux. Berhubung aku termasuk pemula di dunia linux, jadi untuk command-command tersebut belum terbiasa. Mudah-mudahan hari ini tugas tersebut bisa terselesaikan.

RTL Verification

June 16, 2009 by arun1st

Perancangan Sistem digital tidak bisa terlepas dari beberapa alur proses yang harus dilaluinya. Berikut ini adalah flowchart perancangan sistem digital.

Dari flowchart tersebut bisa dilihat, bahwa memang proses verifikasi merupakan bagian yang menghabiskan waktu yang paling banyak (the most consuming time) dalam proses perancangan. Verifikasi itu sendiri terdiri dari beberapa jenis metode, diantaranya functional, assertion, coverage, formal dll.  Ada beberapa tool yang bisa digunakan, tapi yang kita pakai adalah ModelSim.

Coverage metric digunakan untuk mengukur tingkat kepercayaan pada total usaha verifikasi kita dan untuk membantu tim desain dalam memprediksi waktu optimal peluncuran desain. Ada beberapa jenis coverage metric, yaitu:

  1. Statement/Line Coverage, digunakan untuk mengukur berapa banyak line/statement yang telah dieksekusi selama simulasi.
  2. Branch/Decision Coverage, digunakan untuk mengukur coverage of if and case statement (percabanngan) yang mempengaruhi alur kontrol dari eksekusi HDL.
  3. Path Coverage, digunakan untuk mengukur berapa banyak tiap jalur (kombinasi unik antara statement dan branch) dieksekusi ketika ada stimulus.
  4. Condition and Expression Coverage, digunakan untuk memperluas branch coverage dengan cara mem-break down kondisi ke dalam elemen yang membuat hasilnya benar atau salah
  5. Toggle Coverage, digunakan untuk menghitung dan mengumpulkan perubahan di dalam state pada titik/tempat tertentu.

Sumber:

Principles of Verifiable RTL Design (Book) by Lionel Bening and Harry Foster, Hewlett Packard Company.

RTL Verification (Lecture) by Subhasish Mitra and Ofer Shacham, Stanford University.

ModelSim SE Tutorial and ModelSim Code Coverage (Manual) by Mentor Graphics Corp.

Verilog HDL : A Guide to Digital Design and Synthesis (book) by Samir Palnitkar, SunSoft Press.

Prof. Google and etc.

Kepalaku terasa berat

June 1, 2009 by arun1st

Hari ini kepalaku terasa berat sekali. Detik demi detik, menit demi menit, dan jam demi jam berlalu dengan perasaan males, kepala pusing, inginnya hanya istirahat. UTS Sistem Instrumentasi, Laporan Devais Semikonduktor (2 modul) terpaksa di-delay terlebih dahulu. Tapi, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa ku-delay (atau penginnya di-cancel), yaitu ngajar. Hal ini karena aku sudah janji dan janji harus ditepati. Selain itu, ini juga melibatkan kepentingan orang lain. Kalau UTS dan Laporan, jika di-delay atau di-cancel paling yang rugi adalah diri sendiri. Tapi kalau ngajar, selain diri sendiri, juga orang lain yang kena imbasnya. Jadi, kutekadkan diri tetap melangkah dengan kepala yang berat.

Alhamdulillah, seiring dengan pijakan langkah, sakit di kepala ini mulai berkurang. Meskipun sampai saat aku menulis tulisan ini sakit itu masih terasa, tapi lebih mendingan dibanding sebelumnya. Aku sendiri tidak tau apa penyebab sakit kepalaku. Aku sih menduga ini disebabkan karena posisi tidur yang salah, klo ga ya karena hujan-hujanan sebelumnya. Btw, aku mencoba melaluinya dengan sebaik mungkin dan mencoba membereskan tugas-tugas yang mulai menumpuk. Ada yang punya solusi atas masalahku ini???

Menempuh Studi di Luar Negeri

May 30, 2009 by arun1st

Setelah lulus S1 akan kemanakah kita? Sebagian dari kita ada yang memilih langsung bekerja (profesional), sebagian lagi memilih jalur wirausaha (entrepreneur), dan yang lainnya memilih melanjutkan studinya. Walaupun masih banyak kemungkinan yang lain seperti langsung menikah, membantu bisnis orang tua, dan lain-lain, tapi sebagian besar orang yang saya tanyai menjawab satu di antara 3 pilihan yang saya sebutkan di atas.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang salah satu opsi setelah lulus S1: melanjutkan studi ke luar negeri. Kenapa ada imbuhan luar negeri? Pertama, secara umum melanjutkan studi di luar negeri lebih susah dibanding di dalam negeri. Kedua, banyak orang yang tidak mempunyai gambaran kuliah di luar negeri. Ketiga, banyak orang yang berminat kuliah di luar negeri. Dan beberapa alasan lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. So, apa sih yang harus kita persiapkan jika ingin melanjutkan studi di luar negeri?

Menurut beberapa sumber yang saya dapat (dosen, teman, website, dll), kurang lebih ada 5 poin penting yang harus kita persiapkan, yaitu:

1. Surat Rekomendasi

Sebaiknya kita meminta surat rekomendasi kepada dosen yang sudah dikenal di luar negeri (untuk lebih memudahkan), namun hal itu bukan menjadi suatu kewajiban. Bisa saja transkrip kita biasa atau bahkan jelek, tapi jika kita direkomendasikan oleh dosen yang terkenal, hal itu tidak menjadi masalah.

2. Sertifikat TOEFL/IELTS

Biasanya skor TOEFL yang diminta adalah minimal 550 untuk Paper-Based Test (PBT), 79 untuk Internet-Based Test (IBT), atau 6.0 untuk IELTS. Untuk jurusan/universitas tertentu mensyaratkan skor yang lebih besar dari itu (terutama di USA). Ini juga merupakan hal yang penting karena berhubungan dengan syarat awal masuk suatu universitas.

3. Letter of Motivation atau Statement of Purpose

Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam proses seleksi penerimaan program S2 atau S3 karena inilah yang menggambarkan apa yang akan kita lakukan di universitas tersebut. Sebaiknya ditulis dengan singkat, jelas, dan padat (tidak terlalu bertele-tele).

4. Transkrip Nilai

Jangan khawatir kalau nilai kita pas-pasan karena transkrip bukan merupakan hal yang terpenting. Bisa saja nilai kita minim, tapi kalau persyaratan yang lain kita bagus, maka peluang lulus seleksi akan sangat besar. Namun, akan lebih baik lagi jikalau nilai dalam transkrip kita memuaskan.

5. Test Masuk

Sebagian universitas mengharuskan mengambil tes masuk (GRE, GMAT, dll). Soal yang diberikan disesuaikan dengan jurusan yang akan kita ambil nantinya, tidak peduli S1 kita dari jurusan apa. Sebagian yang lain, tidak mengharuskannya.

Berikut ini saya berikan contoh cuplikan singkat persiapan yang harus dilakukan agar bisa diterima di Stanford University, USA:

Guide to Graduate Admission, Stanford University, 2009-10

Application Preparation

  1. Request that your transcripts be sent directly to the department to which you are applying.
  2. Prepare a list of three recommendres; ask them to submit a letter of recommendation on your behalf before your program deadline.
  3. Prepare a statement of purpose.
  4. If you have not yet taken the GRE General Test and, if applicable, GRE Subject Test, TOEFL, and/or TSE, arrange to take them in time for the Educational Testing Services (ETS) to report your scores by your program’s deadline. If you have taken your test(s), request ETS to send official scores to Stanford University. The Stanford University score recipient number is 4704. Individual department code numbers are not used.
  5. Stanford will communicate with you primarily via email; it is therefore essential that you have reliable email account that you check on a regular basis.
  6. Application materials, once submitted as part of your application, become the property of Stanford University. Materials will not be returned, and copies will not be provided for applicants nor released to other institutions. Please keep a copy for your records.

Untuk masalah beasiswa dan masalah keuangan, Insya Allah akan saya tulis di kesempatan lain. Tunggu saja postingan selanjutnya.

Masih berkutat dengan UAS

May 26, 2009 by arun1st

Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak mosting, akhirnya sekarang mosting lagi. Kebetulan ada akses internet gratis di kosan temen (sebut saja namanya dipta, hehe…).  Mau nulis apa ya? Bingung, dan mungkin hal inilah yang kadang-kadang membuatku enggan untuk mosting. Padahal sering terbesit atau terlintas ide-ide yang kayaknya bagus untuk ditulis di blog tapi pas sudah di depan komputer, seakan-akan ide itu begitu sulit untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Kayaknya aku harus sering latihan menulis sehingga terbiasa dan terasa idenya langsung dalam bentuk tulisan.

Sekarang baiknya mending belajar/fokus ke UAS dulu, cuma tinggal dua mata kuliah yang belum UAS. Sistem Embedded dan Devais Semikonduktor! Hanya itu, setelah itu aku bisa “sedikit bernafas” lega dan bisa menikmati hal-hal lain di luar akademik. Yah, mungkin itu saja awal kembalinya aku menulis di blog, insya Allah ke depannya pengin menulis banyak hal terutama di bidang pendidikan: baik itu sharing ilmu tentang elektro yang sudah kudapatkan maupun kondisi pendidikan di negeri ini. Hal ini karena memang aku sangat tertarik dengan dunia pendidikan dan sedikit (atau mungkin banyak) prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia.

Identitas Jerusalem dalam Bahaya

April 17, 2009 by arun1st

Kompas – Jumat, April 17

Oleh Musthafa Abd Rahman

KOMPAS.com — Kelompok Yahudi ekstrem, Kamis (16/4), mencoba menembus kompleks Masjid Al Aqsa di Jerusalem Timur dalam peringatan perayaan hari besar agama Yahudi. Mufti kota Jerusalem Timur (Al Quds) dan Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Akrama Sabri, memberi peringatan keras soal dampak negatif jika kaum Yahudi terus memaksa menembus kompleks Masjid Al Aqsa itu.

Menlu Palestina Riyadh Maliki, Rabu (15/4) di Ramallah, menggelar pertemuan dengan para duta besar dan diplomat asing untuk Palestina. Menlu Maliki menyampaikan bahaya aksi Israel yang terus melakukan proyek Yahudinisasi kota Jerusalem Timur dan rencana kaum Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Maliki menegaskan, Yahudinisasi kota Jerusalem Timur akan membuyarkan proses perdamaian. Kota Jerusalem memang sarat konflik sepanjang sejarah. Kini, hampir tidak ada hari dan bahkan tidak ada jam tanpa aksi Israel melakukan Yahudinisasi Jerusalem Timur.

Ketika rakyat Palestina dan bangsa Arab merayakan Jerusalem Timur sebagai ibu kota kebudayaan, Maret lalu, Israel secara bersamaan meluncurkan proyek Yahudinisasi di kawasan kompleks Masjid Al Aqsa.

Kota Jerusalem Timur adalah kota suci bagi ketiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Kota suci tersebut yang diimpikan rakyat Palestina menjadi ibu kota negara kelak.

Pakar geologi Israel telah bekerja selama 39 tahun untuk penggalian di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa. Meir Ben David, pakar itu, mengungkapkan, menjelang berdirinya negara Israel pada 1948, sesungguhnya pimpinan zionis berbeda pendapat apakah menduduki atau menerima status quo Jerusalem sebagai kota internasional.

PBB, pada 1947, membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu wilayah Arab dan Yahudi. Jerusalem diputuskan sebagai kota internasional di bawah kontrol internasional. Namun, Yahudi ekstrem memilih menduduki kota Jerusalem dan mendapat dukungan lebih besar. Pimpinan zionis saat itu memilih mencapai kesepakatan dengan Jordania dengan membagi Jerusalem. Kemudian Israel menduduki Jerusalem Barat, dan Jordania menguasai Jerusalem Timur. Masyarakat internasional tak mengakui realitas baru kota Jerusalem, kecuali Inggris dan Pakistan.

PBB menolak pemecahan Jerusalem tersebut. Pada 1949, PBB mengecam aksi sepihak Israel yang membalas dengan mendeklarasikan kota Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan lembaga pemerintah dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejarawan Israel, Aharon Lieran, mengungkapkan, pada 14 Mei 1948, militer Israel mendapat tekanan dari sejumlah pemimpin politik dan organisasi untuk menguasai Jerusalem Timur. Pada hari itu, pasukan kolonial Inggris telah meninggalkan kota Jerusalem Timur.

Sejumlah pimpinan politik lain menolak menduduki Jerusalem Timur dan memilih mencapai kesepahaman dengan Jordania. Setelah empat hari, pasukan Jordania tiba di Jerusalem Timur dan sejak itu Jerusalem terbagi antara Timur dan Barat.

PM Israel David Ben Gurion saat itu marah kepada pimpinan militer dan politik Israel karena menolak menduduki Jerusalem Timur. ”Kita akan menangis untuk generasi mendatang karena kita gagal membebaskan Jerusalem Timur,” kata Gurion.

Pada perang Arab-Israel bulan Juni 1967, militer Israel berhasil mewujudkan impian PM Gurion. Jerusalem Timur pun diduduki.

Inilah awal mulainya Yahudinisasi Jerusalem Timur. Empat hari setelah menduduki kota Jerusalem Timur pada 5 Juni 1967, Israel menginstruksikan warga Arab di Distrik Magharaba hengkang untuk memperluas halaman Tembok Ratapan, yang terletak di dinding bagian barat kompleks Masjid Al Aqsa. Kompleks Masjid ini diyakini oleh Yahudi sebagai sisa reruntuhan dari Dinasti Salomon.

Pada 26 Juni 1967, tiga pekan setelah menduduki Jerusalem Timur, Pemerintah Israel menyatukan kota Jerusalem dengan dijadikan sebagai ibu kota negara.

Setelah mengontrol semua Jerusalem, Israel mulai meluncurkan proyek pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Kini, setelah 42 tahun, jumlah penghuni permukiman Yahudi di sekitar kota suci itu mencapai 180.000 jiwa, sama dengan penghuni permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sejak tahun 1967, telah dibangun 29 permukiman Yahudi di kota Jerusalem Timur dan sekitarnya dan 14 permukiman Yahudi di antaranya di bangun di dalam kota suci. Beberapa rumah Yahudi dibangun di tengah distrik Arab di kompleks kota lama. Luas kompleks kota lama itu hanya 1 km persegi yang terdiri dari empat distrik, yakni distrik Islam, Kristen, Yahudi, dan Armenia.

Semula Israel hanya menguasai distrik Yahudi dan kawasan Tembok Ratapan di kota lama Jerusalem Timur. Namun, sejak pertengahan 1970-an, warga Yahudi mulai membeli rumah-rumah warga Palestina untuk mengurangi jumlah warga Arab di kompleks kota lama itu.

Hunian Ariel Sharon

Kini, warga Yahudi telah menguasai 40 persen perumahan yang ada di kota lama. Rumah-rumah itu kini sudah beralih status menjadi rumah orang Yahudi, kantor, dan hotel. Bahkan, mantan PM Israel Ariel Sharon memiliki rumah di tengah distrik Islam di kota lama itu.

Yahudinisasi Jerusalem Timur tidak sebatas di permukaan tanah, tetapi juga di bawah permukaan tanah. Israel kini telah membangun terowongan. Kini telah dibangun kota mini di bawah permukaan kota lama.

Di bawah permukaan kota lama kini terdapat museum-museum dan jalan-jalan yang saling menghubungkan warga Yahudi. Sejak awal tahun 1980-an, Israel mulai melakukan aksi Yahudinisasi pula di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa untuk menguasai rumah-rumah warga Arab di kawasan tersebut.

Israel telah membongkar 88 gedung yang dihuni sekitar 1.500 warga Palestina di Distrik Salwan di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa. Di distrik tersebut terdapat dua kompleks kuburan Islam.

Israel berdalih akan dibangun pusat perbelanjaan dan tempat parkir mobil di Distrik Salwan. Israel juga sudah banyak membeli rumah-rumah Palestina di kawasan lingkaran kompleks Masjid Al Aqsa yang lain, seperti Distrik Sheikh Garah, Jabal Zaitun, dan Mandub Shami.

Antara tahun 2001-2005, Israel telah membongkar 667 rumah Palestina di Jerusalem Timur. Kota Jerusalem Timur kini berpenduduk 410.000 jiwa yang terdiri atas 184.000 warga Yahudi (45 persen) dan 226.000 jiwa warga Arab (55 persen).

Jika masyarakat internasional tak berdaya membendung aksi Yahudinisasi Jerusalem Timur, kota suci itu tinggal menanti akhir hayatnya sebagai kota Arab, alias kehilangan identitas.