Archive for the ‘Religi’ Category

Hati-hati dengan lidah kita

September 7, 2009

Lidah merupakan anugerah Allah yang tidak ternilai harganya, merupakan nikmat yang begitu besar. Dengan lidah kita bisa merasakan lezatnya suatu makanan, bisa menyampaikan apa yang ingin kita katakan, bisa melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, dan lain sebagainya. Namun, dengan lidah pula kita bisa menghancurkan diri kita sendiri, orang lain, bahkan dunia ini. Makanya tidak heran kalau ada istilah lidah itu lebih tajam dari pedang. Lidah mampu membuat luka abadi yang tidak bisa terobatkan, bisa menebarkan fitnah yang mampu memporak-porandakan masyarakat, bisa mengeluarkan perintah yg menyengsarakan rakyat. Lidah juga dapat membuat kita menjadi sosok yang paling dibenci oleh Allah lantaran apa yang kita katakan tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan apa yang kita lakukan. Pada tulisan ini akan saya kutip beberapa dalil dari Al-Quran dan Al-Hadits tentang hukum/peringatan bagi orang-orang yang menggunakan lidahnya untuk mengatakan sesuatu yang tidak dia lakukan.

1. Surat Al-Baqarah ayat 44

﴿ أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ ﴾

Artinya “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan sedang kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS 2:44)

2. Surat Ash-Shaff ayat 2-3

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾

﴿ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾

Artinya “Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?”. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS 61:2-3)

3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Malik r.a., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Pada malam aku diisrakan, aku melihat suatu kaum yang mengguntingi lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api.” Dia berkata, “Aku bertanya, ‘siapakah mereka itu?’ Mereka menjawab, ‘Kaum itu adalah para penceramah umatmu dari kalangan ahli dunia, yaitu menyuruh manusia berbuat kebajikan, namun merka melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca Al-Kitab. Tidakkah mereka berakal?”

4. Imam Ahmad meriwayatkan, melalui sanad dari Abi Wa’il, dia berkata bahwa Usamah mendengar Rasulullah SAW bersabda “Pada hari kiamat akan ditampilkan seseorang, kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ususnya terburai, dan ia berputar di neraka mengitari ususnya seperti keledai mengitari batu penggilingan. Lalu penghuni neraka mengelilinginya seraya bertanya, ‘Hai Fulan, apa yang telah terjadi pada dirimu, bukankan dahulu kamu suka menyuruh kami kepada amal ma’ruf dan melarang kami dari kemungkaran?’ Si Fulan menjawab, ‘Dulu aku menyuruhmu kepada amal ma’ruf namun aku sendiri tidak melakukannya dan aku melarangmu dari kemungkaran, tetapi aku sendiri malah melakukannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 9

…قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ ﴾

Artinya “…Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang berakalah yang dapat menerima pelajaran.” (QS 39:9)

6. Ibnu Askar meriwayatkan dalam biografi Al-Walid bin Uqbah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya sekelompok ahli surga melongok kepada kelompok penghuni neraka. Mereka bertanya, ‘Mengapa kalian masuk neraka? Demi Allah, kami tidak masuk surga kecuali karena apa yang telah kami pelajari dari kalian.’ Ahli neraka menjawab, ‘Dahulu kami hanya berkata, tapi tidak berbuat.”

7. Hadits Rasulullah SAW “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: bila berjanji, dia tidak pernah memenuhinya; bila berbicara, dia berdusta; bila diberi amanat, dia khianat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Identitas Jerusalem dalam Bahaya

April 17, 2009

Kompas – Jumat, April 17

Oleh Musthafa Abd Rahman

KOMPAS.com — Kelompok Yahudi ekstrem, Kamis (16/4), mencoba menembus kompleks Masjid Al Aqsa di Jerusalem Timur dalam peringatan perayaan hari besar agama Yahudi. Mufti kota Jerusalem Timur (Al Quds) dan Imam Masjid Al Aqsa, Sheikh Akrama Sabri, memberi peringatan keras soal dampak negatif jika kaum Yahudi terus memaksa menembus kompleks Masjid Al Aqsa itu.

Menlu Palestina Riyadh Maliki, Rabu (15/4) di Ramallah, menggelar pertemuan dengan para duta besar dan diplomat asing untuk Palestina. Menlu Maliki menyampaikan bahaya aksi Israel yang terus melakukan proyek Yahudinisasi kota Jerusalem Timur dan rencana kaum Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Maliki menegaskan, Yahudinisasi kota Jerusalem Timur akan membuyarkan proses perdamaian. Kota Jerusalem memang sarat konflik sepanjang sejarah. Kini, hampir tidak ada hari dan bahkan tidak ada jam tanpa aksi Israel melakukan Yahudinisasi Jerusalem Timur.

Ketika rakyat Palestina dan bangsa Arab merayakan Jerusalem Timur sebagai ibu kota kebudayaan, Maret lalu, Israel secara bersamaan meluncurkan proyek Yahudinisasi di kawasan kompleks Masjid Al Aqsa.

Kota Jerusalem Timur adalah kota suci bagi ketiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam. Kota suci tersebut yang diimpikan rakyat Palestina menjadi ibu kota negara kelak.

Pakar geologi Israel telah bekerja selama 39 tahun untuk penggalian di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa. Meir Ben David, pakar itu, mengungkapkan, menjelang berdirinya negara Israel pada 1948, sesungguhnya pimpinan zionis berbeda pendapat apakah menduduki atau menerima status quo Jerusalem sebagai kota internasional.

PBB, pada 1947, membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu wilayah Arab dan Yahudi. Jerusalem diputuskan sebagai kota internasional di bawah kontrol internasional. Namun, Yahudi ekstrem memilih menduduki kota Jerusalem dan mendapat dukungan lebih besar. Pimpinan zionis saat itu memilih mencapai kesepakatan dengan Jordania dengan membagi Jerusalem. Kemudian Israel menduduki Jerusalem Barat, dan Jordania menguasai Jerusalem Timur. Masyarakat internasional tak mengakui realitas baru kota Jerusalem, kecuali Inggris dan Pakistan.

PBB menolak pemecahan Jerusalem tersebut. Pada 1949, PBB mengecam aksi sepihak Israel yang membalas dengan mendeklarasikan kota Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan lembaga pemerintah dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejarawan Israel, Aharon Lieran, mengungkapkan, pada 14 Mei 1948, militer Israel mendapat tekanan dari sejumlah pemimpin politik dan organisasi untuk menguasai Jerusalem Timur. Pada hari itu, pasukan kolonial Inggris telah meninggalkan kota Jerusalem Timur.

Sejumlah pimpinan politik lain menolak menduduki Jerusalem Timur dan memilih mencapai kesepahaman dengan Jordania. Setelah empat hari, pasukan Jordania tiba di Jerusalem Timur dan sejak itu Jerusalem terbagi antara Timur dan Barat.

PM Israel David Ben Gurion saat itu marah kepada pimpinan militer dan politik Israel karena menolak menduduki Jerusalem Timur. ”Kita akan menangis untuk generasi mendatang karena kita gagal membebaskan Jerusalem Timur,” kata Gurion.

Pada perang Arab-Israel bulan Juni 1967, militer Israel berhasil mewujudkan impian PM Gurion. Jerusalem Timur pun diduduki.

Inilah awal mulainya Yahudinisasi Jerusalem Timur. Empat hari setelah menduduki kota Jerusalem Timur pada 5 Juni 1967, Israel menginstruksikan warga Arab di Distrik Magharaba hengkang untuk memperluas halaman Tembok Ratapan, yang terletak di dinding bagian barat kompleks Masjid Al Aqsa. Kompleks Masjid ini diyakini oleh Yahudi sebagai sisa reruntuhan dari Dinasti Salomon.

Pada 26 Juni 1967, tiga pekan setelah menduduki Jerusalem Timur, Pemerintah Israel menyatukan kota Jerusalem dengan dijadikan sebagai ibu kota negara.

Setelah mengontrol semua Jerusalem, Israel mulai meluncurkan proyek pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Kini, setelah 42 tahun, jumlah penghuni permukiman Yahudi di sekitar kota suci itu mencapai 180.000 jiwa, sama dengan penghuni permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sejak tahun 1967, telah dibangun 29 permukiman Yahudi di kota Jerusalem Timur dan sekitarnya dan 14 permukiman Yahudi di antaranya di bangun di dalam kota suci. Beberapa rumah Yahudi dibangun di tengah distrik Arab di kompleks kota lama. Luas kompleks kota lama itu hanya 1 km persegi yang terdiri dari empat distrik, yakni distrik Islam, Kristen, Yahudi, dan Armenia.

Semula Israel hanya menguasai distrik Yahudi dan kawasan Tembok Ratapan di kota lama Jerusalem Timur. Namun, sejak pertengahan 1970-an, warga Yahudi mulai membeli rumah-rumah warga Palestina untuk mengurangi jumlah warga Arab di kompleks kota lama itu.

Hunian Ariel Sharon

Kini, warga Yahudi telah menguasai 40 persen perumahan yang ada di kota lama. Rumah-rumah itu kini sudah beralih status menjadi rumah orang Yahudi, kantor, dan hotel. Bahkan, mantan PM Israel Ariel Sharon memiliki rumah di tengah distrik Islam di kota lama itu.

Yahudinisasi Jerusalem Timur tidak sebatas di permukaan tanah, tetapi juga di bawah permukaan tanah. Israel kini telah membangun terowongan. Kini telah dibangun kota mini di bawah permukaan kota lama.

Di bawah permukaan kota lama kini terdapat museum-museum dan jalan-jalan yang saling menghubungkan warga Yahudi. Sejak awal tahun 1980-an, Israel mulai melakukan aksi Yahudinisasi pula di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa untuk menguasai rumah-rumah warga Arab di kawasan tersebut.

Israel telah membongkar 88 gedung yang dihuni sekitar 1.500 warga Palestina di Distrik Salwan di kawasan lingkaran Masjid Al Aqsa. Di distrik tersebut terdapat dua kompleks kuburan Islam.

Israel berdalih akan dibangun pusat perbelanjaan dan tempat parkir mobil di Distrik Salwan. Israel juga sudah banyak membeli rumah-rumah Palestina di kawasan lingkaran kompleks Masjid Al Aqsa yang lain, seperti Distrik Sheikh Garah, Jabal Zaitun, dan Mandub Shami.

Antara tahun 2001-2005, Israel telah membongkar 667 rumah Palestina di Jerusalem Timur. Kota Jerusalem Timur kini berpenduduk 410.000 jiwa yang terdiri atas 184.000 warga Yahudi (45 persen) dan 226.000 jiwa warga Arab (55 persen).

Jika masyarakat internasional tak berdaya membendung aksi Yahudinisasi Jerusalem Timur, kota suci itu tinggal menanti akhir hayatnya sebagai kota Arab, alias kehilangan identitas.

If there’s a will, there’s a way

January 1, 2009

Suatu ketika aku sedang membaca Al-Quran surat Al-‘ankabut dan akhirnya terhenti di ayat yang terakhir. Aku sangat tertarik dengan arti dari ayat tersebut karena memang berkenaan dengan kebimbanganku tentang sesuatu yang kuinginkan. Aku merasa ragu apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Tapi ketika aku membaca ayat tersebut, timbulah kepercayaan diri dan optimisme. Pepatah yang mengatakan bahwa jika kita ada kemauan pasti ada jalan, semakin merasuk ke dalam hatiku setelah membaca ayat tersebut. Karena memang di sini Allah sendiri yang menjamin, bahwa jika kita bersungguh-sungguh pasti Allah akan menunjukkan jalan-Nya. Dan kadang jalan itu tidak bisa diduga dan tidak terpikirkan sebelumnya. Untuk yang belum tahu redaksi ayatnya, silakan lihat di bawah ini.

﴿ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴾

Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-‘ankabut : 69)

Jadi, gapailah mimpimu tanpa ragu!

Save Our Palestine!!!

January 1, 2009

Tahun baru 2008 ini (baik itu tahun baru islam maupun tahun baru masehi) diwarnai dengan genangan darah warga Palestine. Zionis Israel dengan tanpa belas kasihan membunuh ratusan manusia tak berdosa dan melukai ribuan lainnya. Hanya dengan alasan ingin memburu kelompok hamas, bom-bom Israel meluncur menghabisi semua yang ada di wilayah yang dicurigai sebagai markas hamas. Anak kecil, wanita, bahkan orang tua tak luput menjadi sasaran pembantaian Israel la’natullah. Dan yang paling membuat sedih, sebal, marah, adalah PBB dan amerika (yang katanya pembela HAM) hanya bisa diam. Dimana hati kalian? dimana otak kalian? Semua orang normal pun akan merasakan kepedihan terhadap pembantaian apalagi terhadap orang yang tidak berdosa.

Kita sebagai orang yang mengaku beriman tidak sepantasnya tinggal diam melihat saudara kita di Palestina yang dizhalimi oleh zionis Israel. Kita sesama muslim bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu bagian tubuh kita ada yang terluka, maka kita juga akan merasa terluka. Oleh karena itu, kita wajib melakukan sesuatu untuk membantu jihad mereka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin itulah pertanyaan yang ada dalam benak kita. Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membantu perjuangan Palestina, di antaranya :

1. Memahami Kondisi dan Problematika Palestina

Kewajiban pertama yang paling fundamental bagi seorang muslim adalah memahami akar masalah Palestina (Al-Quds) bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam. Perebutan kekuasaan yang terjadi di tanah suci itu bukan perebutan antara dua bangsa, Arab dan Israel. Tetapi, perang agama antara Islam dan Yahudi.“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al-Maidah (5): 82]. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia; kecuali pohon gorqhod karena ia adalah pohon yahudi.” (HR Muslim).

Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan akidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

2. Mensosialisasikan Kondisi dan Problematika Palestina kepada yang lain.

Setelah memahami permasalahan dan kondisi Palestina, maka mereka harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia.Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memahamkan pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya terhadap Palestina. Bahwa di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

3. Jihad dengan Harta

Kewajiban selanjutnya bagi umat Islam adalah berjihad dengan harta mereka. Umat Islam harus menyisihkan sebagian rezekinya minimal 1% untuk perjuangan Palestina. Karena jihad di Palestina sangat membutuhkan harta. Dan di sana juga banyak janda, anak yatim, anak sekolah, mahasiswa, orang yang kehilangan rumah dan pencaharian akibat konflik dan perang yang belum diketahui akhirnya. Semua itu sangat membutuhkan uluran tangan umat Islam lainnya yang mampu.

4. Jihad dengan Jiwa

Terdapat perbedaan mendasar dalam sifat perang di Palestina. Bila perang di Palestina dinyatakan sebagai perang antara dua bangsa atau dua negara, maka tidak boleh ada keterlibatan pihak lain di luar dua pihak yang bertikai tanpa ada permintaan untuk terlibat dari salah satu pihak yang berperang. Keterlibatan tanpa ada permintaan untuk terlibat berarti pelanggaran kedaulatan sebuah negara yang bertentangan dengan hukum internasional. Kenyataan yang terjadi adalah bahwa perang di Palestina adalah perang agama antara Islam dan Yahudi yang mengundang keterlibatan semua umat Islam dan kaum Yahudi di seluruh dunia, di setiap bangsa dan negara mana pun. Maka, hukum perang di Palestina adalah jihad fii sabiilillah yang diwajibkan atas setiap umat Islam di seluruh dunia sesuai dengan kondisi mereka di setiap tempat.“Diwajibkan atas kalian berperang sedangkan kalian membencinya. Barangkali kalian membenci sesuatu, tetapi itu baik bagi kalian. Dan barangkali kalian menyukai sesuatu sedangkan itu buruk bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” [Al-Baqarah (2): 216].

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” [At-Taubah (9): 44].

Palestina adalah tanah waqaf umat Islam yang harus dipertahankan sampai kapan pun. Pembelaan kita terhadap Palestina bukan karena mereka orang-orang Arab, melainkan karena mereka adalah muslim dan karena Palestina adalah salah satu dari tiga tempat suci umat Islam yang dimuliakan Allah. Karena itu, permasalahan Palestina harus dijadikan konsentrasi utama umat Islam.

5. Doa

Dan kewajiban yang paling minimal yang harus terus dilakukan oleh setiap umat Islam adalah berdoa. Doa orang beriman kepada saudaranya tanpa sepengetahuan mereka adalah maqbul.

Untuk Sang Murobbi

August 4, 2008

“Bersyukurlah atas nikmat Allah niscaya akan Allah tambahkan, lapangkanlah dada atas segala kesulitan niscaya kemudahan akan datang, maafkanlah kesalahan ikhwah insya Allah surga menanti, ingat akhirat akhi niscaya akan melembutkan hati. Selesaikan segala persoalan akhi semoga Allah mempermudah. Laa tahzan innallaha ma’ana.”

Teringat lagi kalimat-kalimat penuh makna itu. Terbayang lagi senyum hangat sang murobbi. Terbuka lagi lembaran kisah yang sudah beberapa tahun berlalu. Saat-saat penuh kebahagian, saat-saat bisa saling berbagi, menasihati, memberi, hanya karena Allah.

Kini kalimat itu masih terukir jelas dalam inbox HP saya. Tak kan saya hapus meskipun waktu terus berlalu. Biarkan itu menjadi bukti bahwa kita ini satu keluarga. Bahwa saya sangat menghargainya. Bahwa saya sangat berterima kasih karena lewat beliaulah saya mengenal indahnya Islam. Lewat beliaulah saya mengerti indahnya persaudaraan. Nikmatnya kebersamaan dalam cinta kepada Allah.

Untuk Sang Murobbi, terima kasih atas segalanya. Ingin rasanya diri ini berjumpa, mendengarkan sejuknya taushiah darimu. Ingin merasakan lagi damainya hidup ini ketika dekat denganmu. Dari kejauhan, saya hanya bisa berdoa…semoga Allah melimpahkan rahmatnya padamu. Semoga kita masih bisa bertemu. Dan semoga kita akan berkumpul lagi di surga-Nya nanti.