Leland Stanford Junior University, lebih dikenal dengan Stanford University atau Stanford adalah salah satu universitas swasta yang terbaik di dunia. Stanford terletak kurang lebih 37 mil (60 km) sebelah tenggara San Francisco dan kurang lebih 20 mil (32 km) sebelah barat laut San Jose di Stanford, California. Stanford berdekatan dengan kota Palo Alto di Silicon Valley.
Selain tertarik melanjutkan studi ke sana, saya juga tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Stanford University. Salah satu yang menarik adalah cerita sejarah dibangunnya universitas tersebut meskipun saya sendiri tidak bisa memastikan kebenarannya (saya hanya pernah membaca dari salah satu artikel). Mau tau ceritanya, silakan baca artikel di bawah ini.
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University dan meminta untuk bertemu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung dan udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu dengan pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk”, sahut sang sekretaris.
“Kami akan menunggu”, jawab sang wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Namun ternyata tidak, sang sekretaris itu pun mulai frustasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkannya kepada sang pimpinan.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi” katanya pada sang pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya. Sang pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”
Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, dia bahkan terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang pemimpin Harvard tampak kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalan ke Palo Alto, California. Kemudian mereka mendirikan sebauh universitas yang menyandang nama anak mereka, sebauh peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.