Archive for January, 2009

If there’s a will, there’s a way

January 1, 2009

Suatu ketika aku sedang membaca Al-Quran surat Al-‘ankabut dan akhirnya terhenti di ayat yang terakhir. Aku sangat tertarik dengan arti dari ayat tersebut karena memang berkenaan dengan kebimbanganku tentang sesuatu yang kuinginkan. Aku merasa ragu apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Tapi ketika aku membaca ayat tersebut, timbulah kepercayaan diri dan optimisme. Pepatah yang mengatakan bahwa jika kita ada kemauan pasti ada jalan, semakin merasuk ke dalam hatiku setelah membaca ayat tersebut. Karena memang di sini Allah sendiri yang menjamin, bahwa jika kita bersungguh-sungguh pasti Allah akan menunjukkan jalan-Nya. Dan kadang jalan itu tidak bisa diduga dan tidak terpikirkan sebelumnya. Untuk yang belum tahu redaksi ayatnya, silakan lihat di bawah ini.

﴿ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴾

Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-‘ankabut : 69)

Jadi, gapailah mimpimu tanpa ragu!

Save Our Palestine!!!

January 1, 2009

Tahun baru 2008 ini (baik itu tahun baru islam maupun tahun baru masehi) diwarnai dengan genangan darah warga Palestine. Zionis Israel dengan tanpa belas kasihan membunuh ratusan manusia tak berdosa dan melukai ribuan lainnya. Hanya dengan alasan ingin memburu kelompok hamas, bom-bom Israel meluncur menghabisi semua yang ada di wilayah yang dicurigai sebagai markas hamas. Anak kecil, wanita, bahkan orang tua tak luput menjadi sasaran pembantaian Israel la’natullah. Dan yang paling membuat sedih, sebal, marah, adalah PBB dan amerika (yang katanya pembela HAM) hanya bisa diam. Dimana hati kalian? dimana otak kalian? Semua orang normal pun akan merasakan kepedihan terhadap pembantaian apalagi terhadap orang yang tidak berdosa.

Kita sebagai orang yang mengaku beriman tidak sepantasnya tinggal diam melihat saudara kita di Palestina yang dizhalimi oleh zionis Israel. Kita sesama muslim bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu bagian tubuh kita ada yang terluka, maka kita juga akan merasa terluka. Oleh karena itu, kita wajib melakukan sesuatu untuk membantu jihad mereka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin itulah pertanyaan yang ada dalam benak kita. Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membantu perjuangan Palestina, di antaranya :

1. Memahami Kondisi dan Problematika Palestina

Kewajiban pertama yang paling fundamental bagi seorang muslim adalah memahami akar masalah Palestina (Al-Quds) bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam. Perebutan kekuasaan yang terjadi di tanah suci itu bukan perebutan antara dua bangsa, Arab dan Israel. Tetapi, perang agama antara Islam dan Yahudi.“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al-Maidah (5): 82]. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia; kecuali pohon gorqhod karena ia adalah pohon yahudi.” (HR Muslim).

Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan akidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

2. Mensosialisasikan Kondisi dan Problematika Palestina kepada yang lain.

Setelah memahami permasalahan dan kondisi Palestina, maka mereka harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia.Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memahamkan pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya terhadap Palestina. Bahwa di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

3. Jihad dengan Harta

Kewajiban selanjutnya bagi umat Islam adalah berjihad dengan harta mereka. Umat Islam harus menyisihkan sebagian rezekinya minimal 1% untuk perjuangan Palestina. Karena jihad di Palestina sangat membutuhkan harta. Dan di sana juga banyak janda, anak yatim, anak sekolah, mahasiswa, orang yang kehilangan rumah dan pencaharian akibat konflik dan perang yang belum diketahui akhirnya. Semua itu sangat membutuhkan uluran tangan umat Islam lainnya yang mampu.

4. Jihad dengan Jiwa

Terdapat perbedaan mendasar dalam sifat perang di Palestina. Bila perang di Palestina dinyatakan sebagai perang antara dua bangsa atau dua negara, maka tidak boleh ada keterlibatan pihak lain di luar dua pihak yang bertikai tanpa ada permintaan untuk terlibat dari salah satu pihak yang berperang. Keterlibatan tanpa ada permintaan untuk terlibat berarti pelanggaran kedaulatan sebuah negara yang bertentangan dengan hukum internasional. Kenyataan yang terjadi adalah bahwa perang di Palestina adalah perang agama antara Islam dan Yahudi yang mengundang keterlibatan semua umat Islam dan kaum Yahudi di seluruh dunia, di setiap bangsa dan negara mana pun. Maka, hukum perang di Palestina adalah jihad fii sabiilillah yang diwajibkan atas setiap umat Islam di seluruh dunia sesuai dengan kondisi mereka di setiap tempat.“Diwajibkan atas kalian berperang sedangkan kalian membencinya. Barangkali kalian membenci sesuatu, tetapi itu baik bagi kalian. Dan barangkali kalian menyukai sesuatu sedangkan itu buruk bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” [Al-Baqarah (2): 216].

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” [At-Taubah (9): 44].

Palestina adalah tanah waqaf umat Islam yang harus dipertahankan sampai kapan pun. Pembelaan kita terhadap Palestina bukan karena mereka orang-orang Arab, melainkan karena mereka adalah muslim dan karena Palestina adalah salah satu dari tiga tempat suci umat Islam yang dimuliakan Allah. Karena itu, permasalahan Palestina harus dijadikan konsentrasi utama umat Islam.

5. Doa

Dan kewajiban yang paling minimal yang harus terus dilakukan oleh setiap umat Islam adalah berdoa. Doa orang beriman kepada saudaranya tanpa sepengetahuan mereka adalah maqbul.

Muhasabah Cinta

January 1, 2009

Suatu pagi, aku sendirian di kamar sedang membaca novel “The Da Vinci Code”. Hanya alunan nasyid dari laptop yang menemaniku. Tiba-tiba pintu kamar diketuk dan masuklah seorang teman. Memang sudah biasa terjadi di asramaku, sesama penghuni berkunjung ke kamar penghuni yang lain.

“Nur, kamu udah punya lagu edcoustic yang baru?”, dia bertanya ketika mendengar lagu edcoustic yang terlantun dari laptopku.

“Yang mana? Judulnya apa? Bagus ga?”, berondongan pertanyaan yang keluar dari mulutku.

“Muhasabah Cinta, bagus ko, coba geura!”, sahutnya langsung dengan logat khas garutnya

“Klo itu aku belum punya, minta dong!” pintaku padanya.

Dia pun langsung mengambil flashdisk-nya dan menyodorkannya padaku. Tanpa pikir panjang, langsung ku-copy-kan ke laptop dan langsung ku-play.

Terdengar melodi pembuka yang terkesan sedih, disusul dengan suara khas edcoustic. Aku sendiri ga begitu tahu album edcoustic yang terbaru. Aku cuma minta ke temen kalau ada lagu-lagu nasyid atau lagu lain yang baru dan bagus. Dan ternyata memang lagu Muhasabah Cinta tersebut begitu menyentuh, baik dari liriknya maupun dari nadanya. Inilah lirik lagu tersebut.

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dari-Mu

Kupasrahkan semua pada-Mu


Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini ku harapkan cinta-Mu


Kata kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung do’a ku

Sakit yang kurasa biar

Jadi penawar dosaku


Butir butir cinta air mataku

Terlihat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya Illahi Muhasabah cintaku


Tuhan kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku dengan-Mu

Sebuah Cerita : Stanford University

January 1, 2009

Leland Stanford Junior University, lebih dikenal dengan Stanford University atau Stanford adalah salah satu universitas swasta yang terbaik di dunia. Stanford terletak kurang lebih 37 mil (60 km) sebelah tenggara San Francisco dan kurang lebih 20 mil (32 km) sebelah barat laut San Jose di Stanford, California. Stanford berdekatan dengan kota Palo Alto di Silicon Valley.

Selain tertarik melanjutkan studi ke sana, saya juga tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Stanford University. Salah satu yang menarik adalah cerita sejarah dibangunnya universitas tersebut meskipun saya sendiri tidak bisa memastikan kebenarannya (saya hanya pernah membaca dari salah satu artikel). Mau tau ceritanya, silakan baca artikel di bawah ini.

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University dan meminta untuk bertemu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung dan udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu dengan pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.

“Beliau hari ini sibuk”, sahut sang sekretaris.

“Kami akan menunggu”, jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Namun ternyata tidak, sang sekretaris itu pun mulai frustasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkannya kepada sang pimpinan.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi” katanya pada sang pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya. Sang pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”

Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, dia bahkan terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang pemimpin Harvard tampak kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalan ke Palo Alto, California. Kemudian mereka mendirikan sebauh universitas yang menyandang nama anak mereka, sebauh peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.