Abstract of My Practical Work Report

October 10, 2009 by arun1st

The main challenge in the semiconductor industry today is how to design a System on Chip (SOC) with the increasingly complex functionality, smaller size, higher speed, more affordable price, and shorter time to market. One of the most important aspects in the design flow to achieve the above challenges is the verification. Verification is a process of checking a chip design to determine if the design is in conformity with the desired specifications or not. Verification is a very crucial because it takes 70% – 80% consumption of time and cost of a chip production.

In the early part of this practical work report, presented the introduction of WiMAX technology and its comparison with the technology Broadband Wireless Access (BWA) others such as 3G systems and Wi-Fi. WiMAX technology which consists of fixed and mobile WiMAX offers higher peak data rates, greater flexibility, and  higher average throughput dan system capacity. Furthermore, mobile WiMAX technology offers the additional functionality of portability, nomadicity, and mobility.

The main focus of this practical work report is methodology and tools used for verification of mobile WiMAX chips in PT. Versatile Silicon Technologies. Fields discussed only in the areas surrounding the work done during the last practical work, such as, the testbench, simulation, code coverage, assertion, Lint checking, RTL synthesis, and formal verification. The purpose of all this is to ensure that the designs are made in accordance with the desired specifications. Tool that is used to verify the ModelSim from Mentor Graphics Corp. and Synopsys (VCS, Design Compiler, Formality, Leda Checker).

Selamat Menempuh Hidup Baru

September 12, 2009 by arun1st

“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya, membarokahi mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu- pintu rohmat sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat”
(Do’a Rosulullah SAW, pada pernikahan putri beliau Fatimah Azzahra RA dengan Ali bin Abi Tholib RA)

Doa ini semoga juga tercurah kepada beberapa orang yang dekat dengan sy, yg baru beberapa minggu/hari menikah. Senyum bahagia mereka seakan menebarkan keadamaian bagi siapa saja yg melihatnya. Senyum ikhlas mereka seakan memberikan energi dan semangat ekstra bagi siapa saja yg sedang berusaha menyempurnakan agamanya. Hanya doa dan perasaan bahagia yg bisa sy berikan untuk mereka. Dan bagi siapa saja yg masih dalam pencarian, berusahalah yg terbaik, dan yakinlah akan nikmat Allah yg tiada batas.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (QS Ar-Rum : 21)

Berikut ini adalah kenang-kenangan berupa foto temen/dosen yg baru saja menikah, semoga bisa meningkatkan semangat kita untuk terus memperbaiki diri dalam upaya persiapan menuju ke sana.

DSCI0016

Pernikahan Kang Rangga (Acung) dg Teh Novi

DSCI0043Pernikahan Kang Abdur dan Teh Retno

DSCI0478

Pernikahan Pak Adang (Dekan STEI ITB) dengan Bu Rita

Galeri Foto (II)

September 8, 2009 by arun1st

Biar menghemat kata-kata, mempercepat proses postingan, serta memanjakan pecinta visual, lebih baik mem-posting dalam bentuk gambar/foto. Ini merupakan sekuel dari posting sebelumnya (Galeri Foto I).

DSCI0278Sesi makan2 pada acara kajian penyambutan ramadhan bersama temen2 kantor (Versatile Silicon Tech)

DSCI0290Menyambut Ramadhan bersama anak elektro di Daarut Tauhiid Bandung, malem jumat ini ke sana lagi Bro! kita mabit, oke?

DSCI0395Penampilan seni oleh etoser 2009 pada acara penyambutan etoser baru, selamat berjuang adik2ku!

DSCI0412Gedung PAU ITB di pagi hari (yg ngambil foto masih dlm keadaan ngantuk sehabis begadang di Lab)

DSCI0422Buka bersama keprofesian HME 08-09-09 di KFC Dago, Thanks bgt Vo, ditunggu lagi traktirannya oktober nanti :)

Mimpi yang tidak biasa

September 8, 2009 by arun1st

Entah tadi malam atau kemaren malam, sy mendapatkan mimpi yang menurut sy sangat mengagumkan. Sy sangat bersyukur seandainya itu memang kenyataan atau seandainya nantinya itu menjadi kenyataan. Sy ga tau apakah bagi orang lain ini merupakan mimpi yg mengejutkan juga, atau hanya sekedar mimpi biasa. Begini ceritanya….

Siapa anak elektro yang ga kenal sama syakur? Kalau ada yang tunjuk jari, kebangetan banget tuh orang. Secara syakur adalah pemimpin (kahim-red) bagi semua orang elektro tahun ini. Dia selalu muncul dimana-mana, layaknya artis (sayang ga kebagian sinetron, hehhe). Inti mimpi sy adalah bahwa syakur sedang mengecek hafalan quran-nya pada seseorang. Sy ga inget kepada siapa, yang jelas saat itu sy mendengarnya dengan jelas. Dia membaca mulai dari awal surat Al-Baqarah dan terhenti pada ayat ke 50-an. Terhenti karena sy terbangun di ayat-ayat tersebut. Ketika terbangun suaranya masih jelas dari pikiranku, begitu lancar dan bagus. Ini yg membuat sy kagum, kaget, dan penuh tanda-tanya. Apakah memang beliau hafal? Atau sedang berniat menghafal? Atau suatu saat akan hafal? Dan sederet pertanyaan2 lain yg memenuhi pikiranku.

Pertanyaan lain adalah apakah ini mungkin teguran bagi sy agar ikut menghafal lagi. Maklum sudah lama sy ga ikut halaqah tahfidz quran, sudah jarang pula mengulang-ulang surat Al-Baqarah. Tidak heran jika sebagian ayat atau urutannya sudah lupa. Astaghfirullah. Hmm…jadi merindukan saat2 itu, saat2 bersama belajar menghafal Al-Quran. Ya, Allah berilah aku kekuatan untuk menghafal Al-Quran, menjaganya, mengamalkannya, dan mengajarkannya.

Oya, balik lagi ke mimpi itu. Sy sempet nanya ke temen, kira2 apa ya maknanya. Tapi temen2 juga merasa ga tau, dan menyarankan langsung saja tanyakan ke syakurnya. Yang aneh adalah kenapa yg muncul sbg tokoh dlm mimpi sy adalah syakur yg notabene ga terlalu deket dengan sy. Maksudnya kita hampir ga pernah sekelas, beda jurusan, dan tidak terlalu intens interaksinya. Kenapa ga anak elka, anak etos, anak salman, anak gamais atau lainnya yg lebih deket. Hmm…memang mimpi itu salah satu rahasia alam, yg segelintir orang tertentu (shalih) yang mampu menangkap maknanya.

Untuk lebih jelasnya (lebih lega), nanti kalau ketemu dengan syakur insya Allah sy sampaikan hal ini. Siapa tau dan mudah2an memang dia hafal surat itu. Wallahu ‘alamu.

Galeri Foto

September 7, 2009 by arun1st

Hmmmm… lagi pengen mosting tapi bingung mau nulis apa. Mending majang foto-foto kegiatan terakhir ajalah. Biarkan foto-foto itu yang berbicara.

DSCI0659Main bola bareng temen2 kantor (Versatile Silicon vs Indocisc)

DSCI0072Main bola dengan ikhwah (ITB, UNPAD, dll)

DSCI0272Panitia dan peserta training desain FPGA menggunakan Xilinx

DSCI0073Bersama Totong (Etos Bandung ‘07) dalam acara TENs 2009

Hati-hati dengan lidah kita

September 7, 2009 by arun1st

Lidah merupakan anugerah Allah yang tidak ternilai harganya, merupakan nikmat yang begitu besar. Dengan lidah kita bisa merasakan lezatnya suatu makanan, bisa menyampaikan apa yang ingin kita katakan, bisa melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, dan lain sebagainya. Namun, dengan lidah pula kita bisa menghancurkan diri kita sendiri, orang lain, bahkan dunia ini. Makanya tidak heran kalau ada istilah lidah itu lebih tajam dari pedang. Lidah mampu membuat luka abadi yang tidak bisa terobatkan, bisa menebarkan fitnah yang mampu memporak-porandakan masyarakat, bisa mengeluarkan perintah yg menyengsarakan rakyat. Lidah juga dapat membuat kita menjadi sosok yang paling dibenci oleh Allah lantaran apa yang kita katakan tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan apa yang kita lakukan. Pada tulisan ini akan saya kutip beberapa dalil dari Al-Quran dan Al-Hadits tentang hukum/peringatan bagi orang-orang yang menggunakan lidahnya untuk mengatakan sesuatu yang tidak dia lakukan.

1. Surat Al-Baqarah ayat 44

﴿ أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ ﴾

Artinya “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan sedang kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?” (QS 2:44)

2. Surat Ash-Shaff ayat 2-3

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾

﴿ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾

Artinya “Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?”. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS 61:2-3)

3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Malik r.a., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Pada malam aku diisrakan, aku melihat suatu kaum yang mengguntingi lidahnya dengan gunting yang terbuat dari api.” Dia berkata, “Aku bertanya, ‘siapakah mereka itu?’ Mereka menjawab, ‘Kaum itu adalah para penceramah umatmu dari kalangan ahli dunia, yaitu menyuruh manusia berbuat kebajikan, namun merka melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca Al-Kitab. Tidakkah mereka berakal?”

4. Imam Ahmad meriwayatkan, melalui sanad dari Abi Wa’il, dia berkata bahwa Usamah mendengar Rasulullah SAW bersabda “Pada hari kiamat akan ditampilkan seseorang, kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ususnya terburai, dan ia berputar di neraka mengitari ususnya seperti keledai mengitari batu penggilingan. Lalu penghuni neraka mengelilinginya seraya bertanya, ‘Hai Fulan, apa yang telah terjadi pada dirimu, bukankan dahulu kamu suka menyuruh kami kepada amal ma’ruf dan melarang kami dari kemungkaran?’ Si Fulan menjawab, ‘Dulu aku menyuruhmu kepada amal ma’ruf namun aku sendiri tidak melakukannya dan aku melarangmu dari kemungkaran, tetapi aku sendiri malah melakukannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 9

…قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ ﴾

Artinya “…Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang berakalah yang dapat menerima pelajaran.” (QS 39:9)

6. Ibnu Askar meriwayatkan dalam biografi Al-Walid bin Uqbah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya sekelompok ahli surga melongok kepada kelompok penghuni neraka. Mereka bertanya, ‘Mengapa kalian masuk neraka? Demi Allah, kami tidak masuk surga kecuali karena apa yang telah kami pelajari dari kalian.’ Ahli neraka menjawab, ‘Dahulu kami hanya berkata, tapi tidak berbuat.”

7. Hadits Rasulullah SAW “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: bila berjanji, dia tidak pernah memenuhinya; bila berbicara, dia berdusta; bila diberi amanat, dia khianat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Rencana Hidup

September 4, 2009 by arun1st

Gagal berencana sama saja dengan merencanakan kegagalan”

Ya itulah sepenggal kalimat yang sering didengar, dibaca, bahkan dirasakan oleh sy pribadi ketika menjalani sesuatu. Entah itu ujian, organisasi, pentas seni, atau kematian sekalipun membutuhkan yang namanya perencanaan. Namun, pada tulisan ini sy tidak membahas mengenai perencanaan organisasi atau bahkan perencanaan kematian, tapi sy ingin menceritakan sedikit tentang rencana hidup pribadi.

Berikut ini adalah rencana hidup sy beberapa tahun ke depan yang sy tuliskan dalam bentuk poin-poin biar lebih mudah dipahami/dicerna.

  1. Lulus Insya Allah Juli 2010
  2. Melanjutkan S2 dan S3 di USA
  3. Bekerja di perusahaan Silicon Valley
  4. Kembali ke Indonesia, jadi dosen/peneliti
  5. Mendirikan/Mengembangkan perusahaan

Itulah lima poin penting yg akan menentukan langkah hidup sy ke depan. Lima poin tersebut merupakan sarana, bukan tujuan hidup. Tujuan hidup sesungguhnya adalah jauh lebih besar dari itu dan tidak perlu sy tuliskan di sini. Tujuan yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dari kelima poin di atas ada satu proses lagi yang terselip di antaranya. Proses yg sangat pengting dalam siklus kehidupan manusia, yang mampu mengantarkan kesempurnaan dalam beragama. Ya benar sekali. Nikah. Proses itu insya Allah akan sy selipkan di antara poin 1 dan 2, atau bahkan ekstrimnya ada di atas poin 1. Sekarang masih dalam taraf persiapan pribadi baik secara spiritual, mental, maupun material. Apalagi mengingat tingkat pergaulan di luar negeri yang mengkhawatirkan, proses tersebut menjadi “wajib” untuk menjaga keseharian kita. Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Allah, pastilah Allah akan menunjukkan jalan-jalan yang terbaik. Amiin.

Gempa Guncang ITB

September 2, 2009 by arun1st

Suasana HME sama seperti biasanya. Ada yang bermain ping-pong, ada yang ngobrol-ngobrol, ada juga yang bermain komputer. Tidak ada yang beda. Namun, semua itu dengan sekejap berubah menjadi keramaian yang tidak seperti biasanya. Ya, tepatnya jam 3 sore tadi. Gempa yang tidak pernah terjadi sebelumnya (sejak sy mulai kuliah di sini), tiba-tiba datang menyapa. Gempa itu terasa kuat sampai-sampai tiang penyangga gedung labtek 8 yang besar terlihat bergoyang. Sebagian gedungpun retak. Tidak heran jika semua orang keluar mengamankan diri, entah itu yg lagi main pingpong, ngobrol, main komputer, ato yang kuliah. Sempat ngerasa deg-gegan soalnya sy dan sebagian besar orang berlindung di ruang terbuka antara HME dan HMIF yang bisa dibilang kecil banget. Setelah bertahan dalam kecemasan, alhamdulillah akhirnya gempa itu reda.

Ketika berjalan ke luar gedung labtek 8, terlihat banyak orang yg berkumpul di ruang terbuka. Ternyata hampir di semua halaman/ruang terbuka gedung ITB dipenuhi orang-orang yang berlindung diri. Banyak dari mereka yang keluar dari ruang kuliah. Mereka terlihat masih ragu untuk kembali masuk ke gedung kuliah, takut masih ada gempa susulan. Sy menduga ada beberapa kuliah yang dibatalkan di jam jam itu. Sy terus berjalan ke utara, ke arah PAU. Ternyata di depan PAU pun terlihat cukup banyak orang yang keluar gedung. Walaupun beberapa lama kemudian sebagian orang tersebut kembali ke gedung PAU. Sy sendiri melanjutkan langkah ke lantai 4 gedung PAU untuk melanjutkan pekerjaan. Yah, inilah pengalaman pertama sy menghadapi gempa yang bisa dibilang besar di ITB. Semoga tidak banyak kerusakan yang terjadi.

Secure Shell (ssh) Configuration Setting

September 1, 2009 by arun1st

Secure Shell (ssh) adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data antara dua devais yang terkoneksi oleh jaringan. ssh ini umumnya digunakan pada sistem yang berbasis linux atau unix. Pertama kali sy berkenalan dengan ssh adalah ketika melakukan kerja praktek, kurang lebih 2 bulan yang lalu. Waktu itu sy sama sekali tidak mengerti apa itu ssh, yang sy tahu ssh digunakan untuk me-remote komputer lain dari komputer kita atau sebaliknya. Sintaks penggunaannya melalui console-pun sy hanya mengikuti apa yang diberikan supervisor. Belakangan sy mendapat masalah ketika baru melakukan instalasi opensuse 10.3 dan hendak me-remote server, ternyata muncul pesan “port 22: No route to host”. Terpaksa akhirnya mencari-cari solusi dengan segala cara. Dan diantara segala cara itu, ada 2 yang sering sy pakai:

  1. Tanya ke temen atau senior yg ahli di bidang linux dan jaringan. Opsi ini dipilih karena hemat pikiran, cepat, murah, meriah, pokoke mantep. Namun, ada kelemahannya juga. Opsi ini tidak menjamin karena blum tentu temen atau senior kita juga tahu.
  2. Tanya ke Prof. Google. Klo yang ini dijamin pasti ketemu. Kelemahannya adalah waktunya yang kadang bisa lama, tergantung seberapa ulet dan rajin kita mencari dan pemilihan kata yang tepat pada proses pencarian. Karena di google terlalu lengkap, kadang kita merasa bingung mana sumber yang dapat dipercaya dan secara cepat mengatasi masalah. Klo sudah sampai ke masalah ini, cobalah (pake insting) solusi yang menurut kita terbaik.

Setelah memakai cara pertama mentok, akhirnya dipakai juga cara kedua. Harus berkali-kali buka page baru untuk mendapatkan solusinya. Dan Alhamdullillah akhirnya ketemu juga solusinya. Berikut ini adalah solusi dari permasalahan yang sy hadapi:

  1. Edit konfigurasi file sshd_config, jika memang konfigurasinya belum mengijinkan sistem untuk melakukan proses remote. File tersebut ada di /etc/ssh/sshd_config. Konfigurasi yang sy pake ada di bagian paling bawah.
  2. Setelah konfigurasinya diganti (kadang hanya perlu di-uncomment), komputer di-restart agar settingannya dapat berefek pada sistem.
  3. Jika ssh-nya masih belum jalan (sama seperti yang sy alami), cobalah untuk mengecek koneksinya jaringan internetnya dengan command “ifconfig” (masuk ke root dulu). Jika terlihat ada 2 atau lebih koneksi jaringan misalnya wireless dan wired, maka matikanlah salah satunya dengan command “ifconfig eth0 down”.
          Port 22
          ListenAddress 0.0.0.0
          HostKey /etc/ssh/ssh_host_key
          LoginGraceTime 2m
          MaxAuthTries 3
          KeyRegenerationInterval 3600
          PermitRootLogin no
          IgnoreRhosts yes
          IgnoreUserKnownHosts yes
          StrictModes yes
          X11Forwarding no
          PrintMotd yes
          SyslogFacility AUTH
          LogLevel INFO
          RhostsAuthentication no
          RhostsRSAAuthentication no
          RSAAuthentication yes
          PasswordAuthentication yes
          PermitEmptyPasswords no
          AllowUsers admin

Obsesi Mengembangkan Industri “Chip” Indonesia

July 30, 2009 by arun1st

Ketika sy sedang googling, eh tidak sengaja terdampar pada satu berita yang sangat menggugah hati. Ya, berita yg juga merupakan salah satu impian sy: menjadikan Indonesia maju dalam bidang teknologi. Berikut ini sy kutip dari harian Pikiran Rakyat.

BELUM lama ini, dua tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB meraih dua gelar dalam Large Scale Integrated Circuit (LSI) 2009 (kompetisi tahunan tingkat universitas dalam bidang perancangan chip) ke-12 yang berlangsung di Okinawa, Jepang. Tim Ganesha ANT yang membuat perancangan prosesor dengan paralel system meraih penghargaan tertinggi yakni SIS Award, sedangkan Tim Zoiros yang membuat rancangan prosesor dengan kecepatan 1 G mendapatkan gelar ketiga yakni Xilinx Award.

Keberhasilan tim Ganesa ANT dan tim Zoiros itu mengikuti jejak tim ITB sebelumnya yang juga pernah berprestasi dalam kompetisi tersebut. Tahun 2006, tim Arjuna mendapat penghargaan The Best Feature Award. Tahun 2007, tim VR4 meraih runner up juara umum dan The Spesial Feature Award. Tahun 2008, tim Garuda Parahyangan meraih juara umum dan penghargaan IECE Smart Informedia System Award, dan tim Crew meraih juara kedua mendapatkan penghargaan Semiconductor Industry Newspaper Award.

Deretan prestasi tersebut tentunya membanggakan sebab muda-mudi Indonesia itu sukses menyisihkan tim-tim unggul dari negara lainnya di Asia. Dalam konteks Indonesia yang sepi kiprahnya dalam industri chip, prestasi itu mencuatkan fakta menarik. “SDM Indonesia dalam perancangan chip sangat potensial,” kata Trio Adiono, staf pengajar STEI ITB, kepada Kampus.

Adalah Trio Adiono, orang yang ada di belakang kesuksesan tim-tim tersebut. Para mahasiswa itu sebelumnya ditempa selama 6 bulan melalui mata kuliah perancangan chip. Trio juga memberikan bimbingan penuh pada mahasiswa dalam Laboratorium IC (Integrated Circuit) Design ITB yang diketuai olehnya.

Trio ialah salah seorang desainer chip andal yang keberadaannya terbilang masih langka di Indonesia. Ketertarikan dan keahliannya sudah muncul sejak di bangku kuliah S1 teknik elektro ITB. Ketika itu, ia sudah aktif di laboratorium dan mulai merancang chip. Lulus S1 tahun 1994, ia mengambil S2 teknik elektro ITB, kemudian tahun 1999 melanjutkan S3 di Tokyo Institute of Technology, Jepang. Tak puas sampai di situ, ia terus ingin memperdalam ilmu merancang chip, dengan mengambil post-doctoral di JSPS Research Fellow at Tokyo Institute of Technology dan Twentee University, Belanda.

Obsesi Trio tak lain ingin mengembangkan industri chip di Indonesia. Pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya kini ia niatkan untuk turut menciptakan talenta-talenta ulung di bidang tersebut. Kini, ia bergiat merintis pengembangan teknologi Wimax dan TV digital bersama perusahaan Xirca. Simak obrolan Kampus dengan lelaki kelahiran 24 Agustus 1970 ini tentang perjalanan panjangnya dalam proses tersebut.

Prestasi-prestasi mahasiswa itu mulanya dari mata kuliah perancangan “chip”. Sebenarnya seperti apa metode pendidikan yang diterapkan?

Jadi, ada beberapa hal. Pertama, ekosistem. Di sini saya menyusun lab yang mengarah pendidikan, penelitian, juga industri. Saya menerapkan sistem residen di lab sejak tahun 2005. Jadi, mahasiswa terutama yang tingkat akhir, bisa residen untuk kerja, bikin tugas, atau apapun di sini setiap hari. Dengan begitu, mahasiswa juga jadi mudah ketemu dosennya, bukan hanya konsultasi seminggu sekali. Karena saya percaya, kemampuan perancangan chip desain tidak bisa hanya diajar di kelas, tapi juga meresap dalam lingkungannya.

Kedua, saya juga mengembangkan tutorial-tutorial. Ketiga, fasilitas di sini juga terpenuhi. Terpenuhi dalam artian kita memiliki perangkat seperti di kampus-kampus terkenal seperti Jepang atau Amerika. Misalnya, software-software perancangan chip. Itu bisa ada juga dengan usaha. Kita mendapatkan itu dengan apply ke perusahaan-perusahaan, dengan track record yang kita miliki. Prototipe di lab juga diperoleh melalui usaha, baik itu dari penelitian, dsb. Di kampus-kampus di Indonesia sekarang ini, ilmu perancangan chip kurang berkembang, karena biayanya memang tinggi, tapi itu harus terus dirintis. Saya juga meng-encourage mahasiswa untuk berkarya. Bahkan mereka, saya kasih uang juga. Mereka di sini menjadi research assistant untuk terlibat mengerjakan penelitian-penelitian saya. Mereka mendapat gaji, beasiswa, dapat makan siang, dapat peminjaman laptop, dsb.

Seperti apa industri “chip” yang ada sekarang ini di dunia dan bagaimana posisi Indonesia?

Kalau kita bicara industri negara maju, negara maju itu sebagian besar hidupnya dari industri IT. Industri IT yang paling dominan ialah perangkat elektronika, seperti alat komunikasi, komputer, dsb. Elektronika sendiri industri hulunya ialah chip atau IC (Integrated Circuit). Ia adalah otak dari perangkat elektronika. Jadi, ia merupakan hulu daripada industri IT. Jadi, negara maju bertumpu sekali oleh industri ini.

Chip termasuk teknologi tinggi, karena memang kompleksitasnya tinggi. Bayangkan, satu IC bisa berisi 5 juta transistor yang harus dikoordinasikan untuk bekerja. Ukuran transistor juga semakin kecil hingga 130 nano. Ukuran rambut kita saja sekitar sekian mikro, sedangkan satu nano itu sekitar seperseribu rambut atau mikro. Jadi, untuk membuatnya memang kompleks sekali. Itulah yang menyebabkan teknologi ini kompleks, mahal, dan hanya dikuasai negara maju. Sekarang Amerika, Jepang, Korea, Taiwan, banyak berbicara di sini.

Sedangkan Indonesia sama sekali tidak terdengar kiprahnya. Makanya, ketika di lomba menang, banyak orang surprise.

Tantangan apa saja yang dihadapi dalam pengembangannya?

Saya mengalami sejumlah perjalanan dalam mengembangkan industri chip di Indonesia. Saya sempat hampir setahun bolak-balik Jepang dan Indonesia setiap sebulan sekali. Sebulan mengajar di Indonesia, sebulan bekerja di Jepang. Itu dengan tujuan, ingin tahu proses industri chip seperti apa, dan budaya kerjanya seperti apa. Hampir setahun saya bolak-balik, dan berbisnis selama satu setengah tahun-an di Jepang. Saya bersama tim mengerjakan projek perusahaan besar di sana. Istilahnya, saya berusaha mencuri teknologi itu, mengambilnya untuk dibagikan lagi di sini.

Pada tiga tahun pertama, banyak orang pesimis ketika saya ingin mengembangkan industri chip. Banyak orang bilang, lupakanlah. Tapi Allhamdulillah sekarang sudah mulai ada kepercayaan ke arah sana. Yang penting kita harus optimis. Bayangkan, waktu itu sedang masa krisis, sedangkan kita bicara jualan teknologi tinggi, siapa yang mau percaya? Prinsip saya, kalau bicara melalui mulut, orang bisa meng-counter. Tapi kalau bicara melalui prestasi, itu lebih representatif. Di Indonesia, biaya untuk meyakinkan orang sangat tinggi. Misalnya, biaya untuk meyakinkan projek kadang bisa setahun, berkali-kali presentasi, dsb. Tapi saya tidak melewati proses itu. Saya lebih memilih selama setahun, mengerjakan banyak contoh-contoh chip. Saya sempat diliput juga oleh stasiun TV di Jepang sebagai salah satu orang Indonesia dalam industri chip, dari situ orang mulai memperhatikan. Itu lebih memiliki arti di Indonesia.

Ternyata memang harus seperti itu. Kalau dulu, caranya lain. Kita sempat dapat dana, lalu dana itu untuk beasiswa orang, pembelian alat. Karena orangnya disekolahkan, di lab itu tidak ada yang meng-handle, pas orang-orangnya balik, maintenance-nya juga jadi mahal.

Dalam menjalin kerjasama dengan pihak asing, ada prinsip tertentu?

Prinsip saya, kita jangan hanya dijadikan pasar. Jangan hanya jadi tempat jualan saja. Kita harus diberi peran untuk berkontribusi teknologi. Perusahaan asing di Indonesia ada banyak, tapi kebanyakan jualan. Kalau pun ada engineer, jatuhnya jadi sales engineer, makanya kita tidak mau begitu.

Seberapa banyak lapangan pekerjaan di bidang ini?

Keadaan sekarang ini kasihan sekali, lulusan elektro sangat sedikit yang bisa bekerja di bidangnya. Kalau pun di bidangnya, ilmu yang terpakai sedikit. Karena bidang pekerjaan teknologi seperti di bidang industri komponen atau perangkat elektronika, itu belum ada di Indonesia. Mungkin kita pernah lebih maju waktu dulu tahun 1980-an. Kita sempat punya pembuatan chip di sini. Waktu itu ada yang mau invest, tapi kebijakan Indonesia saat itu tidak memprioritaskan industri hi-tech, tapi lebih pada industri padat karya. Untuk pengembangan industri ini, memang perlu kerjasama antara industri, akademisi, dan entrepreneur yang berani berinvestasi di bidang ini. Karena hi-tech untuk berkembang biasanya butuh 2 tahun, tapi banyak investasi inginnya balik cepat. Entrepreneur jarang yang berpikir untuk investasi teknologi. Padahal, aset terbesar ialah otak para engineer sebagai bagian dari bisnis kreatif.

Dukungan apa saja yang diperlukan?

Pertama, kita perlu funding untuk melakukan projek itu sendiri. Karena butuh biaya besar untuk menjalankan bisnis ini. Karena bisnisnya ialah mass production, sehingga butuh investasi besar. Kedua, kita perlu keberpihakan pemerintah kepada produk lokal, sehingga kita bisa masuk ke situ. Ketiga, kita perlu SDM yang qualified, dan yang mau bekerjakeras di bidang elektronika. Banyak pekerjaan yang tantangannya tidak terlalu besar, tapi jaminan kesejahteraannya jauh lebih tinggi, seperti di industri seluler.

Target yang difokuskan ke depan?

Saya ingin industri chip berkembang di Indonesia. Kampus dalam hal ini Lab IC Design ITB juga bisa berperan banyak. Coba lihat perusahaan seperti HP, Google, Microsoft, itu teknologi asalnya juga berkembang di kampus kan, lalu ada industri yang memasarkannya. Saya pribadi sekarang ini sedang fokus untuk wimax dan digital TV. Tahun 2015, tivi di Indonesia harus digital. Dari tahun sekarang. Wimax, jadi itu teknologi broadband, sehingga kecepatan internet bisa lebih cepat 5-7 kali lipat dari sekarang. Ke depan, ingin juga program PC murah. Contoh sukses bidang saya ialah silicon valley yang termaju di dunia. Kita juga mau bikin seperti itu namanya Bandung High Tech Valley (BHTV). Tapi sekarang wacana itu belum terlalu berkembang. ***

dewi irma
kampus_pr@yahoo.com